Suara.com - Persija Jakarta akan menghadapi Persipura Jayapura dalam laga pekan 10 Liga 1 2018 di Stadion Pakansari, Cibinong, Bogor, Jumat (25/5/2018). Laga ini menjadi misi berat Macan Kemayoran bangkit dari keterpurukan.
Sebagaimana diketahui, saat ini Persija berada di zona merah klasemen Liga 1 2018. Itu setelah menelan dua kali kekalahan di Liga 1 dari Madura United dan Persela Lamongan.
Rentetan hasil buruk itu belum dijumlah dua kekalahan di ajang Piala AFC 2018 dari Home United. Itu berarti, Ismed Sofyan dan kawan-kawan kalah dalam empat laga secara beruntun.
Persipura tentu bukan lawan yang mudah untuk dikalahkan oleh Persija. Sebagai pemuncak klasemen, Mutiara Hitam tentu tidak ingin kehilangan poin.
Lima kemenangan ditambah dua hasil seri serta dua kekalahan dalam sembilan laga mengantarkan skuat Mutiara Hitam kembali merajai klasemen. Tampil dengan persiapan apa adanya dibandingkan peserta lain, Persipura tetap menunjukkan sebagai kandidat juara musim ini.
Namun, Persija tidak pantang menyerah melawan tim dengan mental seperti Persipura. Tim kesayangan Jakmania tetap menargetkan tiga poin demi bangkit dari zona degradasi.
"Mereka tim kuat sekarang nomor satu di Liga 1. Kami harus kerja ekstra keras," kata Pelatih Stefano Cugurra Teco.
Nama besar Persipura tidak membuat anak-anak di Persija merasa takut. Yang penting adalah semangat kerja keras demi mendapatkan tiga poin.
Hal itu ditunjukkan oleh Daryono. Sebagai pengganti Andritany Ardhiyasa di bawah mistar gawang, sang kiper percaya bisa bermain tanpa beban melawan tim sekelas Persipura.
"Kami siap main. Lawan kami di papan atas, tapi kami tim besar dan kami tidak takut," ujar Daryono.
Persipura dalam kepercayaan diri bagus setelah meraih kemenangan besar 6-0 atas Madura United. Namun, Persipura tak akan diperkuat pemain seperti duo pemain muda Todd Rivaldo dan Gunansar Mandowen.
Akan tetapi, absen dua pemain itu tidaklah berpengaruh banyak. Apalagi Boaz Solossa dan kawan-kawan sedang termotivasi mengalahkan Persija.
Apabila menang, Persipura sekaligus memutus rekor tak pernah mendapat tiga poin di tandang. Oleh karenanya, kemenangan harga mati bagi skuat asuhan Peter Butler itu.
Berita Terkait
-
John Herdman Puji Kualitas Teknis Rayhan Hannan, Begini Kata-katanya
-
Panggilan Timnas Indonesia Jadi Momentum Rayhan Hannan Unjuk Kualitas di SUGBK?
-
Allano Lima Tinggalkan Persija Jakarta, Minta Maaf Gagal Persembahkan Gelar Juara
-
Witan Sulaeman Buka Suara Usai Disebut Bakal Gabung Garudayaksa FC
-
Rizky Ridho hingga Beckham Putra Disanksi Komdis PSSI usai Duel Panas
Terpopuler
- 5 Sunscreen Lokal untuk Hempas Flek Hitam, Lengkap dengan Review dan Harganya
- Sepatu Lari Cocok untuk Jalan Kaki? Ini 3 Sepatu Terbaik Menurut Pakar Beserta Harganya
- 5 Motor yang Jadi Mimpi Buruk Mekanik, Montir Langsung Pura-Pura Sibuk
- realme C100i Jadi Andalan Anak Muda, Baterai Awet 6 Tahun dan Reverse Charging
- Akhir Dilema PCX vs Vario: Skutik Baru Honda Hadir Bawa Kamera Dashcam dan Mesin Lebih Buas
Pilihan
-
Prabowo Copot Dadan Hindayana, Nanik S Dayang Resmi Jadi Kepala BGN!
-
674 Korban Kebakaran Kemayoran Mengungsi, Posko Bantuan dan Layanan Kesehatan Disiagakan
-
Kebakaran Kemayoran: Ratusan KK Terdampak, Korban Dievakuasi ke RS Hermina
-
Atma Jaya Yogyakarta Temukan Empat Mahasiswa Terlibat Kasus Riset AI, Kampus Siapkan Sanksi
-
Prabowo: Kalau Kita Lapar, Tidak Ada Bangsa Lain yang Kasihan dan Bantu
Terkini
-
Liverpool Berduka, Kenny Dalglish Berjuang Melawan Kanker di Usia 75 Tahun
-
Popularitas Timnas Indonesia Menurun, John Herdman Diminta Benahi 'Kekacauan' Pasca Kluivert
-
10 Pemain Tertua yang Cetak Gol di Piala Dunia: Rekor Masih Punya Eks Bomber Liga Indonesia
-
Susahnya Masuk AS! Timnas Afsel Berangkat ke Piala Dunia 2026 Tanpa Asisten Pelatih
-
Laga Iran Dijaga Ekstra Ketat, Los Angeles Siapkan Pengamanan Khusus di Piala Dunia 2026
-
FIFA Kirim Surat Khusus untuk Persib Bandung, Apa Isinya?
-
Misi Mustahil Thomas Tuchel? Memetakan Jalur Terjal Inggris Menuju Takhta Piala Dunia 2026
-
Bukan Hadiah, Ini Misi PSSI Agar Timnas Indonesia Juara Piala AFF 2026
-
Hwang In Beom Menjadi Kunci Krusial Lini Tengah Korea Selatan di Piala Dunia 2026
-
Alasan Mees Hilgers Ikut TC Timnas Indonesia Meski Tak Dipanggil John Herdman