- Keberlanjutan kini menjadi tantangan penting bagi dunia usaha di tengah perubahan lingkungan dan persoalan sosial yang semakin kompleks.
- Perusahaan didorong untuk mengintegrasikan prinsip ESG dalam strategi bisnis dan aktivitas operasionalnya.
- Transparansi dan kolaborasi juga menjadi bagian penting untuk menciptakan pertumbuhan yang berdampak positif bagi masyarakat dan lingkungan.
Suara.com - Ketika bicara soal bisnis, keuntungan mungkin masih menjadi salah satu ukuran utama. Namun, kini ada pertanyaan lain yang tak kalah penting: seberapa jauh bisnis tersebut memberi dampak bagi lingkungan dan masyarakat?
Pertanyaan inilah yang membuat isu keberlanjutan semakin mendapat perhatian.
Di tengah situasi tersebut, praktik Environmental, Social, and Governance (ESG) semakin relevan untuk diterapkan dalam aktivitas bisnis. Perusahaan dituntut mampu melihat keberlanjutan bukan sekadar sebagai program tambahan, tetapi sebagai bagian dari strategi jangka panjang yang berdampak pada lingkungan, masyarakat, sekaligus keberlangsungan bisnis.
Salah satu aspek yang ikut mendapat perhatian adalah transparansi perusahaan dalam menyampaikan kinerja keberlanjutannya.
Laporan keberlanjutan menjadi sarana bagi perusahaan untuk mengomunikasikan berbagai aspek, mulai dari kinerja ekonomi, lingkungan, sosial, hingga tata kelola kepada para pemangku kepentingan.
Hal tersebut juga menjadi bagian dari praktik yang dijalankan PT Lautan Luas Tbk (LTLS). Perseroan meraih Gold Winner kategori Sustainability Report dalam ajang Indonesia Social Responsibility Award (ISRA) 2026 yang digelar pada 6 Agustus 2026.
Penghargaan tersebut diberikan atas laporan keberlanjutan yang dinilai mencerminkan komitmen perusahaan dalam menerapkan prinsip ESG dan mengomunikasikan kinerja keberlanjutan secara transparan dan akuntabel.
Head of Investor Relations, Corporate Communications and ESG PT Lautan Luas Tbk Eurike Hadijaya mengatakan, tantangan keberlanjutan menjadi dorongan bagi perusahaan untuk terus memperbaiki penerapan ESG, termasuk dalam menyusun laporan yang relevan bagi para pemangku kepentingan.
“Pencapaian ini menjadi motivasi bagi Lautan Luas untuk terus meningkatkan kualitas implementasi ESG, termasuk melalui penyusunan Laporan Keberlanjutan yang transparan, akuntabel, dan relevan bagi para pemangku kepentingan,” ujar Eurike.
Baca Juga: Kepercayaan Publik Jadi Modal Utama MHU di Tengah Tantangan Industri Tambang
Menurutnya, praktik keberlanjutan yang dilakukan secara konsisten tidak hanya berkaitan dengan dampak sosial dan lingkungan, tetapi juga dapat memperkuat daya saing perusahaan dalam jangka panjang.
Sementara itu, Steering Committee ISRA 2026, Miftah Faridl Widhagdha, menilai keberlanjutan perlu menjadi salah satu fondasi dalam menghadapi berbagai tantangan yang muncul saat ini.
“Berbagai praktik tanggung jawab sosial dan penelitian yang dipresentasikan pada ISRA 2026 menjadi bukti bahwa kolaborasi mampu menumbuhkan optimisme dalam menjawab tantangan keberlanjutan di Indonesia,” kata Miftah.
Ia menilai berbagai persoalan keberlanjutan tidak dapat diselesaikan oleh satu pihak saja. Kolaborasi antara perusahaan, masyarakat, pemerintah, akademisi, dan berbagai pemangku kepentingan menjadi penting untuk menghasilkan solusi yang dapat diterapkan secara berkelanjutan.
Bagi dunia usaha, tantangannya adalah bagaimana menerjemahkan prinsip keberlanjutan ke dalam aktivitas bisnis sehari-hari. Mulai dari pengelolaan lingkungan, hubungan dengan masyarakat, hingga tata kelola yang lebih transparan perlu berjalan beriringan dengan target pertumbuhan perusahaan.
Dengan demikian, keberlanjutan tidak berhenti pada laporan atau penghargaan, tetapi menjadi bagian dari cara perusahaan mengambil keputusan dan menciptakan nilai dalam jangka panjang. Di tengah tantangan lingkungan dan sosial yang terus berubah, pendekatan semacam ini menjadi semakin penting untuk menjaga keseimbangan antara kebutuhan bisnis, masyarakat, dan generasi mendatang.
Berita Terkait
Terpopuler
- 10 Pantangan Feng Shui Rumah yang Sebaiknya Dihindari, dari Pintu hingga Kamar Mandi
- 3 HP Xiaomi RAM 8 GB Murah di Bawah Rp1 Juta, Ini Pilihannya
- 3 HP Infinix Memori 256 GB dan NFC Harga Rp1 Jutaan, Solusi Multitasking hingga Gaming
- KPAI Desak Audit Total MBG: Tata Kelola Gagal, Anak-anak Jadi Korban Ambisi Program
- Ramalan Shio 9 Agustus 2026: 5 Shio Bakal Buang Kesialan dan Buka Jalan Keberuntungan
Pilihan
-
Sudah Dibangun Sejak 2023, Sejauh Mana Bibit Sriwijaya Kemampo Pulihkan Hutan Sumsel?
-
Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
-
100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI
-
Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar
-
Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
Terkini
-
Kebakaran Empat Lawang, 20 Rumah Terdampak dan Kerugian Tembus Rp5,2 Miliar
-
3 Pelaku Begal Polisi di Palembang Ternyata Ayah, Anak dan Seorang Perempuan
-
Jadi Ojek Pangkalan, Polisi di Palembang Ditusuk 4 Kali dan Motornya Dibawa Kabur Begal
-
Kemiskinan Sumsel Turun, Garis Kemiskinan Naik 3,15 Persen Jadi Rp628 Ribu Per Bulan
-
Kasus Iklan BJB, Ada Dugaan Aliran Dana ke Lisa Mariana Lewat Pihak Nominee
-
KPK Tahan Bos-Bos Iklan Bank BJB, Dirut Yuddy Renaldi Mendadak Sakit Saat Akan Dibui
-
BRI Beri Diskon Spesial Seminar Johnny Andrean Lewat Aplikasi BRImo
-
Menuju IFRC 2026, ERT NHM Perdalam Teknik dan Strategi Penyelamatan
-
Gelar Dicopot! Profil Menantu Sultan Brunei yang Bikin Penasaran Publik, Ternyata Ini Kasusnya
-
PSSI Murka! Justin Hubner dan Keluarga Jadi Sasaran Ancaman, Publik Diminta Hentikan Serangan