Suara.com - Pelatih Persija Jakarta Stefano Cugurra Teco merasa terharu dengan suporter timnya, Jakmania, saat pertandingan melawan Persela Lamongan pada laga tunda Liga 1 2018 pekan ke-26 di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Senayan, Selasa (20/11/2018).
Sebelum pertandingan dimulai, Jakmania membuat suguhan yang cukup menarik perhatian. Jakmania membuat koreografi yang ditujukan khusus kepada pelatih asal Brasil tersebut.
Teco digambarkan dalam sebuah karikatur layaknya seorang pendekar Romawi didampingi oleh pendekar lainnya dengan menggunakan topeng. Koreografi tersebut dipertontonkan Jakmania dari tribun timur SUGBK.
Selain itu di samping tribun utara dan selatan, Jakmania membuat sebuah tulisan 'Spirit 2001'. Sebagaimana diketahui, musim 2001 merupakan terakhir kali Macan Kemayoran juara Liga Indonesia.
"Saya harus berterima kasih sama Jakmania. Saya lihat yang koreografi di sana (tribun timur), ini pasti membuat saya sangat senang," kata Teco dalam jumpa pers usai laga.
"Pertandingan hari ini sangat penting untuk Persija. Suporter sudah melakukan sesuatu yang luar biasa, menghargai kinerja saya di Persija. Persija adalah tim besar dan bermain di stadion besar dan dipenuhi oleh Jakmania adalah sesuatu yang luar biasa," tambahnya.
Motivasi yang diberikan Jakmania cukup berbuah manis. Pasukan Ibu Kota berhasil mengalahkan Persela Lamongan dengan skor telak 3-0.
Gol kemenangan Persija dicetak oleh Rezaldi Hehanussa (28'), Ramdani Lestaluhu (51'), dan Marko Simic (71').
Dengan tambahan tiga poin, Persija menempel ketat PSM Makassar yang saat ini bertengger di puncak klasemen Liga 1 2018. Mengantongi 53 poin, Persija saat ini hanya tertinggal satu poin dari PSM.
Baca Juga: Libas Metro FC, Arema FC Melaju ke Babak 32 Besar Piala Indonesia
Kemenangan Persija di SUGBK juga semakin membuat persaingan di papan atas klasemen Liga 1 2018 semakin sengit. Dengan menyisakan tiga pertandingan, bukan hanya PSM dan Persija yang memiliki peluang memboyong gelar.
Persib Bandung dan Bhayangkara FC yang mengekor di posisi tiga dan empat dengan poin 49 secara matematis juga masih punya peluang menjadi juara musim ini.
Berita Terkait
-
3 Kerugian Ivar Jenner jika Pilih Berkarier di Super League usai Tinggalkan FC Utrecht
-
Mauro Zijlstra ke Persija Jakarta, Kemunduran atau Kemajuan Karier?
-
3 Calon Klub Ivar Jenner Usai Dilepas FC Utrecht, Ada Eks Klub Kapten Timnas Indonesia
-
Mauro Zijlstra Bakal Jadi Tumpuan Lini Serang Persija Jakarta
-
Alasan Pelatih Persija Ngebet Sama Mauro Zijlstra
Terpopuler
- Selamat Tinggal Jay Idzes? Sassuolo Boyong Amunisi Pertahanan Baru dari Juventus Jelang Deadline
- Kakek Penjual Es Gabus Dinilai Makin 'Ngelunjak' Setelah Viral, Minta Mobil Saat Dikasih Motor
- 4 Calon Pemain Naturalisasi Baru Era John Herdman, Kapan Diperkenalkan?
- 26 Kode Redeem FC Mobile Terbaru 31 Januari 2026: Buru Gullit 117 OVR dan Voucher Draft Gratis
- Muncul Isu Liar Soal Rully Anggi Akbar Setelah Digugat Cerai Boiyen
Pilihan
-
Isi Proposal OJK dan BEI ke MSCI: Janji Ungkap Penerima Manfaat Akhir Saham RI
-
MSCI Buka Suara Usai Diskusi dengan BEI, OJK dan KSEI Perihal IHSG
-
IHSG 'Kebakaran' di Awal Februari, Menkeu Purbaya: Ada Faktor Ketidakpastian!
-
Pupuk Indonesia Pugar Pabrik Tua, Mentan Amran Bilang Begini
-
Setiap Hari Taruhkan Nyawa, Pelajar di Lampung Timur Menyeberang Sungai Pakai Getek
Terkini
-
Benzema Resmi Tinggalkan Al Ittihad, Bergabung ke Rival Al Hilal di Liga Pro Saudi
-
Dewa United Benarkan Dekati Ivar Jenner, Petinggi Klub Ungkap Alasannya
-
Resmi ke Ajax, Maarten Paes Sampaikan Pesan Mengharukan untuk FC Dallas
-
Eks Pelatih Timnas Indonesia Diperiksa Petugas Pajak, Ada Masalah Apa?
-
Aroma Eropa Kian Kental, Dedi Kusnandar Siap Serap Ilmu Layvin Kurzawa dan Thom Haye
-
Mesin Gol Liga Australia Berpotensi Jadi Pemain Naturalisasi Pertama John Herdman
-
Dedi Kusnandar Bicara Peran Layvin Kurzawa di Persib: Bukan Sekadar Nama Besar
-
3 Kerugian Ivar Jenner jika Pilih Berkarier di Super League usai Tinggalkan FC Utrecht
-
Mauro Zijlstra ke Persija Jakarta, Kemunduran atau Kemajuan Karier?
-
Bos Ajax Amsterdam: Maarten Paes Rajin, Mentalitas Tinggi dan Kiper Berbakat