Suara.com - Mantan kapten PSM Makassar, Hamka Hamzah, memutuskan meninggalkan tim berjulukan Juku Eja itu untuk kompetisi Liga 1 musim 2018.
Melalui akun Istagram pribadinya, mantan pemain Arema Cronus itu menyampaikan rasa terima kasihnya kepada CEO PSM Makassar, Munafri Arifuddin, seluruh manajemen, tim, berikut para suporter setia PSM Makassar.
"Saya mengucapkan banyak-banyak terima kasih kepada Pak Appi (sapaan akrab Munafri Arifuddin) yang tanpa dirinya maka mungkin saya tidak bisa merasakan kebahagiaan membela tim kampung halaman saya sendiri," tulis pemain yang identik dengan nomor punggung 23 itu, di akun Instagramnya, Sabtu (6/1/2018).
"Pak Appi adalah salah satu manajer terbaik yang pernah saya kenal di dunia sepak bola. Bapak juga sudah seperti kawan ataupun kakak bagi saya," lanjut dia.
Memutuskan menolak tawaran PSM Makassar untuk melanjutkan kontrak, Hamka pun sekaligus meminta maaf kepada manajemen, berikut tim dan suporter, serta masyarakat yang selama ini telah mendukung tim kebanggaan Makassar dan Sulawesi Selatan itu.
"Terima kasih atas tawaran dan penghargaan yang Pak Appi berikan kepada saya agar tetap bertahan di PSM. Tetapi saya memohon maaf yang sebesar-besarnya, saya harus pamit dengan alasan yang tidak bisa saya ungkapkan, dan saya sudah memikiran dengan matang-matang," lanjut Hamka.
Dalam kesempatan itu pula, mantan kapten Pusamania Borneo FC (PBFC) itu juga memberikan pujian dan rasa hormat kepada kebaikan yang diberikan sang bos terhadap dirinya selama berkostum PSM.
"Pak Appi adalah orang yang sangat baik. Sehat dan sukses selalu untuk bapak. Salam sayang dari saya untuk bapak," ujarnya.
Sementara di postingan kedua, Hamka pun lantas mengunggah beberapa potongan gambar yang disatukan. Postingan itu pun dilengkapinya dengan backsound lagu "Kenanglah Aku" yang dipopulerkan oleh Naff.
"Saya Hamka Hamzah pamit dan memohon maaf yang sebesar-besarnya apabila banyak kesalahan atau mengecewakan selama satu musim. Saya hanya manusia biasa yang tidak luput dari kesalahan," tulisnya.
"Terima kasih banyak saya bagi tim kebanggaan dan tanah kelahiran saya PSM Makassar, dengan berat hati saya pamit. Terima kasih satu musim yang saya tidak akan pernah saya lupakan yakni bernyanyi/berjoget bersama di tengah lapangan bareng para suporter-suporter fanatik," sambungnya lagi.
"Salam sayang dari saya Hamka Hamzah untuk semua pecinta PSM dimanapun berada," tutup mantan mantan pemain timnas tersebut. [Antara]
Berita Terkait
Terpopuler
- 4 Pompa Air Kedalaman 20 Meter ke Atas, Hemat Listrik dan Tekanan Air Stabil
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- Bedak Marcks Tabur untuk Usia Berapa? Ini Penjelasan dan 3 Pilihan Variannya
- 3 Pompa Air Otomatis untuk Sumur Dalam, Air Deras dan Mesin Awet
Pilihan
-
Pelarian Berakhir! Taufik Hidayat Penyekap dan Penyiksa Pacar 3 Tahun Ditangkap di Bandung Raya
-
UBK Nonaktifkan Ketua BEM FH dari Jabatan Usai Mengaku Terima Suap Rp20 Juta dari Oknum Polisi
-
Sisi Gelap 'Operasi Penertiban Sawit' Satgas PKH dan Tentara di Tesso Nilo
-
Pertama Kali Dalam Sejarah Piala Dunia! Badai Petir Hentikan Prancis vs Irak
-
Anak Mantan Bupati Sleman, Raudi Akmal Jadi Tersangka Korupsi Dana Hibah Pariwisata
Terkini
-
Timnas Indonesia Dipastikan Absen di Asian Games 2026, Ini Jawaban Erick Thohir
-
Cristiano Ronaldo Buang Muka Ditanya-tanya Soal Lionel Messi
-
Pertama dalam 16 Tahun, Timnas Indonesia Gagal Tampil di Asian Games, Kok Bisa?
-
Tragedi Nobar Piala Dunia 2026: Suporter Yordania Tewas Terinjak-injak
-
Ronaldo Pecah Telur di Piala Dunia 2026, Pelatih Portugal Bantah Cristiano Tengah Kejar Rekor Messi
-
Respons Berkelas Cristiano Ronaldo ke Pengkritik: Cetak Brace, Ukir 2 Sejarah!
-
Lionel Messi Tak Sanggup! Cristiano Ronaldo Cetak Rekor Fenomenal di Piala Dunia
-
Sebut Ghana 'Monster Fisik', Thomas Tuchel Ungkap Penyebab Timnas Inggris Mandul di Boston
-
Terima Kabar Duka, Didier Deschamps Tinggalkan Timnas Perancis
-
Hasil Piala Dunia 2026: Ghana Tampil Solid dan Bikin Inggris Mati Kutu