Suara.com - Kiper tim nasional Kolombia, David Ospina tak ingin meremehkan Jepang di Piala Dunia 2018. Menurutnya, tim berjuluk Samurai Biru itu bisa menyulitkan Kolombia.
Los Cafeteros - julukan timnas Kolombia - akan memulai kiprahnya di Rusia saat melakoni pertandingan penyisihan Grup H menghadapi Jepang di Mordovia Arena, Saransk, Selasa (19/6/2018) malam, pukul 19.00 WIB.
"Kami sudah pernah bermain melawan Jepang. Mereka adalah tim yang bagus dengan keterampilan teknis yang baik," kata Kiper Arsenal seperti dilansir dari FourFourTwo, Selasa (19/6/2018).
"Jepang banyak memberi perhatian pada detail dan itulah mengapa kami akan bermain melawan tim tangguh," kata Ospina.
Sebelum bentrok malam nanti, dilansir dari situs resmi FIFA, Kolombia dan Jepang sudah bertemu sebanyak tiga kali yakni di Piala Konfederasi 2003, laga uji coba pada 2007, serta di Piala Dunia 2014.
Dari ketiga pertemuan itu, Kolombia tak pernah kalah sekalipun dengan catatan dua kali menang dan sisanya imbang. Bahkan pada pertemuan terakhir di Piala Dunia 2014 Brasil, Kolombia mampu membantai Samurai Biru 4-1.
Meski punya catatan apik perihal head to head kontra Jepang, David Ospina urung jemawa. Dirinya menyebut semua pertandingan di Piala Dunia tak akan mudah dimenangi, apalagi pertandingan pertama di babak grup.
"Kami tahu betapa pentingnya pertandingan ini dan kami berharap bisa menjalaninya dengan baik," tutur Ospina.
Tag
Berita Terkait
-
Bukan Sekadar Taktik Pochettino! AI Kunci Sukses Timnas AS di Piala Dunia 2026
-
Tak Takut dengan Rudal Israel, Warga Lebanon Pesta Kembang Api Rayakan Kemenangan Brasil
-
Iman Islam Jadi Alasan Djed Spence Tolak Jabat Tangan Terduga Pemerkosa Thomas Partey
-
Hong Myung-bo Akui Kesalahan Strategi Usai Korea Selatan Takluk dari Afrika Selatan
-
Timnas Iran Keluhkan Perlakuan Pejabat AS, Perjalanan Tim ke Seattle Sempat Tertunda
Terpopuler
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- 4 Genset Mini Portable Praktis dan Senyap, Solusi Saat Mati Listrik
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- Ikuti Jejak Hotel Sultan, Otto Hasibuan Diminta Ikhlas Lepas Lapangan Golf Ottolima ke Negara
- Isu Rapat Khusus Berisi Perintah Awasi Gibran, Gerindra Sebut Hanya Mengawasi Harga Sembako
Pilihan
-
Program Ayah Ambil Rapor Tuai Dilema, Anak Yatim hingga Buruh Harian Punya Cerita Berbeda
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
Terkini
-
AFC Ajax Boyong Marc-Andre ter Stegen, Maarten Paes Dibuang?
-
Duka Mendalam Klub Juara Liga Champions untuk Korban Gempa Venezuela
-
Strategi Keliru Hong Myung-Bo, Korea Selatan Terancam Angkat Koper Lebih Cepat dari Piala Dunia 2026
-
Mourinho Minta Real Madrid Bajak Fernandez, Los Blancos Tak Sanggup Bayar
-
Bukan Sekadar Taktik Pochettino! AI Kunci Sukses Timnas AS di Piala Dunia 2026
-
Kegocek Wagub Jabar! Dirumorkan ke Persib, Jese Perpanjang Kontrak di Las Palmas
-
Socceroos Hadapi Paraguay Tanpa Bek Kanan Murni, Jacob Italiano Cedera
-
Tak Takut dengan Rudal Israel, Warga Lebanon Pesta Kembang Api Rayakan Kemenangan Brasil
-
Arsenal Mengintai, Tottenham Menawar, MU Bajak Sandro Tonali dengan Mahar Rp1,7 T
-
Iman Islam Jadi Alasan Djed Spence Tolak Jabat Tangan Terduga Pemerkosa Thomas Partey