Asian Games 2026 Belum Dibuka, Akomodasi Atlet Panen Kritikan: 3 Atlet Huni 1 Kamar Kontainer

Selasa, 15 September 2026 | 12:13 WIB
Media China menyoroti kondisi tempat tinggal tim basket putra mereka yang disiapkan panitia Asian Games 2026 di Jepang. [Dok JOFX-DTV]
  • Media China mengkritik hunian kontainer sempit di Pelabuhan Nagoya untuk tim basket Asian Games 2026.
  • Pembatalan pembangunan apartemen akibat kenaikan biaya membuat panitia menyediakan kamar kontainer modular berfasilitas bersama.
  • Hujan deras pada 8 September memaksa evakuasi sementara bagi sekitar 400 atlet dan staf di lokasi tersebut.

Suara.com - Media China menyoroti kondisi tempat tinggal tim basket putra mereka yang disiapkan panitia Asian Games 2026 di Jepang.

Hunian berbentuk kontainer di kawasan Garden Pier, Pelabuhan Nagoya, dinilai terlalu buruk dan tidak ideal untuk menunjang kebutuhan atlet.

Kritik tersebut muncul menjelang bergulirnya Asian Games 2026 di Aichi-Nagoya.

Kondisi tempat tinggal itu menjadi sorotan karena sejumlah pemain basket China disebut harus berbagi ruang yang terbatas.

Mengutip South China Morning Post, para pemain pebasket China ditempatkan di kamar kontainer yang telah dimodifikasi.

Tiga atlet harus berbagi satu kamar, sementara fasilitas toilet dan kamar mandi digunakan bersama.

Persiapan Asian Games 2026 Diselimuti Ketidakpastian, Dana Pelatnas Anjlok dari Rp389 Miliar ke Rp81 Miliar! [Dok. aichi-nagoya2026.org]

Kondisi kamar juga disebut tidak ideal bagi para pemain basket China yang memiliki postur tubuh relatif tinggi dan besar.

Ukuran ruang serta tempat tidur dinilai kurang sesuai sehingga dikhawatirkan mengganggu waktu istirahat dan proses pemulihan pemain.

Kawasan hunian kontainer tersebut berada di Garden Pier, Pelabuhan Nagoya.

Menurut laporan stasiun televisi Jepang Tokai TV, kompleks itu diperkirakan akan digunakan untuk menampung sekitar 2.000 orang.

Setiap unit sebenarnya dilengkapi sejumlah fasilitas seperti dapur, kulkas, mesin cuci, dan pendingin ruangan. Namun, luas ruang yang terbatas membuat kenyamanan menjadi persoalan tersendiri.

Pemerintah Jepang dan panitia sebelumnya berencana membangun kompleks apartemen sebagai kampung atlet.

Namun, rencana tersebut dibatalkan setelah biaya material meningkat, sehingga panitia beralih menggunakan hunian modular, kapal pesiar, dan hotel.

Tim basket putra Korea Selatan juga menempati kawasan hunian kontainer tersebut.

Menurut SBS, rombongan Korea Selatan tiba di Nagoya pada 7 September dan sempat mengalami gangguan latihan akibat hujan deras.

Terkait
Terkini
Lihat Artikel Lainnya

Dapatkan Aplikasi
Suara.com