Suara.com - Tim nasional Indonesia U-19 bersiap menjalani kualifikasi Piala Asia U-19 di Korea Selatan, 31 Oktober-8 November 2017. Salah satu persiapan, yakni dengan melakukan pemusatan latihan (training camp/TC) di Lembang, Bandung.
Pemilihan kota yang berada di dataran tinggi itu bukan tanpa alasan. Hal ini dilakukan untuk mengantisipasi cuaca dingin yang menyengat tubuh di Negeri Ginseng nanti.
"Pemusatan di Lembang untuk menjaga kondisi anak-anak. Kami memilih lokasi itu untuk proses adaptasi suhu di Korea yang dingin," kata Pelatih Timnas U-19 Indra Sjafri dalam rilis yang diterima Suara.com, Selasa (24/10/2017).
Suhu dingin memang bisa memengaruhi penampilan anak-anak Garuda Nusantara. Pasalnya, Indonesia memiliki iklim tropis yang berbeda dengan Korsel.
Indonesia tergabung di Grup F bersama tuan rumah Korsel, lalu Timor Leste, Brunei Darussalam, dan Malaysia.
Hasil apapun dari kualifikasi tersebut tidak akan berpengaruh bagi posisi Indonesia di putaran final Piala Asia U-19 2018.
Hal ini lantaran Indonesia menjadi tuan rumah dari pagelaran turnamen dua tahunan tersebut: 18 Oktober-8 November 2018.
Berita Terkait
-
Indra Sjafri Bagikan Tips agar Anak Bisa Jadi Pesepak Bola Profesional
-
Bobby Nasution Puji Kemenangan Timnas U19, Atmosfer Stadion Utama Sumut Jadi Kekuatan
-
Indra Sjafri Hingga Bambang Pamungkas Bakal Ramaikan Tayangan Piala Dunia 2026
-
Pernah Ditemui Indra Sjafri, Winger Keturunan Indonesia Teken Kontrak di FC Twente
-
Resmi Diputus Kontrak oleh PSSI, Masa Kejayaan Indra Sjafri Telah Usai?
Terpopuler
- Profil dan Pekerjaan Jhon LBF, Siap Bantu Ruben Onsu Bayar Kerugian Rp3,5 M
- 6 HP Realme RAM 12 GB dengan Performa Kencang, Mulai Rp2 Jutaan
- 3 Shio yang Menarik Keberuntungan Sepanjang September 2026, Hoki Sebulan Penuh
- Erick Thohir Buka Hasil Evaluasi Timnas Indonesia usai Gagal di Piala AFF 2026
- 5 Pilihan Rice Cooker Panci Keramik yang Awet, Tahan Gores, dan Mudah Dibersihkan
Pilihan
-
Sempat Serukan Serang Hercules! Admin Akun Pemukiman Setan Ditangkap Polisi karena Molotov
-
Pidato Pertama Sebagai Ketua Umum PBNU, Gus Kikin Berseloroh: Baru Dua Jam Saja
-
Jalani Ritual di Danau Sunter, WNA Aljazair Dievakuasi Setelah Dirayu 3 Jam
-
Diseret dari Gang ke Jalan! Kronologi Pedagang Cermin Tewas Dikeroyok Saat Demo Ricuh
-
Senayan Kondusif: Tol Dalam Kota Normal dan Blokade Jalan Dibuka Pasca Bentrok 27 Agustus
Terkini
-
Tunggakan Rp14,8 Miliar, 303 Pemain Belum Digaji: Ada Klub Raffi Ahmad Rans FC
-
Bukan Cuma Jadi Konsumen! DPR Ingin Indonesia Kuasai Ekosistem AI
-
Alasan Ada Agenda Lain, Anggota DPR Satori Mangkir dari Pemeriksaan KPK
-
Persib Lolos ACL Two dengan Drama! Mariano Peralta Jadi Pahlawan di Menit-Menit Akhir
-
Cegah Risiko Pidana, Pakar Sebut Pemerintah Tepat Atur Pembelian Timah Rakyat
-
Desak Pelaku Pengeroyok Bambang Setiawan Ditangkap, Wamen HAM: Harus Ditindak Tegas!
-
Dedi Mulyadi: Uang Pajak Warga Depok Siap Disulap Jadi Flyover dan Underpass
-
Setengah Karhutla Terjadi di Wilayah Korporasi yang Izinnya dari Negara!
-
Sikap Bupati Bogor Usai KPK Masuk Pemkab: Serahkan Proses Hukum dan Hargai Praduga Tak Bersalah
-
Padam Setelah 30 Jam, Kebakaran Pabrik Plastik di Serang Telan Kerugian Rp41 Miliar