Suara.com - Teknologi Video Alat Bantu Wasit (VAR) akan digunakan pada pertandingan final UEFA Nations League minggu ini di Portugal, demikian disampaikan Federasi Sepak Bola Eropa (UEFA), Senin (3/6/2019).
VAR, yang memungkinkan sebuah kejadian untuk ditinjau dengan bantuan replay video, digunakan pada Piala Dunia tahun lalu di Rusia dan di babak sistem gugur Liga Champions musim ini. Selain itu, juga akan menjadi bagian dari Liga Premier Inggris mulai musim depan.
UEFA juga memberikan pelatihan kepada pelatih yang akan tampil di semifinal Nations League, yaitu Portugal, Inggris, Swiss dan Belanda tentang VAR pada bulan April. Manajer Inggris Gareth Southgate menyambut baik penggunaannya dalam kompetisi.
"Anda tidak akan pernah mendapatkan sistem yang 100 persen aman dari kesalahan, tetapi keputusan penting dan jelas telah diperbaiki," kata Southgate.
"Perasaan saya adalah bahwa pada umumnya keputusan besar itu benar."
Kritik utama VAR adalah jumlah waktu yang dibutuhkan untuk mengambil keputusan, membuat penonton di stadion dibiarkan dalam kebingungan menanti hasil rekaman video yang diputar ulang.
Pelatih Belanda Ronald Koeman mengatakan sistem tersebut masih perlu untuk disempurnakan.
"VAR adalah bantuan yang baik untuk membuat sepak bola lebih adil dan sebagian besar kesalahan akan diperbaiki. Tentu saja itu adalah hal yang baik," kata Koeman.
"Kita harus menyadari, bagaimanapun perdebatan akan terus ada, karena Anda sering dapat menafsirkan tindakan dalam berbagai cara. Saya mendukung VAR untuk menangani masalah besar, yang jelas saja, daripada mencari tanpa henti potensi kesalahan," katanya.
Inggris akan menghadapi Belanda di semifinal Nations League pada 6 Juni mendatang, sehari setelah tuan rumah Portugal melawan Swiss di semifinal pertama.
Baca Juga: Ingin Gunakan VAR, PSSI Minta Bantuan FIFA
Berita Terkait
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
-
VAR 'Tertidur' di Grup L! Tekel Konsa ke Prince Adu Bikin Fans Ghana Naik Pitam
-
Rekor Gol ke-17 Lionel Messi di Piala Dunia 2026 Tuai Kontroversi, Peter Schmeichel: Tak Sah!
-
Piala Dunia 2026: Persiapan Belanda Jelang Lawan Swedia Terganggu Alarm Misterius
-
Wasit VAR Shaun Evans Bebas Sanksi FIFA, Gestur 'OK' Terbalik Bukan Simbol Supremasi Kulit Putih
Terpopuler
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- 4 Genset Mini Portable Praktis dan Senyap, Solusi Saat Mati Listrik
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- Ikuti Jejak Hotel Sultan, Otto Hasibuan Diminta Ikhlas Lepas Lapangan Golf Ottolima ke Negara
- Isu Rapat Khusus Berisi Perintah Awasi Gibran, Gerindra Sebut Hanya Mengawasi Harga Sembako
Pilihan
-
Program Ayah Ambil Rapor Tuai Dilema, Anak Yatim hingga Buruh Harian Punya Cerita Berbeda
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
Terkini
-
AFC Ajax Boyong Marc-Andre ter Stegen, Maarten Paes Dibuang?
-
Duka Mendalam Klub Juara Liga Champions untuk Korban Gempa Venezuela
-
Strategi Keliru Hong Myung-Bo, Korea Selatan Terancam Angkat Koper Lebih Cepat dari Piala Dunia 2026
-
Mourinho Minta Real Madrid Bajak Fernandez, Los Blancos Tak Sanggup Bayar
-
Bukan Sekadar Taktik Pochettino! AI Kunci Sukses Timnas AS di Piala Dunia 2026
-
Kegocek Wagub Jabar! Dirumorkan ke Persib, Jese Perpanjang Kontrak di Las Palmas
-
Socceroos Hadapi Paraguay Tanpa Bek Kanan Murni, Jacob Italiano Cedera
-
Tak Takut dengan Rudal Israel, Warga Lebanon Pesta Kembang Api Rayakan Kemenangan Brasil
-
Arsenal Mengintai, Tottenham Menawar, MU Bajak Sandro Tonali dengan Mahar Rp1,7 T
-
Iman Islam Jadi Alasan Djed Spence Tolak Jabat Tangan Terduga Pemerkosa Thomas Partey