Suara.com - Pelatih kawakan asal Inggris yang telah malang melintang di Premier League, Harry Redknapp melontarkan keyakinannya jika Timnas Inggris bakal bisa menjuarai sebuah turnamen besar dalam delapan tahun ke depan, entah itu Piala Dunia ataupun Piala Eropa.
Seperti diketahui, Timnas Inggris yang kini diasuh Gareth Southgate, secara gemilang sukses mencapai semifinal pada Piala Dunia 2018 lalu. Pencapaian ini merupakan penampilan terbaik Three Lions --julukan Timnas Inggris-- dalam sebuah turnamen besar sejak Piala Eropa 1996.
Inggris sendiri terakhir kali menjuarai turnamen major pada 1966 silam, di mana saat itu mereka menjadi kampiun Piala Dunia.
Redknapp meyakini, Inggris asuhan Southgate bakal bisa mengakhiri penantian panjang menjadi juara turnamen besar dalam waktu delapan tahun ke depan.
"Kita (Inggris) saat ini memiliki sekumpulan pemain muda yang hebat," buka Redknapp sebagaimana dilansir Sky Sports.
"Ini masa yang mengasyikkan, sangat excited. Gareth berada di perjalanan besar bersama anak-anak muda ini. Saya cuma melihat begitu banyak talenta di sana, masa depan terlihat menakjubkan!" celoteh mantan pelatih Tottenham Hotspur, West Ham United dan Southampton itu.
"Saya kira kita ada di jalan untuk menjuarai Piala Eropa atau Piala Dunia dalam delapan tahun ke depan. Ada kompetisi besar dalam kumpulan para pemain Inggris ini. Yang pasti, seiring dengan berjalannya waktu, mereka akan menjadi lebih kuat dan hebat lagi," tukas Redknapp.
Berita Terkait
-
Bukan Sekadar Taktik Pochettino! AI Kunci Sukses Timnas AS di Piala Dunia 2026
-
Tak Takut dengan Rudal Israel, Warga Lebanon Pesta Kembang Api Rayakan Kemenangan Brasil
-
Iman Islam Jadi Alasan Djed Spence Tolak Jabat Tangan Terduga Pemerkosa Thomas Partey
-
Hong Myung-bo Akui Kesalahan Strategi Usai Korea Selatan Takluk dari Afrika Selatan
-
Timnas Iran Keluhkan Perlakuan Pejabat AS, Perjalanan Tim ke Seattle Sempat Tertunda
Terpopuler
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- 4 Genset Mini Portable Praktis dan Senyap, Solusi Saat Mati Listrik
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- Ikuti Jejak Hotel Sultan, Otto Hasibuan Diminta Ikhlas Lepas Lapangan Golf Ottolima ke Negara
- Isu Rapat Khusus Berisi Perintah Awasi Gibran, Gerindra Sebut Hanya Mengawasi Harga Sembako
Pilihan
-
Program Ayah Ambil Rapor Tuai Dilema, Anak Yatim hingga Buruh Harian Punya Cerita Berbeda
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
Terkini
-
AFC Ajax Boyong Marc-Andre ter Stegen, Maarten Paes Dibuang?
-
Duka Mendalam Klub Juara Liga Champions untuk Korban Gempa Venezuela
-
Strategi Keliru Hong Myung-Bo, Korea Selatan Terancam Angkat Koper Lebih Cepat dari Piala Dunia 2026
-
Mourinho Minta Real Madrid Bajak Fernandez, Los Blancos Tak Sanggup Bayar
-
Bukan Sekadar Taktik Pochettino! AI Kunci Sukses Timnas AS di Piala Dunia 2026
-
Kegocek Wagub Jabar! Dirumorkan ke Persib, Jese Perpanjang Kontrak di Las Palmas
-
Socceroos Hadapi Paraguay Tanpa Bek Kanan Murni, Jacob Italiano Cedera
-
Tak Takut dengan Rudal Israel, Warga Lebanon Pesta Kembang Api Rayakan Kemenangan Brasil
-
Arsenal Mengintai, Tottenham Menawar, MU Bajak Sandro Tonali dengan Mahar Rp1,7 T
-
Iman Islam Jadi Alasan Djed Spence Tolak Jabat Tangan Terduga Pemerkosa Thomas Partey