Suara.com - Peraturan baru bakal diterapkan oleh Kepala Wasit UEFA, Roberto Rosetti, terkait penggunaan VAR (Video Assistant Referee). Ia ingin para pemain yang menunjukkan gestur meminta VAR akan diberi peringatan atau kartu kuning.
VAR sudah mulai menjalar di berbagai kompetisi belahan dunia. Beberapa ajang kompetisi seperti Serie A hingga Piala Dunia sudah menerapkan teknologi terbaru dalam sepak bola tersebut.
Namun, dalam berjalannya VAR ada beberapa kekurangan dari yang dilihat oleh Roberto Rosetti. Salah satunya sikap 'manja' pemain yang kerap meminta VAR jika ada insiden di lapangan.
Rosetti menunjukkan gambaran tersebut melalui aksi bek Timnas Inggris, Harry Maguire, pada babak 16 besar Piala Dunia 2018 melawan Kolombia. Ia tampak membuat gestur layar televisi dengan tangannya sebagai isyarat agar wasit melihat VAR.
"Siapa pun yang menunjukkan gestur layar TV harus diberi peringatan. Dan jika mereka mengelilingi wasit, harus ada intervensi disipliner. Kami ingin ada aksi dalam situasi ini," kata Rosetti seperti dilansir Sky Sports.
UEFA juga tak ingin VAR kerap digunakan pada pertandingan. Penggunaan VAR yang terlalu sering dianggap bisa mengganggu jalannya pertandingan.
"Kami tidak mau menghancurkan semangat sepakbola dengan tiga atau empat interupsi di setiap pertandingan. Harus ada gambar yang jelas untuk kejadian yang jelas," tuturnya menutup.
Bolatimes/Irwan Febri Rialdi
Berita Terkait
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
-
VAR 'Tertidur' di Grup L! Tekel Konsa ke Prince Adu Bikin Fans Ghana Naik Pitam
-
Rekor Gol ke-17 Lionel Messi di Piala Dunia 2026 Tuai Kontroversi, Peter Schmeichel: Tak Sah!
-
Wasit VAR Shaun Evans Bebas Sanksi FIFA, Gestur 'OK' Terbalik Bukan Simbol Supremasi Kulit Putih
-
Piala Dunia 48 Tim Disebut Membosankan, Belasan Negara Kecam Bos UEFA Aleksander Ceferin
Terpopuler
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- 4 Genset Mini Portable Praktis dan Senyap, Solusi Saat Mati Listrik
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- Ikuti Jejak Hotel Sultan, Otto Hasibuan Diminta Ikhlas Lepas Lapangan Golf Ottolima ke Negara
- Isu Rapat Khusus Berisi Perintah Awasi Gibran, Gerindra Sebut Hanya Mengawasi Harga Sembako
Pilihan
-
Program Ayah Ambil Rapor Tuai Dilema, Anak Yatim hingga Buruh Harian Punya Cerita Berbeda
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
Terkini
-
AFC Ajax Boyong Marc-Andre ter Stegen, Maarten Paes Dibuang?
-
Duka Mendalam Klub Juara Liga Champions untuk Korban Gempa Venezuela
-
Strategi Keliru Hong Myung-Bo, Korea Selatan Terancam Angkat Koper Lebih Cepat dari Piala Dunia 2026
-
Mourinho Minta Real Madrid Bajak Fernandez, Los Blancos Tak Sanggup Bayar
-
Bukan Sekadar Taktik Pochettino! AI Kunci Sukses Timnas AS di Piala Dunia 2026
-
Kegocek Wagub Jabar! Dirumorkan ke Persib, Jese Perpanjang Kontrak di Las Palmas
-
Socceroos Hadapi Paraguay Tanpa Bek Kanan Murni, Jacob Italiano Cedera
-
Tak Takut dengan Rudal Israel, Warga Lebanon Pesta Kembang Api Rayakan Kemenangan Brasil
-
Arsenal Mengintai, Tottenham Menawar, MU Bajak Sandro Tonali dengan Mahar Rp1,7 T
-
Iman Islam Jadi Alasan Djed Spence Tolak Jabat Tangan Terduga Pemerkosa Thomas Partey