-
Inggris gagal ke final Piala Dunia akibat gol telat Lautaro Martinez pada menit ke-92.
-
Perdana Menteri Sir Keir Starmer dan Pangeran William mengaku sangat kecewa atas kekalahan tersebut.
-
Taktik bertahan Thomas Tuchel menuai kritik keras dari Wayne Rooney dan Joe Hart.
Suara.com - Keputusan taktis Thomas Tuchel dalam laga semifinal melawan Argentina memicu gelombang kritik setelah Timnas Inggris tersingkir secara tragis. Kegagalan ini menggagalkan mimpi besar publik Britania Raya untuk menyaksikan tim nasional mereka mengangkat trofi Piala Dunia 2026.
Kekalahan dramatis tersebut langsung memicu respons emosional dari para pemimpin dan tokoh penting di Inggris. Mereka tidak dapat menyembunyikan rasa kecewa yang mendalam atas hasil akhir pertandingan tersebut.
Sorotan tajam kini tertuju pada perubahan strategi di atas lapangan yang dianggap mematikan momentum kemenangan. Banyak pihak menilai pendekatan pragmatis di menit-menit krusial justru menjadi blunder fatal bagi skuad Tiga Singa.
Perdana Menteri Sir Keir Starmer secara terbuka mengungkapkan rasa terpukulnya setelah menyaksikan laga krusial tersebut. Melalui media sosial, ia memberikan apresiasi tinggi terhadap perjuangan keras yang telah ditunjukkan oleh seluruh pemain.
"Sangat kecewa. Malam ini bukanlah hasil yang kita semua harapkan, tetapi tim Inggris ini telah memberikan segalanya. Semangat dan energi yang mereka tunjukkan saat mewakili lambang negara telah membuat kita semua bangga," tulis Sir Keir Starmer di akun X miliknya, dikutip dari LBC.
Pangeran William selaku Prince of Wales juga turut menyampaikan pesan emosional demi membesarkan hati para pemain. Sambil menahan kekecewaan, sang pangeran tetap mengapresiasi integritas dan kolektivitas tim selama turnamen berlangsung.
"Sangat kecewa. Inggris, kalian memberikan segalanya dan kami semua sangat bangga dengan kalian. Terima kasih kepada semua orang di dalam dan di luar lapangan, untuk turnamen yang luar biasa. Perjuangan dan keyakinan yang kalian tunjukkan telah menginspirasi kami semua. Tim Inggris paling lengkap dalam sebuah turnamen. Tegakkan kepala kalian."
Harapan besar publik Inggris sejatinya sempat membubung tinggi sepanjang waktu normal pertandingan berjalan. Namun, sundulan mematikan Lautaro Martinez pada menit ke-92 mengubur mimpi tersebut dan membawa Argentina melaju ke final berturut-turut.
Padahal, gol pembuka dari Anthony Gordon sempat membawa asa baru bagi Inggris sejak awal laga. Gol tersebut sempat mendekatkan mereka pada final Piala Dunia pria pertama sejak kejayaan historis tahun 1966.
Baca Juga: Fakta Menarik Hasil Argentina vs Inggris di Piala Dunia 2026 Tadi Pagi
Legenda sepak bola Wayne Rooney menjadi salah satu sosok yang paling vokal mengkritik pergantian strategi di babak kedua. Mantan penyerang Manchester United ini menilai perubahan tersebut justru meruntuhkan mentalitas menyerang yang sudah terbangun.
"Jika Anda adalah pemain menyerang di lapangan itu dan Anda unggul 1-0 lalu melihat perubahan yang dilakukan manajer, Anda kehilangan keyakinan, hanya ada beberapa kali Anda bisa lolos dari hal itu. Kemudian Anda mulai berpikir, oh tidak, kita akan bertahan selama ini, bagaimana kita akan melewati ini?" kata Wayne Rooney.
Mantan penjaga gawang Joe Hart juga memberikan analisis serupa dengan membandingkan dinamika taktik era sekarang dan sebelumnya. Ia melihat adanya kemiripan pola pragmatis saat tim sudah berada dalam posisi unggul di laga besar.
"Saya pikir Gareth Southgate akan berada di rumah menyaksikan pertandingan ini, dia menerima banyak kritik ketika menghadapi momen-momen besar bersama Inggris saat mereka unggul dan dalam pertandingan besar tentang taktik bertahan total. Saya tidak melihat ada yang berubah dalam momen besar di luar sana. Thomas Tuchel, terlepas dari semua pujian yang telah kita berikan kepadanya, dengan dia mengubahnya secepat yang dia lakukan, saya pikir dia menyadari bahwa itu adalah caranya mengatakan dia tidak percaya pada timnya, dia tidak berpikir mereka bisa memberikan pukulan lagi kepada Argentina," kata Joe Hart.
Secara historis, keputusan manajer Inggris dalam mempertahankan keunggulan di turnamen mayor selalu menjadi bahan perdebatan panjang. Pendekatan bertahan yang terlalu dini kerap kali menjadi bumerang ketika menghadapi tim dengan kreativitas tinggi seperti Argentina.
Kini, penunjukan Thomas Tuchel yang awalnya diharapkan membawa perubahan radikal justru berakhir dengan catatan evaluasi serupa. Publik sepak bola Inggris kembali harus menunggu lebih lama untuk menyudahi puasa gelar internasional mereka.
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 HP Murah dengan NFC Harga Rp1 Jutaan untuk Multitasking dan Transaksi Cashless Lancar
- 11 Merek Sepatu Lari Buatan Indonesia yang Populer, Kualitas Lokal Tak Bisa Diremehkan
- 6 Shio yang Menarik Keberuntungan 14 Juli 2026, Banyak Teka-teki Akhirnya Terjawab
- Bagaimana Dody Hanggodo Memanfaatkan Kekuasaannya sebagai Menteri di Kementerian PU
- Eks Jampidsus Febrie Adriansyah Potensi Menang Praperadilan: Siasat Redam Konflik Polri-Kejagung
Pilihan
-
Isu Mutasi Besar-besaran di Kementerian PU Buntut Dokumen Menteri Dody Tersebar
-
Gianni Infantino Resmi Digugat! Hubungan Gelap dengan Donald Trump Dibongkar
-
Niat Hindari Ribut dengan Alasan Beli Kuota, Pria Palembang Malah Dikejar dan Ditembak
-
Kejagung Akhirnya Buka Suara Soal Temuan 74 Kg Emas di Rumah Febrie Adriansyah: Kami Tak Tahu
-
Ada Ancaman Teror Bom, Seluruh Siswa dan Guru SDN 15 Srengseh Sawah Dipulangkan
Terkini
-
Pangeran William dan Keir Starmer Sangat Kecewa Setelah Inggris Gagal ke Final Piala Dunia 2026
-
Eks Jenderal TNI Jadi Bos Peruri, Ini Alasan BP BUMN
-
5 Cara Atasi Pompa Air Nyala Tapi Air Tidak Mau Naik, Gratis Tanpa Panggil Tukang Servis
-
Usai Dicek FBI, Don Ritto Berikut Tumpukan Emas dan Dolar Dilimpahkan ke Kejagung Besok!
-
Resmi! Iran Siap Angkat Senjata Melawan Amerika Serikat
-
DBS Indonesia Ramal IHSG Tembus 8.000, Rupiah Bisa Menguat ke Level Rp17.600
-
Hyunsuk CIX Gabung Study Group 2, Bakal Jadi Musuh Utama Hwang Minhyun
-
Hilang 3 Hari, Eks Sales Rokok di Nganjuk Ditemukan Terkubur Tak Wajar di Pekarangan Rumah
-
3 Zodiak Paling Dibenci karena Sifatnya yang Nyebelin, Ada Favoritmu?
-
Modernisasi Pelabuhan Dorong Efisiensi Distribusi Pupuk Nasional