Suara.com - Timnas Uni Emirat Arab (UEA) U-23 meraih medali perunggu Asian Games 2018 cabang sepakbola putra usai menang drama adu penalti melawan Vietnam, Sabtu (1/9/2018).
Pemenang laga harus ditentukan lewat adu penalti setelah hingga waktu normal kedua negara bermain imbang 1-1 di Stadion Pakansari, Cibinong, Bogor.
Baca Juga: Indonesia Tambah 1 Emas, Daftar Perolehan Medali Asian Games
Hasil ini memperbaiki capaian UEA di Asian Games 2014 lalu yang dihentikan Korea Utara di babak perempat final.
Jalannya Pertandingan
Mayoritas kedua tim sama-sama menurunkan para pemain muda. Permainan terbuka diperagakan para pemain UEA dan Vietnam.
Vietnam lebih mendominasi jalannya pertandingan dan juga unggul shot on goal dibanding Abdulrahman Alameri dan kawan-kawan.
Anak-anak Vietnam mengambil inisiatif penyerangan lebih dulu. Namun, tim asuhan Maciej Skorza tampil lebih efektif.
Hasilnya menit 17, Ahmad Alhashmi berhasil membawa UEA unggul. Berawal dari solo run-nya, striker berusia 22 tahun ini melesakkan tembakan mendatar ke sudut kanan gawang Vietnam.
Penjaga gawang Vietnam, Bui Tien Dung, tak mampu mengantisipasi tembakan Alhashmi. Skor pun berubah menjadi 1-0 untuk UEA.
Tertinggal, para pemain Vietnam pun meningkatkan tempo serangan. Kerja keras mereka membuahkan hasil pada menit 27.
Kapten Timnas Vietnam, Nguyen Van Quyet, berhasil membuat timnya menyamakan skor lewat golnya dari jarak dekat.
Skor 1-1 membuat intensitas permainan meninggi. Namun, kedua tim belum berhasil menambah gol hingga babak pertama berakhir.
Di babak kedua, UEA melancarkan serangan lebih dulu. Namun, usaha tersebut mampu digagalkan barisan pertahanan Vietnam.
Vietnam tak tinggal diam. Setidaknya ada dua peluang berbahaya yang dilancarkan anak asuh Park Hang-seo. Salah satunya lewat sepakan tendangan bebas Tran Minh Vuong di masa injury time.
Berita Terkait
-
Ledakan Dekat Hotel yang Bikin Pemain Vietnam Tak Bisa Tidur Pulas Bukan Ulah Suporter Indonesia
-
Ledakan Guncang Bogor di Depan Hotel Pemain Vietnam Jelang Lawan Timnas Indonesia
-
Psywar Media Vietnam: Timnas Indonesia yang Suka Main Kasar Bukan Kami
-
Bukan Indonesia! Vietnam Disebut Negara ASEAN Paling Siap Jadi Tuan Rumah Piala Dunia
-
Malan Ini Lawan Indonesia, Pelatih Vietnam Geram dengan Wartawan: Jangan Bongkar Kelemahan Kami
Terpopuler
- Skenario Timnas Indonesia Jika Imbang atau Kalah dari Vietnam di Piala AFF 2026
- Mengenal Lisda Cancer, Perwira Tinggi Polri yang Pensiun Tak Lama Usai Jadi Brigjen
- Sunscreen Apa yang Bagus untuk Menghilangkan Flek Hitam di Wajah? Ini 3 Rekomendasi sesuai Review
- Fortuna Sittard Ogah Jual Justin Hubner ke Klub Super League
- Prabowo Singgung Nuklir Iran, Badan Atom Internasional Ungkap Faktanya
Pilihan
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
Terkini
-
Slow Living di Singapura, Pria Ini Usia 35 Tahun Pensiun Tapi Hidup Layak Jadi Pengangguran
-
Ratusan Ruko STC Pekanbaru Resmi Jadi Aset Pemkot, HGB Tak Bisa Diperpanjang
-
Penebangan 10 Pohon di Jalan Riau Lolos Pengawasan, Dedi Mulyadi Minta Camat Hingga Lurah Disanksi
-
Rojali, Mantap, hingga Lipstick Effect, Tiga Fenomena yang Menggambarkan Wajah Baru Konsumsi RI
-
Dosen Dipecat Karena Tegur Mahasiswa Berpakaian Ketat? Pimpinan Muhammadiyah Investigasi
-
Bawa Keranda 'RIP Hukum', Mahasiswa Geruduk Kejagung Tuntut Febrie Adriansyah Dihukum Mati
-
3 Kontroversi YouTuber Bigmo, Terbaru Libatkan Anak Kecil Promosi Liquid Vape
-
Pramono Buka Peluang Modifikasi Cuaca di Jakarta, Antisipasi El Nino dan Ancaman Kebakaran
-
Sudah Lebih 30 Provinsi Dikunjungi, Pengamat Bongkar Alasan Gibran Sering Turun ke Daerah
-
Perluas Cara Berinvestasi, BNI Tawarkan 2.600 Aset melalui Gelegar Lelang 2026