Bola / Bola Indonesia
Kamis, 14 Mei 2026 | 18:31 WIB
Konferensi Pers Lisensi Klub I.League. [Suara.com/Adie prasetyo Nugraha]
Baca 10 detik
  • I.League mengumumkan 17 dari 18 klub Super League musim 2025/2026 berhasil lolos proses lisensi klub resmi.
  • PSBS Biak gagal memenuhi kriteria kategori A wajib sehingga terancam sanksi pengurangan poin pada musim mendatang.
  • Pihak operator kompetisi memberikan kesempatan kepada PSBS Biak untuk mengajukan banding atas hasil evaluasi lisensi tersebut.

Suara.com - ILeague, selaku operator kompetisi resmi mengumumkan hasil club licensing untuk musim 2025/2026. Dari total 18 peserta Super League,  cuma PSBS Biak yang gagal lolos.

Klub berjuluk Badai Pasifik itu menjadi satu-satunya peserta yang tidak mampu memenuhi seluruh persyaratan wajib dalam proses evaluasi.

Direktur Operasional I.League, Asep Saputra, menjelaskan bahwa kegagalan tersebut terjadi karena adanya beberapa kriteria kategori A yang tidak berhasil dipenuhi oleh klub asal Papua tersebut.

Adapun katergori A yang tidak dijelaskan secara detail sangat wajib dipenuhi oleh setiap tim.

"Dari 18 klub BRI Super League 2025/2026, untuk regulasi national licensing itu ada 17 yang granted. Satu klub gagal karena ada beberapa poin kriteria yang kategorinya A atau yang wajib terpenuhi tidak berhasil terpenuhi, klub itu adalah PSBS Biak," ujar Direktur Operasional I.League, Asep Saputra, dalam sesi konferensi pers di Jakarta, Rabu (13/5/2026).

Pertandingan BRI Super League Pekan ke-18 antara Persib Bandung vs PSBS Biak di Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA), Minggu (25/1/2026). [Suara.com/Rahman]

Kegagalan lolos licensing itu berpotensi membawa dampak serius bagi PSBS Biak pada musim depan. Salah satu sanksi yang mungkin diterapkan adalah pengurangan poin saat kompetisi 2026/2027 dimulai.

Meski demikian, pihak operator kompetisi masih membuka ruang banding bagi klub yang dinyatakan tidak lolos lisensi.

"Ada konsukuensi sanksi pengurangan poin, klub sudah ada keputusan itu. Ketika kami merilis musim baru, bisa ada tim yang memulai dengan minus poin. Tapi tetap ada fase banding," jelasnya.

Musim 2025/2026 memang menjadi periode berat bagi PSBS Biak. Tim tersebut harus menjalani laga kandang di Sleman karena belum bisa menggunakan markas asli mereka di Biak Numfor.

Baca Juga: Super League Terapkan Skema Liga Inggris Soal Pembagian Pendapatan Dana Siaran Klub

Situasi itu diperparah dengan persoalan finansial yang memengaruhi performa tim sepanjang musim. 

Setelah sempat bersaing di papan tengah klasemen, PSBS Biak perlahan terpuruk hingga masuk zona degradasi.

Kini, klub Badai Pasifik bahkan terancam menutup musim sebagai juru kunci Super League 2025/2026. 

Hingga menyisakan dua pertandingan, PSBS Biak baru mengoleksi 18 poin dan sudah dipastikan turun kasta.

Load More