Suara.com - Direktur Teknik Bhayangkara FC Yeyen Tumena tidak mengkhawatirkan kondisi lini belakang timnya yang kebobolan empat gol oleh tim Liga 3 PSBL Langsa di dua leg babak 32 besar Piala Indonesia.
"Kami memiliki lima bek tengah. Insya Allah tidak ada masalah untuk Liga 1 musim 2019 nanti," ujar Yeyen di Jakarta, Jumat (1/2/2019).
Menurut Yeyen, empat gol yang bersarang ke gawang timnya di babak 32 besar Piala Indonesia terjadi karena banyak faktor. Salah satunya adalah bek tengah yang belum lengkap.
Praktis mereka hanya memiliki dua nama di posisi itu, yakni Indra Kahfi dan Jajang Mulyana. Adapun tiga pemain lainnya, yaitu Nurhidayat Haji Haris, Bagas Adi Nugroho dan Anderson Salles belum bergabung dengan skuat.
Jika Nurhidayat dan Bagas masih menjalani latihan bersama tim nasional U-22 Indonesia, Anderson yang merupakan pemain asing baru skuat berjuluk The Guardian belum dapat berpartisipasi karena harus kembali ke kampung halamannya dengan alasan keluarga.
"Kami memang tidak bisa terus mengandalkan Jajang dan Indra. Mereka pemain senior yang seharusnya tidak bisa dimainkan secara simultan. Namun, tidak akan demikian halnya nanti di Liga 1. Meski demikian, kami tetap akan melakukan koreksi di lini pertahanan," tutur Yeyen.
Bhayangkara FC lolos ke fase 16 besar Piala Indonesia 2018-2019 setelah menaklukkan PSBL Langsa dengan skor 4-3 di leg kedua babak 32 besar yang berlangsung di Stadion Perguruan Tinggi Ilmu Kepolisian (PTIK), Jakarta, Jumat.
Gol Bhayangkara ditorehkan Herman Dzumafo (14', 19'), Indra Kahfi (52') dan Alsan Sanda (82').
Sementara gol balasan PSBL Langsa dicetak Riza Riski (37'), Maulana Khalidi (54') dan bunuh diri Jajang Mulyana (70'). Di leg pertama, Bhayangkara juga menang susah payah dengan skor 2-1. (Antara)
Baca Juga: Bhayangkara FC Singkirkan PSBL dari Piala Indonesia, Yeyen Lega
Berita Terkait
-
Paul Munster Resmi Bertahan di Bhayangkara FC, Siap Bangun Tim Lebih Garang Musim Depan
-
I.League Siapkan League Cup Musim Depan, Bukan Piala Indonesia
-
I.League Bocorkan Persiapan Kembalinya Piala Indonesia, Sinkronisasi Jadwal Jadi Kunci
-
Piala Indonesia Segera Bangkit? I.League Buka Suara soal Jadwal Padat
-
Kemenangan Jadi Harga Mati Bali United, Kado Penutup untuk Semeton Dewata
Terpopuler
- Pompa Air Paling Bagus dan Awet Merk Apa? Ini 4 Pilihan Terbaik Versi Review Pengguna
- Ciri-Ciri Sepatu Berbahan Kulit Babi, Kenali sebelum Membeli
- Istana Diminta Istirahatkan Qodari atau Demo Mahasiswa Bisa Makin Besar
- 5 HP Murah Terbaru Penyimpanan Lega Juni 2026: Memori 256 GB, Baterai 8.100 mAh
- 4 Rekomendasi Tablet Mini Serbaguna: Nyaman Digenggam, Muat Tas Kecil
Pilihan
-
Salah Sasaran Evaluasi: Menilai Program MBG Lewat Respons Anak Itu Absurd
-
Dasco di Mobil Komando Aksi: Aspirasi Kawan-kawan Sudah Disampaikan, Hidup Mahasiswa!
-
Bukan Sekadar Karaoke, Orutaku Club Jadi Mesin Waktu Bagi Wibu Generasi 90-an
-
Kejagung Tetapkan Glory Harimas Sihombing Tersangka, Dugaan Jual Beli Titik Dapur MBG Terungkap
-
Wamensesneg Terluka Kena Batu, Kivlan Zen Berdarah Saat Eksekusi Hotel Sultan GBK Ricuh
Terkini
-
Piala Dunia 2026: Bintang Paraguay Terancam Skors 10 Laga Usai Kartu Merah Kontroversial
-
Jonathan Tah Makin Yakin Jerman Juara Piala Dunia 2026 Usai Lolos 32 Besar
-
Hasil Jepang vs Tunisia: Samurai Biru Mudah Cetak Gol Kilat di Babak Pertama
-
Cetak Sejarah di Piala Dunia 2026, Kiper Curacao Eloy Room Pernah Juara Piala KNVB Bareng Kevin Diks
-
John Herdman Tak Sempat Nonton Piala Dunia 2026 Demi Timnas Indonesia
-
Comeback Dramatis Lawan Pantai Gading, Jerman Akhiri Kutukan 16 Tahun di Piala Dunia
-
Tahan Imbang Ekuador, Kiper Curacao Bikin Rekor 15 Penyelamatan di Piala Dunia 2026
-
Fakta Menarik Ekuador vs Curacao di Piala Dunia 2026, Blue Wave Redam 28 Tembakan
-
Piala Dunia 2026: Kata-kata Brian Brobbey, Bantu Tambah Penderitaan Swedia
-
Piala Dunia 2026: Kisah Deniz Undav, dari Operator Mesin Laser Jadi Supersub Jerman