Suara.com - Irfan Bachdim tidak bisa menutupi rasa bahagianya usai kembali memperkuat timnas Indonesia. Striker Bali United ini pun menyampaikan sebuah pesan mengharukan.
Irfan dipanggil oleh Pelatih Simon McMenemy untuk pertandingan uji coba melawan Yordania, Selasa (11/6/2019) lalu. Eks pemain Persema Malang itu main pada menit 78 pada pertandingan yang berakhir dengan kekalahan skuat Garuda 1-4 itu.
Meski kalah, Irfan lantas tak merasa kecewa. Ia justru menyampaikan sebuah pesan yang sangat menyentuh.
"Setelah sekian lama, dipanggil kembali untuk tim nasional membuat saya sangat bangga. Hasilnya mungkin tidak selalu seperti yang kita inginkan. Tapi yang paling penting adalah kita sebagai pemain bangga bermain untuk Indonesia," kata Irfan dalam keterangan resmi yang diterima suara.com.
"Hal indah dari bermain untuk Indonesia adalah bahwa kita satu. Kita mungkin memiliki warna kulit yang berbeda dan agama yang berbeda, kita mungkin datang dari tempat yang berbeda, tetapi begitu berkumpul bermain untuk timnas kita adalah satu. Karena kita semua bangga mengenakan Garuda di dada. Di mana pun kita bermain selalu ada dukungan besar. Terima kasih untuk itu," tambahnya.
Irfan juga menegaskan bahwa seluruh pemain Timnas Indonesia akan terus menampilkan yang terbaik di dalam sebuah pertandingan. Terdekat, ia memastikan bakal tampil lebih baik saat uji coba melawan Republik Vanuatu.
Pertandingan tersebut akan berlangsung di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta, Sabtu (15/6/2019). Bermain di kandang sendiri, tentu membuat Irfan lebih bersemangat.
"Kami akan selalu melakukan yang terbaik untuk bermain bagi negara kita tercinta. Kami tidak selalu bisa menang, tetapi saya berharap dengan apa yang kami lakukan kami dapat mempersatukan semua orang," pungkasnya.
Baca Juga: Timnas Indonesia Hadapi Yordania, Ini Harapan Irfan Bachdim
Berita Terkait
-
5 Tahun Holding UMi: Lebih Mudah, Dekat dan Berdampak untuk Nasabah PNM Mekaar
-
AFC Ajax Boyong Marc-Andre ter Stegen, Maarten Paes Dibuang?
-
Duka Mendalam Klub Juara Liga Champions untuk Korban Gempa Venezuela
-
3 Manajer KDMP-KNMP Meninggal, Amnesty Desak Latsarmil Dihentikan
-
Gempa Besar Venezuela: Ribuan Orang Hilang Dampaknya Sampai Sejauh 1700 Km
Terpopuler
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- 4 Genset Mini Portable Praktis dan Senyap, Solusi Saat Mati Listrik
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- Ikuti Jejak Hotel Sultan, Otto Hasibuan Diminta Ikhlas Lepas Lapangan Golf Ottolima ke Negara
- Isu Rapat Khusus Berisi Perintah Awasi Gibran, Gerindra Sebut Hanya Mengawasi Harga Sembako
Pilihan
-
Program Ayah Ambil Rapor Tuai Dilema, Anak Yatim hingga Buruh Harian Punya Cerita Berbeda
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
Terkini
-
AFC Ajax Boyong Marc-Andre ter Stegen, Maarten Paes Dibuang?
-
Duka Mendalam Klub Juara Liga Champions untuk Korban Gempa Venezuela
-
Strategi Keliru Hong Myung-Bo, Korea Selatan Terancam Angkat Koper Lebih Cepat dari Piala Dunia 2026
-
Mourinho Minta Real Madrid Bajak Fernandez, Los Blancos Tak Sanggup Bayar
-
Bukan Sekadar Taktik Pochettino! AI Kunci Sukses Timnas AS di Piala Dunia 2026
-
Kegocek Wagub Jabar! Dirumorkan ke Persib, Jese Perpanjang Kontrak di Las Palmas
-
Socceroos Hadapi Paraguay Tanpa Bek Kanan Murni, Jacob Italiano Cedera
-
Tak Takut dengan Rudal Israel, Warga Lebanon Pesta Kembang Api Rayakan Kemenangan Brasil
-
Arsenal Mengintai, Tottenham Menawar, MU Bajak Sandro Tonali dengan Mahar Rp1,7 T
-
Iman Islam Jadi Alasan Djed Spence Tolak Jabat Tangan Terduga Pemerkosa Thomas Partey