Suara.com - Chelsea tidak menemukan celah pada lini pertahanan Everton ketika sang juara bertahan Liga Inggris dipaksa bermain imbang 0-0 di Goodison Park pada Sabtu (23/12/2017).
Pasukan Antonio Conte, yang tidak diperkuat pencetak gol terbanyak Alvaro Morata karena sedang menjalani skors, memainkan sebagian besar pertandingan di area pertahanan Everton dan mencatatkan 25 tembakan ke gawang berbanding lima tembakan ke gawang milik tuan rumah, namun peluang terbaik yang mereka miliki adalah ketika bola sundulan bek tuan rumah Ashley Williams mengenai tiang gawangnya sendiri saat berusaha menyapu umpan silang.
Everton kini tidak terkalahkan dalam lima pertandingan di bawah manajer baru Sam Allardyce, yang membawa klub Merseyside itu ke peringkat kesembilan setelah pada awal musim sempat terlihat akan terjebak di zona degradasi.
"Apa yang didapat dengan kerja keras tentu saja tepat. Perihal upaya, komitmen, organisasi, kami bermain melawan lima pemain depan berbakat dan memiliki sedikit keberuntungan, namun bekerja keras untuk mendapatkan hasil," kata Allardyce kepada Sky Sports.
"Hal ini mempertahankan laju tidak terkalahkan tetap terjaga, dan Anda harus menghargai satu poin dari tim-tim besar." Hasil imbang ini membuat Chelsea berada di peringkat ketiga setelah 19 pertandingan dengan 39 poin, tertinggal dua poin dari Manchester United dan tertinggal 13 poin dari pemuncak klasemen Manchester City, yang baru akan bermain pada Sabtu malam.
"Menurut saya, kami mendominasi permainan dan memiliki banyak peluang untuk mencetak gol. Menurut saya ini hasil yang tidak adil. Everton layak mendapatkan hormat namun kami layak untuk menang," kata manajer Chelsea Antonio Conte.
"Mungkin (kiper Everton) Jordan Pickford merupakan pemain terbaik untuk mereka. Merupakan hal normal untuk kehilangan poin dengan penampilan buruk namun tidak hari ini. Kami memerlukan sedikit keberuntungan." Everton berada di bawah tekanan dari awal sampai akhir pertandingan namun mampu bertahan dengan disiplin nyata -- jauh dari yang mereka lakukan pada awal musim ini ketika mereka kemasukan gol demi gol dengan mudah.
Kapten Phil Jagielka menjadi puncak penyelamatan mereka, melakukan sapuan di garis gawang untuk menggagalkan Tiemoue Bakayoko dan Willian dalam rentang waktu yang singkat pada babak pertama.
Pickford menepis upaya Pedro ke atas mistar gawang sedangkan peluang terbaik Everton di babak pertama terjadi ketika Dominic Calvert-Klein mencuri bola dari Andreas Christensen di dekat garis tepi lapangan namun rekan-rekan setimnya berada di posisi yang lebih baik, ia justru mencoba memaksimalkan kesempatan itu seorang diri.
Pickford melakukan penyelamatan-penyelamatan bagus untuk menggagalkan upaya Eden Hazard dan Pedro setelah turun minum, sedangkan Antonio Ruediger gagal menyambar peluang lain ketika Chelsea menggempur gawang lawan.
Bahkan ketika Pickford telah ditaklukkan, mistar gawang menjadi penyelamatnya untuk menggagalkan sundulan rekan setimnya Williams.
Meski menjalani seluruh pertandingan tanpa memaksa kiper Thibaut Courtois melakukan penyelamatan, Everton semestinya mampu meraih kemenangan pada menit ke-91 ketika Michael Keane lolos dari pengawalnya pada situasi tendangan sudut namun tandukannya melambung ke atas mistar gawang. (Antara)
Berita Terkait
-
Saingi Arsenal, Chelsea Ikut Ramaikan Perburuan Bintang Muda Maroko Ayyoub Bouaddi
-
Tanpa Desas-desus, Real Madrid Boyong Marc Cucurella dengan Nilai Transfer Rp1,1 Triliun
-
Joe Cole Dorong Chelsea Rekrut Marcus Rashford setelah Barcelona Mundur
-
Tersisih dari Piala Dunia, Cole Palmer dan Joao Pedro Justru Tampil di Film Confessions II
-
Mike Maignan Dibidik Chelsea, AC Milan Pasang Harga Selangit
Terpopuler
- Mengapa Pertalite Mau Dihapus?
- Apa Itu Sepatu Hybrid? Ini 5 Rekomendasi Buatan Lokal Terbaik dan Serbaguna
- Soal TNI-Komcad Dikerahkan di Demo Mahasiswa, Ini Reaksi Komisi I DPR
- Neymar Dipastikan Absen di Piala Dunia 2026, Kesalahan Pertama Ancelotti
- Motor Mirip Harley-Davidson Harga Rasa Matic: Mending Morbidelli C252V atau QJ Motor SRV250?
Pilihan
-
Aksi di DPR Memanas! Peserta Demo Cipayung Menggugat Ngaku Dianiaya Polisi usai Ditangkap
-
Wasit Liga Indonesia 'Berulah', FIFA Investigasi Kemenangan Timnas Jerman vs Curacao
-
Mahasiswa Gelar Demo di DPR, Tagih Janji 19 Juta Lapangan Kerja dan Desak Hentikan MBG
-
Mau Aksi di Patung Kuda, Mahasiswa UBK Sempat Dihadang di Tugu Tani
-
Anggaran Kunjungan Luar Negeri Prabowo Tembus Rp1,1 T! Lebih Besar dari TKD Satu Kabupaten di NTB
Terkini
-
Sabri Lamouchi dan 2 Pelatih yang Dipecat di Tengah Piala Dunia
-
FIFA Didesak Pecat Shaun Evans Usai Tunjukkan Gestur Supremasi Kulit Putih
-
Kalah 5-1, Tunisia Pecat Pelatih Sabri Lamouchi di Tengah Piala Dunia 2026
-
Amunisi Baru PSIS Semarang, Syahrian Abimanyu Resmi Berseragam Laskar Mahesa Jenar
-
Persis Solo Resmi Tunjuk Ricky Neslon Sebagai Pelatih Kepala
-
Kondisi Terkini Lamine Yamal Jelang Timnas Spanyol Hadapi Cape Verde
-
Aksi Suporter Timnas Jepang di Piala Dunia 2026 Ini Bikin Salut
-
Piers Morgan: Cuma Negara Ini yang Mampu Hentikan Timnas Inggris Jadi Juara Piala Dunia 2026
-
Jurnalis Belanda Kritik Sepak Bola Indonesia, Sebut Skuad Garuda Jadi Alat Politik Penguasa
-
3 Edisi Selalu Tepat, Matematikawan Jerman Prediksi Belanda Juara Piala Dunia 2026