Suara.com - Persija Jakarta saat ini mendapat sorotan dari masyarakat luas, menyusul rekaman video yang ditujukan kepada Viking, basis suporter Persib Bandung. Video yang berisikan beberapa pemain Macan Kemayoran dengan kata-kata yang tidak pantas itupun viral di media sosial, dan mengundang kecaman dari banyak pihak.
Dalam rekaman tersebut, terlihat sejumlah penggawa Macan Kemayoran seperti Gunawan Dwi Cahyo, Riko Simanjuntak, dan Achmad Syaifullah. Ada beberapa pemain lainnya namun wajah mereka tidak terlihat jelas.
Dalam video tersebut terlontar kata-kata yang tidak pantas diucapkan kepada suporter Persib. Namun, belum diketahui siapa pemain yang mengucapkan kata-kata itu.
Menanggapi apa yang terjadi, pihak klub segera bereaksi. Melalui rekaman video, seluruh elemen Persija Jakarta meminta maaf kepada suporter dan keluarga besar Persib Bandung.
Video permintaan maaf itu diunggah di akun Instagram Persija Jakarta, @persijajkt.
“Saya Ismed Sofyan sebagai kapten tim dan saya Bambang Pamungkas mewakili keluarga besar Persija memohon maaf karena telah menyinggung hati, perasaan dari seluruh suporter dan seluruh keluarga Persib Bandung."
"Apa yang terjadi di dalam video bukanlah kesengajaan namun demikian tidak juga dapat dikatakan benar. Oleh karena itu dengan hati yang tulus kami memohon maaf yang sebesar-besarnya. Semoga kejadian ini bisa menjadikan pelajaran bagi kita semua,” kata Ismed Sofyan dan Bambang Pamungkas yang didampingi seluruh penggawa Persija.
Direktur Utama Persija Gede Widiade mengatakan bakal menindak tegas pemain yang terbukti mengatakan kata-kata tidak pantas tersebut. Namun, hingga saat ini belum diketahui sanksi apa yang diberikan kepada pelaku.
Sementara itu, Pelatih Persija Stefano Cugurra Teco mengingatkan kepada para pemainnya agar memetik pelajaran dari kejadian ini. Tidak hanya itu, pelatih asal Brasil ini juga meminta para pemain berhati-hati dalam menggunakan media sosial.
Baca Juga: Pembakar Mobil dan Pos Pemuda Pancasila di Bekasi Masih Misterius
“Tentunya kejadian ini harus diambil pelajaran agar pemain tidak boleh mengulangi lagi karena mereka adalah pemain profesional yang bersinggungan dengan klub. Tidak hanya itu pemain juga harus berhati-hati dalam menggunakan media sosial,” ujar Teco.
Berita Terkait
-
Kasus Robert Alberts Belum Beres, Manajemen Persib Buka Suara Soal Sanksi FIFA
-
Shin Tae-yog Boyong Persija TC ke Thailand, Satu Pemain Keturunan Ditinggal Gegara Ini
-
3 Pemain Baru Persija Jakarta Bocor, Ada Asing dan Naturalisasi
-
Viral Kurir SPX Express Kembalikan Uang Rp92 Juta, Ini Sosok di Balik Itikad Jujurnya
-
Heboh Pajak Rumah Kontrakan Berlaku 2027, DJP Klaim Bukan Hal Baru
Terpopuler
- 10 Pantangan Feng Shui Rumah yang Sebaiknya Dihindari, dari Pintu hingga Kamar Mandi
- 3 HP Xiaomi RAM 8 GB Murah di Bawah Rp1 Juta, Ini Pilihannya
- 4 Rekomendasi Merk Rice Cooker yang Awet dan Bagus untuk Pemakaian Jangka Panjang
- Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
- Feng Shui Rumah Menghadap Utara, Lakukan 4 Tips Ini agar Energi Seimbang dan Bawa Hoki
Pilihan
-
Sudah Dibangun Sejak 2023, Sejauh Mana Bibit Sriwijaya Kemampo Pulihkan Hutan Sumsel?
-
Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
-
100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI
-
Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar
-
Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
Terkini
-
Pinka Harprani Dilantik Megawati Pimpin Sayap Partai TMP, Bawa Misi Gaet Suara Anak Muda
-
Rawat Alam di Tengah Aktivitas Industri, Kilang Plaju Konsisten Lestarikan Keanekaragaman Hayati
-
6 Tanda-Tanda Rumah Memiliki Energi Positif Chi yang Membuat Penghuni Tenang
-
Indonesia Dikelilingi Api: 107 Ribu Hektare Terbakar, Mengapa Karhutla Sulit Dipadamkan?
-
Membongkar Dosa Besar Para Anak Rantau Lewat Lagu Sesi Potret
-
1.400 Pekerja Sumsel Kena PHK, Mayoritas Tanpa Perselisihan, Ada Apa?
-
Bareng Baba Lili Tata, Kenalkan Gaya Hidup Aktif pada Anak Sambil Eksplorasi Jakarta
-
Period Poverty dalam Ketimpangan Kelas: Menggugat Hak Dasar Tubuh Perempuan
-
Derita Pekerja asal Jambi, Cacat Permanen Akibat Kecelakaan Kerja di Kampar
-
Gus Alex Didakwa Terima USD 5,2 Juta di Korupsi Kuota Haji