Suara.com - Ezra Walian tidak patah hati tidak dipanggil masuk ke tim nasional Indonesia U-22. Striker naturalisasi itu mengaku menghargai keputusan Luis Milla Aspas yang tidak memasukkan namanya dalam daftar 22 pemain.
Para pemain tersebut disiapkan Milla untuk menghadapi dua laga uji coba melawan tuan rumah Kamboja, 8 Juni 2017, dan Puerto Riko di Stadion Maguwoharjo, Sleman, Yogyakarta, lima hari kemudian.
Sementara itu, Wide Putra Ananda, manajer Ezra, mengatakan striker berusia 19 tahun itu akan siap jika kemudian dipanggil lagi oleh Milla.
Waktu yang saat ini lowong, dimanfaatkan Ezra untuk fokus dalam mencari klub baru setelah musim lalu memperkuat tim junior klub Belanda, Ajax Amsterdam atau Jong Ajax.
"Dia bilangnya itu kebijakan pelatih. Dia mengharagi pilihan pelatih, kalau dibutuhkan dan dipanggil, dia sangat siap dan akan memenuhi panggilan. Tapi kalau nggak, ia menghargai sepenuhnya keputusan pelatih," kata Wide ketika dihubungi, Kamis (1/6/2017).
Wide menambahkan, Milla memang memberikan kesempatan kepada Ezra untuk mencari klub baru. Itu disampaikan Milla saat pemusatan latihan di Bali beberapa waktu lalu.
"Luis Milla pernah bilang ke dia waktu di Bali, yang paling terpenting adalah bulan Juli dan Agustus. Menurut coach (Milla) juga saat ini Ezra butuh fokus untuk menyelesaikan negosiasi dengan klub barunya. Jadi apapun keputusan coach, Ezra akan menghormatinya," ujar Wide.
Kontrak Ezra bersama dengan Jong Ajax selesai akhir bulan Mei tahun ini. Kini, Ezra sedang berburu klub baru untuk kelanjutan kariernya. Namun, sang pemain enggan merumput di tanah air.
Baca Juga: Indonesia Hampir Imbangi Brasil, Ini Kata Indra Sjafri
Berita Terkait
-
Berstatus Pemain Senior di Kubu Milla, Bayu:"Yang Penting Kompak"
-
Pernah Mangkir, Pemain Persija Ini Kaget Kembali Dipanggil Milla
-
Dipanggil Milla, Meiga: "Alhamdulillah Masih Dipercaya..."
-
Dipanggil Perkuat Timnas U-22, Fokus Stefano Lilipaly Bercabang
-
Tak Ada Nama Evan Dimas dan Ezra Walian di Daftar Milla, Kenapa?
Terpopuler
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- 4 Genset Mini Portable Praktis dan Senyap, Solusi Saat Mati Listrik
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- Ikuti Jejak Hotel Sultan, Otto Hasibuan Diminta Ikhlas Lepas Lapangan Golf Ottolima ke Negara
- Isu Rapat Khusus Berisi Perintah Awasi Gibran, Gerindra Sebut Hanya Mengawasi Harga Sembako
Pilihan
-
Program Ayah Ambil Rapor Tuai Dilema, Anak Yatim hingga Buruh Harian Punya Cerita Berbeda
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
Terkini
-
AFC Ajax Boyong Marc-Andre ter Stegen, Maarten Paes Dibuang?
-
Duka Mendalam Klub Juara Liga Champions untuk Korban Gempa Venezuela
-
Strategi Keliru Hong Myung-Bo, Korea Selatan Terancam Angkat Koper Lebih Cepat dari Piala Dunia 2026
-
Mourinho Minta Real Madrid Bajak Fernandez, Los Blancos Tak Sanggup Bayar
-
Bukan Sekadar Taktik Pochettino! AI Kunci Sukses Timnas AS di Piala Dunia 2026
-
Kegocek Wagub Jabar! Dirumorkan ke Persib, Jese Perpanjang Kontrak di Las Palmas
-
Socceroos Hadapi Paraguay Tanpa Bek Kanan Murni, Jacob Italiano Cedera
-
Tak Takut dengan Rudal Israel, Warga Lebanon Pesta Kembang Api Rayakan Kemenangan Brasil
-
Arsenal Mengintai, Tottenham Menawar, MU Bajak Sandro Tonali dengan Mahar Rp1,7 T
-
Iman Islam Jadi Alasan Djed Spence Tolak Jabat Tangan Terduga Pemerkosa Thomas Partey