- Inggris kalah 1-2 dari Argentina pada semifinal Piala Dunia 2026 di Atlanta, Rabu (15/7/2026) waktu setempat.
- Gary Neville mengkritik taktik defensif Thomas Tuchel yang menyebabkan Inggris gagal mempertahankan keunggulan atas timnas Argentina.
- Neville menolak pernyataan Tuchel mengenai kurangnya penguasaan bola sebagai karakter utama dalam DNA sepak bola Inggris.
Suara.com - Mantan bek Timnas Inggris Gary Neville mengkritik taktik Thomas Tuchel dan pernyataannya mengenai "DNA sepak bola Inggris" setelah The Three Lions tersingkir dari Piala Dunia 2026.
Inggris gagal melaju ke final setelah kalah 1-2 dari Argentina pada laga semifinal yang berlangsung di Atlanta, Rabu (15/7/2026) waktu setempat.
Sempat unggul melalui gol Anthony Gordon, Inggris kehilangan keunggulan pada menit-menit akhir setelah Enzo Fernández menyamakan kedudukan sebelum Lautaro Martínez mencetak gol kemenangan bagi Argentina.
Seusai pertandingan, Tuchel menilai kemampuan menguasai bola bukan karakter utama sepak bola Inggris seperti yang dimiliki Spanyol, Argentina, maupun Brasil.
"Menurut saya, penguasaan bola memegang peranan penting. Mungkin itu bukan bagian dari DNA kami, tidak seperti Spanyol atau Argentina dan Brasil, yang mampu mengendalikan pertandingan melalui penguasaan bola," ujar Tuchel melansir Mirror, Jumat (17/7/2026).
Pernyataan tersebut mendapat tanggapan dari Gary Neville. Dalam siniar Stick to Football, legenda Manchester United itu menilai Tuchel akan menyesali pendekatan yang diterapkannya setelah Inggris unggul.
"Saya pikir dia nantinya akan melihat kembali pertandingan itu dan bertanya kepada dirinya sendiri apakah ia memberikan pesan yang tepat kepada para pemain setelah gol tercipta, terutama dengan memasukkan tiga pemain bertahan sebelum menambah pemain menyerang," kata Neville.
Menurut Neville, pergantian pemain yang dilakukan Tuchel justru membuat Inggris semakin tertekan hingga akhirnya gagal mempertahankan keunggulan.
"Menurut saya, dia mengirim pesan kepada tim untuk bertahan. Akibatnya para pemain semakin mundur ke area pertahanan sendiri dan kesulitan keluar dari tekanan Argentina," ujarnya.
Baca Juga: FFF Bidik Zinedine Zidane, Timnas Prancis Siap Mulai Era Baru
Neville juga tidak sepakat dengan pernyataan Tuchel yang menyebut penguasaan bola bukan bagian dari karakter sepak bola Inggris. Ia menilai Inggris memiliki banyak pemain bertalenta yang mampu mengendalikan permainan, namun tidak dimanfaatkan secara maksimal.
Ia mencontohkan Kobbie Mainoo dan Bukayo Saka sebagai pemain yang dinilai memiliki kemampuan menguasai bola dengan baik. Selain itu, Neville juga menyoroti absennya sejumlah pemain kreatif seperti Phil Foden, Cole Palmer, Adam Wharton, Morgan Gibbs-White, dan Trent Alexander-Arnold.
"Dia mengatakan itu bukan DNA Inggris, tetapi ada banyak pemain yang mampu memainkan sepak bola dengan penguasaan bola yang baik. Beberapa di antaranya bahkan tidak dibawa atau tidak dimainkan," kata Neville.
Neville juga mengingatkan bahwa Tuchel direkrut bukan untuk mengikuti karakter lama sepak bola Inggris, melainkan membawa mentalitas juara yang identik dengan sepak bola Jerman.
"Thomas Tuchel adalah orang Jerman. Dia tidak didatangkan untuk membawa mentalitas lama Inggris, tetapi untuk membawa mentalitas Jerman yang identik dengan ketangguhan, ketenangan, dan kemampuan memenangkan pertandingan besar," ujarnya.
Meski mengkritik sejumlah keputusan Tuchel, Neville menilai reaksi yang meminta pelatih asal Jerman itu dipecat masih terlalu berlebihan.
Setelah gagal melaju ke final, Inggris dijadwalkan menghadapi Prancis pada laga perebutan tempat ketiga Piala Dunia 2026 di Miami.
Berita Terkait
Terpopuler
- Penjelasan Polda Sulsel Terkait Kabar Penangkapan Basri Kajang
- 5 HP Murah Kamera Bagus Sesuai Review untuk Foto dan Video, Mulai Rp1 Jutaan
- 3 Parfum Mykonos Paling Wangi dengan Aroma Clean dan Tahan Lama Menurut Review Pembeli
- 6 Sepatu Jalan Terbaik yang Nyaman Dipakai Lari dari Brand Luar dan Lokal
- Di Mana Tempat Beli Sepatu Asics Ori di Indonesia? Ini 5 Rekomendasi Toko Tepercaya
Pilihan
-
Tersangka Don Ritto Dikawal Rantis Brimob saat Tiba di Kejagung, Emas hingga Brankas Ikut Dibawa
-
Banggar DPR Dorong Sinkronisasi Belanja Pusat dan Daerah untuk Percepat Pembangunan Jawa Timur
-
Isu Mutasi Besar-besaran di Kementerian PU Buntut Dokumen Menteri Dody Tersebar
-
Gianni Infantino Resmi Digugat! Hubungan Gelap dengan Donald Trump Dibongkar
-
Niat Hindari Ribut dengan Alasan Beli Kuota, Pria Palembang Malah Dikejar dan Ditembak
Terkini
-
Kata-kata Justin Hubner Yakinkan Ole Romeny Mudik ke Liga Belanda Bersama Fortuna Sittard
-
Gary Neville Kritik Taktik dan Komentar Tuchel soal 'DNA Inggris' Usai Tersingkir dari Piala Dunia
-
MBG Berpotensi Lebih Menguntungkan Tengkulak daripada Petani
-
5 Film dan Serial Romantis Netflix Paling Banyak Ditonton Sepanjang 2026
-
Final Piala Dunia 2026 Terancam Kabut Asap, Duel Argentina vs Spanyol dalam Ancaman Kebakaran Hutan
-
Kerap Jadi Sorotan, Ini Tugas dan Fungsi Jampidsus Serta 7 Jaksa Agung Muda di Kejagung
-
Igor Tolic Mengikhlaskan Frans Putros Pergi dari Persib Bandung
-
Tren Curhat ke AI Meningkat, Pakar Ingatkan Jangan Bagikan Data Pribadi
-
Lindungi Publik dari Praktik Abal-abal, BNSP Sahkan Lembaga Sertifikasi Sulam Pertama di Indonesia
-
Adhyaksa FC Mulai Latihan Jelang Super League, Siap Ganti Nama dengan Identitas Kalimantan Tengah