Suara.com - Tim Ad Hoc Integritas telah menggelar rapat perdananya di Kantor PSSI, Gedung Fx, Sudirman, Jakarta, Rabu (13/2/2018). Dalam rapat perdana ini, di bahas beberapa agenda termasuk sinergiritas dengan Satgas Anti Mafia Bola bentukan Polri.
Seluruh tim Ad Hoc Integritas hadir pada rapat perdana ini. Ada Ketua Komite Ad Hoc Ahmad Riyad, Wakil Ketua Azwan Karim, hingga Jenderal Polisi (Purn) Badrodin Haiti yang didapuk sebagai Penasihat Komite Ad Hoc Integritas.
"Saya sampaikan kalau tadi telah terjadi agenda rapat kita pertama, komplet dihadiri oleh Komite integritas beserta penasihatnya," ungkap Ahmad Riyad usai menggelar rapat.
Badrodin Haiti yang merupakan Penasihat Komite Ad Hoc, pun membeberkan hasil rapat yang telah digelar. Salah satunya adalah akan membuat MoU dengan pihak kepolisian khususnya Satgas Anti Mafia Bola dalam memberantas praktik match fixing alias pengaturan skor di persepakbolaan Tanah Air.
Badrodin juga menegaskan bahwa Komite Ad Hoc Integritas tidak akan menggangu jalannya penyelidikan yang dilakukan oleh Satgas Anti Mafia Bola. Justru, MoU yang dibuat untuk menyamakan kinerja yang dilakukan oleh Komite Ad Hoc dan Satgas.
"Yang pertama tentu kita menyamakan persepsi tentang bagaimana tugas yang akan kita laksanakan nantinya, yaitu di antaranya adalah bagaimana melakukan pencegahan supaya tidak terjadi manipulasi pengaturan skor. Kemudian yang kedua, bagaimana kita bisa melakukan deteksi dan menemukan adanya pelanggaran tersebut," tutur Badrodin.
"Sehingga nanti komite ini akan melakukan penyelidikan sehingga jelas bahwa pelanggaran yang dilakukan itu nanti masuk ke ranah yudisial PSSI, atau masuk ke ranah hukum pidana. Kalau masuk ke ranah hukum pidana diselesaikan kepolisian, tapi kalau masuk ke ranah hukum yudisial PSSI, nanti diserahkan ke Komite Disiplin, Komite Banding atau Komite Etik," jelasnya.
"Pendirian Komite Ad Hoc ini bukan untuk menghalangi proses penyidikan yang sedang dilakukan oleh Satgas Anti Mafia Bola, tetapi kita bekerja sama untuk bisa bagaimana penyelenggaraan sepakbola di Indonesia bermartabat, serta jauh dari pelanggaran seperti manipulasi dan pengaturan skor," pungkas Badrodin.
Baca Juga: Keangkeran Old Trafford yang Tak Ada Apa-apanya di Hadapan PSG
Berita Terkait
-
PSSI Lirik Format Baru untuk Piala Presiden 2026, Bidik Libatkan Tim Asing Lagi
-
Italia Batal, PSSI Kantongi Satu Negara Asia Jadi Lawan Timnas Indonesia di FIFA Matchday Juni
-
Tersandung Skandal Pasporgate, Tim Geypens Menyesal Dinaturalisasi Timnas Indonesia
-
Pluim Duga PSSI Tutup Mata Soal Risiko Paspor Pemain Naturalisasi: Ada Ambisi ke Piala Dunia
-
Pluim Bahas Akar Polemik Pasporgate Pemain Timnas Indonesia: Ada Pembiaran dan Janji Palsu Agen
Terpopuler
Pilihan
-
AS Blokade Semua Pelabuhan Iran Senin Hari Ini, Harga BBM Langsung Naik
-
Balas Rhoma Irama, LMKN Jelaskan Akar Masalah Royalti Musik Dangdut Jadi Rp25 Juta
-
Buat Kaum dengan Upah Pas-pasan, Nabung dan Investasi Adalah Kemewahan
-
Resmi! Liliek Prisbawono Jadi Hakim MK Gantikan Anwar Usman
-
Apartemen Bassura Jadi Markas Vape Narkoba, Wanita Berinisial E Diciduk Bersama Ribuan Barang Bukti!
Terkini
-
Kebahagiaan Bek Timnas Indonesia Bertambah, Rizky Ridho Resmi Jadi Ayah
-
Persib Susah Payah Bungkam Bali United, Frans Putros: Yang Penting Menang!
-
Klasemen Liga Inggris usai Manchester City Lumat Chelsea, Arsenal Tertekan!
-
Resmi! Sandy Walsh Orang Indonesia Pertama yang Juara Liga Thailand
-
PSSI Lirik Format Baru untuk Piala Presiden 2026, Bidik Libatkan Tim Asing Lagi
-
Italia Batal, PSSI Kantongi Satu Negara Asia Jadi Lawan Timnas Indonesia di FIFA Matchday Juni
-
Tak Peduli Keselamatan Pemain, FIFA Tolak Permintaan Iran Main di Meksiko
-
Ketajaman Eksel Runtukahu Bersama Persija Jakarta, Sinyal Positif Lini Serang Timnas Indonesia
-
Justin Hubner Sindir NAC Breda yang Picu Polemik Paspoortgate di Belanda
-
Kalahkan Bali United dengan 10 Pemain, Bojan Hodak Puji Kerja Keras Pasukannya