Suara.com - Maroko membuat Spanyol bermain imbang 2-2 di laga terakhir di Grup B Piala Dunia 2018. Meski gagal lolos ke babak 16 besar namun pelatih Herve Renard tetap memuji performa skuatnya selama penampilan mereka di Rusia.
Maroko memang telah dipastikan gagal ke babak fase knock out setelah kalah di dua laga awal Grup B. Tim berjuluk Lions de l'Atlas ini akhirnya bisa pulang dengan membawa satu poin setelah imbang 2-2 melawan Spanyol.
Perlawanan sengit yang ditunjukkan oleh Maroko melawan Spanyol di Kaliningrad Stadium, Selasa (26/6/2018) dini hari WIB memang cukup mengejutkan dan memaksa Spanyol harus bekerja keras hingga di akhir laga.
Maroko sempat dua kali memimpin lewat gol Khalid Boutaib dan Youssef En-Nesyri. Sementara Spanyol membalasnya lewat gol Isco dan Iago Aspas yang disahkan setelah hasil review VAR (Video Assistant Referee) di akhir laga.
Pelatih Maroko Herve Renard pun tahu bahwa tidak mudah menghadapi Spanyol dengan pemain top dan berkualitas. Renard pun memuji perjuangan para pemainnya bukan hanya melawan Spanyol namun selama tampil di Piala Dunia.
"Kami menderita, karena setiap tim yang bermain melawan Spanyol akan menderita, karena line-up mereka adalah campuran dari Real Madrid dan pemain Barcelona - semua luar biasa," ungkap Renard seperti dilansir Bbc.
"Tapi saya pikir para pemain kami, seluruh tim, harus dipuji untuk pertandingan ini dan juga seluruh Piala Dunia. Kami kurang sedikit pengalaman dan ada pertandingan yang seharusnya kami meraih hasil lebih baik."
"Tapi kami telah menunjukkan bahwa kami dapat menghadapi dua tim terbaik di dunia, Portugal dan Spanyol, dan mewakili Maroko dengan baik," pungkas Renard.
Berita Terkait
-
Anak Imigran Afrika-Maroko Jebol Perbatasan Ceuta Spanyol Terancam Pelecehan dan Kekerasan
-
Satu per Satu Kedoknya Dibongkar! Infantino Suap Maroko, Iming-imingi Final Piala Dunia
-
Menakar Skenario Gila: Bisakah WNI Tiru Warga Maroko yang Kabur Lewat Laut?
-
Sejarah Ceuta, Enklave Spanyol di Afrika Utara Jadi 'Surga' Warga Maroko
-
72 Orang Tewas Terobos Perbatasan Maroko - Ceuta Spanyol, 1.000 Korban Luka
Terpopuler
- 6 HP Samsung Rp2 Jutaan Terbaik: Kamera Tajam, NFC hingga Koneksi 5G
- 7 Lukisan Pembawa Hoki Menurut Feng Shui untuk Dipajang di Ruang Tamu
- 3 HP Infinix Memori 256 GB dan NFC Harga Rp1 Jutaan, Solusi Multitasking hingga Gaming
- 12 Sepeda Gunung United Detroit Lengkap dengan Harga dan Spesifikasinya
- Sepeda Gunung Apa yang Bagus dan Murah? Ini 7 Rekomendasi Terbaik untuk Pemula
Pilihan
-
Sudah Dibangun Sejak 2023, Sejauh Mana Bibit Sriwijaya Kemampo Pulihkan Hutan Sumsel?
-
Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
-
100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI
-
Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar
-
Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
Terkini
-
Program Cetak Sawah Berhadapan dengan Karhutla, Api Membakar Lahan di Muara Enim
-
Kebakaran Bromo Meluas hingga 520 Hektare, Destinasi Wisata Probolinggo Disebut Masih Aman
-
Pernah Jadi Anak Buah Nadiem, Pakar Minta Kejagung Ganti Jaksa Chatarina di Kasus Eks Jampidsus
-
Puluhan Kios di Bawah Jembatan Babat Terbakar, Polisi Selidiki Dugaan Pembakaran Sampah
-
30 Ribu Kopdes Merah Putih Dikebut Sebelum 17 Agustus, Siapa yang Akan Mengelola?
-
Bangga! Prestasi Apik Ditorehkan Kevin Diks di Awal Musim Bundesliga 2026/2027
-
Prabowo Puji Sepatu Inovasi BRIN Berbahan Limbah Sawit, Harganya Cuma 60 Ribuan!
-
Gudang Sekolah di Penjaringan Terbakar, 70 Petugas Dikerahkan
-
Review Almarhum: Sinematografi Thriller Misteri Bernyawa Kearifan Lokal
-
Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo