Suara.com - Pelatih veteran asal Swedia yang pernah membesut Timnas Inggris, Sven-Goran Eriksson, memiliki keyakinan jika negaranya bisa mengalahkan Three Lions -julukan Timnas Inggris. Kedua negara memang akan saling bentrok dalam laga perempat final Piala Dunia 2018 di Samara Arena, Saransk, Sabtu (7/7/2018) malam WIB.
Eriksson berkeyakinan Swedia kini tengah berada dalam performa puncak mereka. The Blue-Yellow -julukan Swedia- sendiri kini tengah memburu tiket semifinal Piala Dunia pertama mereka sejak 1990.
Swedia memang tampil oke sepanjang Piala Dunia 2018. Victor Lindelof dan kolega menjuarai Grup F, menyingkirkan juara bertahan turnamen Jerman. Sementara di babak 16 besar, mereka menyingkirkan Swiss.
Eriksson sendiri mencoba memberikan prediksinya untuk laga Swedia kontra Inggris. "Inggris akan berjuang untuk mencetak gol lawan Swedia," buka Eriksson kepada Expressen.
"Mereka akan lebih ofensif. Namun, saya yakin ini akan menjadi kemenangan Swedia. Dan, sebagai orang Swedia, harapan saya adalah bersama Swedia. Melihat bagaimana mereka bermain sekarang ini, saya yakin mereka bisa terus melaju," jelas pria berusia 70 tahun itu.
"Apakah saya akan ada di sana, menonton langsung pertandingan di stadion? Saya belum memutuskan, tapi saya akan sangat antusias menantikan pertandingan ini. Itu akan menjadi perempat final Piala Dunia yang fantastis, perjuangan yang sulit dan keras di antara Swedia dan Inggris." tukasnya.
Eriksson sendiri menangani Inggris di tiga turnamen besar pada periode 2001-2006. Ia menjadi orang asing pertama yang ditunjuk sebagai pelatih kepala Negeri Ratu Elizabeth.
Berita Terkait
-
Tertangkap Aksi Tutup Mulut, Ini Alasan Jude Bellingham Tak Dikartu Merah
-
Heboh Pub Favorit Pendukung Skotlandia di Boston Tutup Saat Hari Pertandingan Inggris
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
-
Harry Kane Ungkap Masalah Utama Inggris Usai Ditahan Ghana di Piala Dunia 2026
-
5 Fakta Menarik Inggris Ditahan Ghana, Rekor Penguasaan Bola Tak Berbuah Kemenangan
Terpopuler
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- 4 Genset Mini Portable Praktis dan Senyap, Solusi Saat Mati Listrik
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- Ikuti Jejak Hotel Sultan, Otto Hasibuan Diminta Ikhlas Lepas Lapangan Golf Ottolima ke Negara
- Isu Rapat Khusus Berisi Perintah Awasi Gibran, Gerindra Sebut Hanya Mengawasi Harga Sembako
Pilihan
-
Program Ayah Ambil Rapor Tuai Dilema, Anak Yatim hingga Buruh Harian Punya Cerita Berbeda
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
Terkini
-
AFC Ajax Boyong Marc-Andre ter Stegen, Maarten Paes Dibuang?
-
Duka Mendalam Klub Juara Liga Champions untuk Korban Gempa Venezuela
-
Strategi Keliru Hong Myung-Bo, Korea Selatan Terancam Angkat Koper Lebih Cepat dari Piala Dunia 2026
-
Mourinho Minta Real Madrid Bajak Fernandez, Los Blancos Tak Sanggup Bayar
-
Bukan Sekadar Taktik Pochettino! AI Kunci Sukses Timnas AS di Piala Dunia 2026
-
Kegocek Wagub Jabar! Dirumorkan ke Persib, Jese Perpanjang Kontrak di Las Palmas
-
Socceroos Hadapi Paraguay Tanpa Bek Kanan Murni, Jacob Italiano Cedera
-
Tak Takut dengan Rudal Israel, Warga Lebanon Pesta Kembang Api Rayakan Kemenangan Brasil
-
Arsenal Mengintai, Tottenham Menawar, MU Bajak Sandro Tonali dengan Mahar Rp1,7 T
-
Iman Islam Jadi Alasan Djed Spence Tolak Jabat Tangan Terduga Pemerkosa Thomas Partey