Suara.com - Sriwijaya FC berhasil memetik poin penuh atas tamunya PSIS Semarang dalam lanjutan Liga 1 2018 pekan ke-10. Dalam laga yang berlangsung di Stadion Gelora Sriwijaya Jakabaring, Palembang, Sumatera Selatan, Selasa (22/5/2018), Laskar Wong Kito yang tampil penuh percaya diri di depan publiknya sendiri melumat PSIS Semarang dengan skor telak 4-0.
Dalam pertandingan tersebut, Sriwijaya yang mendapat serangan kejutan dari penyerang PSIS Semarang, Hari Nur Yulianto, nyaris kebobolan di awal laga. Beruntung, bola hasil sepakan Yulianto yang menyusur tanah di menit ke-2 masih melebar di sisi kiri gawang SFC yang dikawal Teja Paku Alam.
Usai serangan itu, penggawa SFC yang digalang trio Beto Gonzalves, Esteban Viscara dan Manucher Jalilov memberikan serangan balasan secara sporadis.
Hasilnya, sepakan keras Adam Alis di menit ke-6 masih membentur badan pemain PSIS Semarang. Tidak sampai disitu, serangan sporadis yang digalang Ndiaye pun masih melambung di mistar gawang Aji Bayu Putra.
Jual beli serangan di antara kedua tim terus terjadi selama babak pertama. PSIS Semarang pun terus menunjukkan tajinya. Striker PSIS Semarang, Bruno Silva dan Hari Nur Yulianto berulang kali mengancam gawang Teja Paku Alam.
Keran gol tuan rumah baru terbuka saat umpan silang terukur Alberto Gonzalvez ditanduk keras sang Kapten, Hamka Hamzah di menit 50. Sriwijaya unggul 1-0.
Beruntun, dari tendangan sudut Konate Makan berhasil dimaksimalkan, Mahamdou Ndiaye di menit 55 dan 69. Beto Gonzalves juga tidak ketinggalkan menyumbang satu gol untuk menutup pesta gol Sriwijaya ke gawang PSIS.
Hingga peluit akhir dibunyikan wasit Darma Santoso Gulo, skor 4-0 untuk kemenangan tuan rumah tetap bertahan.
Baca Juga: Gagal Sumbang Angka, Marcus: Lawan Sebenarnya Tak Berbahaya
Dengan tambahan tiga poin, Laskar Wong Kito beranjak ke posisi tiga klasemen sementara Liga 1 dengan 16 poin. Sedangkan PSIS masih terpuruk di dasar klasemen dengan delapan poin dari 10 pertandingan. [Andhiko Tungga Alam]
Berita Terkait
-
Alex Noerdin Wafat, 3 Jejaknya di Sepak Bola: Dari Sriwijaya FC hingga Coba Datangkan Ronaldinho
-
Philippe Coutinho Putus Kontrak dengan Vasco da Gama Usai Dicemooh Suporter, Minat ke Liga 1?
-
Ramadan Tetap Maksimal, PSIM Yogyakarta Sesuaikan Jadwal Latihan
-
Viral Pemain Timnas Indonesia Diduga Banting dan Cekik Pacar, Clue Away ke Jogja 6 Februari
-
Ramadhan Sananta Bidik Jalan Pulang ke Liga 1, Persebaya Surabaya Siap Menampung?
Terpopuler
- Apakah Jateng Tak Punya Gubernur? Ketua TPPD: Buktinya Pertumbuhan Ekonomi Jateng Nomor Dua di Jawa
- DPR akan Panggil Kajari Batam Buntut Tuntutan Mati ABK Pembawa 2 Ton Sabu, Ada Apa?
- 6 Fakta Mencekam Pembacokan di UIN Suska Riau: Pelaku Sempat Sandera Korban di Ruang Seminar
- Mahasiswi Tergeletak Bersimbah Darah Dibacok Mahasiswa di UIN Suska Riau
- HP yang Awet Merek Apa? Ini 6 Rekomendasi Terbaik dengan Performa Kencang
Pilihan
-
Iran Klaim 200 Tentara Musuh Tewas, Ali Khamenei Masih Hidup
-
Israel Klaim Ali Khamenei Tewas, Menlu Iran: Ayatollah Masih Hidup
-
Jenderal Iran: Trump Harus Tahu, Hari Ini Kami Baru Tembakkan Rudal Stok Lama
-
Israel Klaim Menhan Iran dan Komandan Garda Revolusi Tewas, Nasib Khamenei Masih Misterius
-
Menlu Iran: Demi Allah! Kami Akan Balas Kematian 51 Siswi SD yang Dibantai Israel - AS
Terkini
-
Piala Dunia 2026 Terancam, FIFA Respons Serangan AS-Israel ke Iran
-
Serangan AS-Israel ke Iran: Dentuman Keras di Riyadh, Bagaimana Nasib Cristiano Ronaldo?
-
Penyelamatan Krusialnya Jadi Kunci, Lille Pamerkan Aksi Heroik Calvin Verdonk
-
Terungkap! Maarten Paes Blak-blakan Soal Peran Penasihat Teknis PSSI di Balik Transfernya ke Ajax
-
Alasan Ivar Jenner Tiba-tiba Absen dari Skuad Dewa United, Dibekap Cedera?
-
Serangan AS-Israel: Liga Iran Resmi Dihentikan, Pemain Asing Pilih Angkat Kaki
-
Media Italia Klaim Jay Idzes Sebagai Rekrutan Terbaik Sassuolo Musim Ini
-
Maarten Paes Gantungkan Harapan ke John Herdman: Timnas Indonesia Harus Naik Level Dunia
-
Viking Ajak 193 Anak Yatim Nonton Persib, Doa Jadi Kekuatan Tambahan
-
Nova Arianto Gelar TC Timnas Indonesia U-20, Muncul Penyerang Keturunan Australia