Suara.com - Setelah bebas dari sanksi larangan bermain pada 31 Desember 2018, Samir Nasri akhirnya kembali ke Liga Primer bersama West Ham United. Ia didatangkan ke Inggris dengan status bebas transfer hingga akhir musim ini.
Seperti diketahui, mantan penggawa Arsenal dan Manchester City itu dijatuhi hukuman larangan bermain selama 18 bulan dari UEFA pada Februari 2018 karena kasus doping. Saat itu ia sempat membela klub asal Turki, Antalyaspor sebelum pada 31 Januari 2018 ia terhitung tidak memiliki klub.
Meski menganggur tanpa klub hampir selama satu tahun, Samir Nasri diketahui mengikuti sesi latihan West Ham United untuk menjaga kondisi fisiknya. Hal itu pun berujung pada perekrutan Nasri dengan gratis.
Di West Ham United, Nasri sendiri akan kembali reuni dengan mantan pelatihnya di Manchester City dulu, yakni Manuel Pellegrini. Melihat kondisi itu, Pellegrini mengaku sangat senang menyambut Nasri di West Ham.
''Saya sangat senang menyambut Samir ke West Ham United. Ia adalah pemain yang tentunya sudah sangat saya kenal sejak waktu bersama kami di Manchester City dan saya senang bisa bekerja sama dengan dia lagi,'' ungkap Manuel Pellegrini dikutip dari laman resmi klub.
''Ia sudah bekerja sangat keras di sini dalam beberapa pekan terakhir untuk membangun kembali kebugaran fisik dan kondisinya setelah lama tidak bermain, dan ia kini sangat antusias untuk kembali ke performa terbaiknya,'' sambungnya.
Dengan hadirnya Samir Nasri dalam tim, Manuel Pellegrini berharap Nasri bisa memberikan dampak positif terhadap performa tim, terutama dalam permainan menyerang.
"Samir akan memberi kami dimensi lain dalam permainan menyerang kami. Ia adalah pemain yang sangat teknis, dengan kualitas yang sangat bagus pada bola, dan kemampuannya untuk menciptakan momen-momen besar dalam laga-laga yang penting,'' pungkas Manuel Pellegrini.
Bolatimes/Andiarsa Nata
SUMBER: Bolatimes.com
Berita Terkait
-
Dihina Ultras PSG, Samir Nasri Pilih Mundur dari Tugas Pandit Final Liga Champions
-
West Ham Degradasi, Jarrod Bowen Isyaratkan Bertahan di Tengah Godaan Klub Raksasa Inggris
-
West Ham Turun Kasta setelah 14 Tahun Bertahan di Liga Inggris, Nuno Espirito Santo Minta Maaf
-
Arsenal Bisa Kunci Gelar Juara Liga Inggris pada 19 Mei, Ini Skenario yang Harus Terpenuhi
-
Kronologis Drama VAR Batalkan Gol West Ham, Kemenangan Tipis Arsenal Atas Tuan Rumah Semalam
Terpopuler
- Mengenal Lisda Cancer, Perwira Tinggi Polri yang Pensiun Tak Lama Usai Jadi Brigjen
- Pelatih FC Twente Usir Mees Hilgers: Saya Tak Berharap Dia Kembali ke Klub!
- PIP Termin II 2026 Kapan Cair? Ini Jadwal Lengkap dan Cara Ceknya agar Dana Tidak Hangus!
- Skenario Timnas Indonesia Jika Imbang atau Kalah dari Vietnam di Piala AFF 2026
- Sunscreen Apa yang Bagus untuk Menghilangkan Flek Hitam di Wajah? Ini 3 Rekomendasi sesuai Review
Pilihan
-
Aktris Sali Irsalina Dianiaya Pacar di Fatmawati, Mata Lebam Hingga Diselamatkan Polantas
-
Dipilih Lewat Seleksi Ketat, Bank Dunia Kembali Tunjuk Sri Mulyani Duduki Jabatan Strategis
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
Terkini
-
Menyoal PHK 178 Buruh Garmen di Cimahi, Dedi Mulyadi Minta Pekerja Fleksibel Ikuti Peta Industri
-
Kronologi Misteri Jasad Mutilasi dalam Karung di Pancoran Mas Depok
-
Final Piala Presiden 2026 Antara Persib vs Persebaya Digelar Tanpa Penonton, Ini Alasannya
-
Potongan Kaki Masih Dicari, Polisi Buru Motif Pelaku Mutilasi Pria Tanpa Identitas di Depok
-
Lawan Kejagung dan Polri, Sidang Perdana Praperadilan Febrie Digelar Usai HUT RI
-
Waktu Istirahat Minim Jelang Final, Pelatih Persib: Mari Kita Lihat Siapa yang Bisa Bertahan
-
Gubernur Andra Soni Sebut Gedung Baru DPD RI Rp4,1 M Kebutuhan Daerah, Bukan Senator
-
Pelaku Mutilasi Depok Semula Korban? Polisi Diminta Uji Klaim Percobaan Pelecehan
-
Soroti Kasus 46 Juta Obat Ilegal di Tangsel, DPR: Bongkar Mata Rantai Distribusi Sampai ke Akar!
-
BRI Perkuat Sinergi dengan Ditjenpas DIY Melalui Optimalisasi Layanan Pemasyarakatan