Suara.com - Kiper Tottenham Hotspur, Hugo Lloris cukup terpukul atas kekalahan mereka di laga final Liga Champions. Dia menilai rekan setimnya cukup 'malu' untuk melakukan tekanan di laga awal.
Tottenham Hotspur harus mengakui keperkasaan Liverpool setelah keok 0-2 pada final Liga Champions di Stadion Wanda Metropolitano, Madrid, Minggu (2/6/2019).
Hugo Lloris gagal menghalau bola penalti yang dilesakkan Mohamed Salah dan tendangan Divock Origi ke gawangnya.
Dilansir dari sportskeeda yang dilaporkan BFM TV, Minggu (2/6/2019), Hugo Lloris menyayangkan permainan rekan setimnya yang mulai terlihat baik di 15 menit terakhir pertandingan.
"Cukup menyakitkan kehilangan momen yang begitu penting. Kami terlalu malu sebelumnya, dan 15 menit terakhir permainan baru terlihat baik. Sulit memulai permainan seperti ini," kata dia.
"Kami mencoba melakukan apa yang biasa kami lakukan untuk melawan Liverpool. Namun cukup sulit memulai permainan dengan cara kami seperti ini," ungkapnya.
Terpisah, Lloris tercatat telah bermain 44 laga di musim ini.
Jumlah menit yang dia catatkan mencapai 3.949 menit selama bermain bersama Spurs di seluruh pertandingan yang dia mainkan bersama Spurs.
Baca Juga: Hantam Tottenham Hotspur, Liverpool Juarai Liga Champions Musim 2018/2019
Berita Terkait
Terpopuler
- 10 Bulan di Laut, 4000 Marinir di Kapal Induk USS Gerald Ford Harus Ngantri Buat BAB
- 7 Bedak Compact Powder Anti Luntur Bikin Glowing Seharian, Cocok Buat Kegiatan Outdoor
- Kecewa Warga Kaltim hingga Demo 21 April, Akademisi Ingatkan soal Kejadian Pati
- 7 Rekomendasi Lipstik Terbaik untuk Kondangan, Tetap On Point Dibawa Makan dan Minum
- Cari Mobil Bekas untuk Wanita? Ini 3 City Car Irit dan Nyaman untuk Harian
Pilihan
-
Perang AS vs Iran: Trump Perpanjang Gencatan Senjata Tanpa Batas Waktu
-
Gempa 7,5 M Guncang Jepang, Peringatan Tsunami hingga 3 Meter Dikeluarkan
-
Respons Santai Jokowi Soal Pernyataan JK: Saya Orang Kampung!
-
Pemainnya Jadi Korban Tendangan Kungfu, Bos Dewa United Tempuh Jalur Hukum
-
Penembakan Massal Louisiana Tewaskan 8 Anak, Tragedi Paling Berdarah Sejak Awal Tahun 2024
Terkini
-
Beda Haluan dengan Sepak Bola, Futsal Indonesia Tegas Tolak Naturalisasi demi Produk Lokal.
-
Pemain yang Diincar PSG ini Tolak Tawaran Timnas, Indonesia, Padahal Diminta Ibunya
-
Fadly Alberto Siap Terima Sanksi Tegas dari Komite Disiplin PSSI
-
Cerita Legenda Barcelona di Jakarta: Blusukan ke Kota Tua, Terpesona Wayang dan Topeng
-
Persib Bandung Ditahan Dewa United, Ini Respon Santai Eliano Reijnders
-
Elkan Baggott dan 2 Pemain Abroad Lain yang Bisa Main di Liga Elite Eropa Musim Depan
-
Debut bersama Liverpool, Freddie Woodman Tidak Menyangka Langsung di Derbi Merseyside
-
Persib Kebobolan 4 Gol dalam 2 Laga, Ini Kata Bojan Hodak
-
Lamine Yamal Berhasil Samai Johan Cruyff
-
Superkomputer Prediksi Juara Liga Inggris Musim Ini, Arsenal atau Manchester City?