Suara.com - Kemenangan berhasil diraih Persija Jakarta di leg pertama semifinal Piala Indonesia. Menjamu Borneo FC di Stadion Wibawa Mukti, Cikarang, Sabtu (29/6/2019), Persija menang tipis dengan skor 2-1. Kemenangan tersebut, membuka peluang Persija untuk tampil di final.
Dalam laga itu, Persija unggul lewat gol cepat Yan Pieter Nasadit di menit ke-2. Namun di menit 37, Borneo FC berhasil menyeimbangkan papan skor lewat aksi Terens Puhiri.
Persija patut bersyukur memiliki Bambang Pamungkas. Pemain yang akrab disapa Bepe itu menjadi penentu kemenangan Persija di menit akhir pertandingan.
Dengan kemenangan 2-1 di leg pertama, hasil imbang 0-0 di leg kedua, yang akan berlangsung di Stadion Segiri, Samarinda, 6 Juli mendatang, sudah cukup untuk mengantar Persija ke final Piala Indonesia.
Namun, Pelatih Persija Julio Banuelos tak ingin terlena. Pelatih asal Spanyol itu menegaskan bakal tetap bermain menyerang di markas Borneo FC.
"Kami bermain di leg dua nanti tidak ada kata bertahan. Kami akan menyerang, kami akan main seperti biasa. Meski di kandang lawan, kami akan menyerang," kata Banuelos dalam jumpa pers usai pertandingan.
Lebih jauh, Banuelos mengaku sudah memprediksi laga melawan Borneo FC tidak akan mudah. Juru taktik asal Spanyol itu mengaku sudah memahami gaya bermain dari Pelatih Borneo FC Roberto Carlos Mario Gomez.
"Sejak awal pertandingan kita sudah menyadari bahwa laga akan sulit, di mana mereka (Borneo FC) dilatih oleh pelatih berpengalaman dan punya karakter sepak bola Eropa," ujar Benuelos.
"Bisa dilihat, kami bisa curi gol duluan, tapi sangat disayangkan kita lengah dan kebobolan. Kemudian, kami memasukkan Bepe (Bambang Pamungkas) bawa semangat baru. Bersyukur dia cetak gol dan kami menang," tambahnya.
Baca Juga: Bepe Telat Cetak Gol, Persija Tumbangkan Borneo FC di Leg Pertama
Berita Terkait
-
Pergi Saat Lagi Sayang-sayangnya, Ryo Matsumura Tulis Perpisahan Mengharukan untuk Persija
-
Persija Jakarta Berduka, Salah Satu Gelandang Terbaiknya Meninggal Dunia
-
3 Klub Super League yang Cocok untuk Adrian Wibowo, Salah Satunya Persebaya
-
Persija Jakarta Menjadi Klub Paling Banyak Tampung Pemain Keturunan Indonesia, Siapa Saja?
-
Pelatih Arema FC Ungkap Pemicu Keributan dengan Mauricio Souza di Gelora Bung Karno Jakarta
Terpopuler
- Bedak Apa yang Tahan Lama? Ini 5 Produk yang Bisa Awet hingga 12 Jam
- 5 Pemain Top Dunia yang Berpotensi Ikuti Jejak Layvin Kurzawa Main di Super League
- 10 HP OPPO RAM 8 GB dari yang Termurah hingga Flagship 2026
- 4 Pilihan Smart TV 32 Inci Rp1 Jutaan, Kualitas HD dan Hemat Daya
- BPJS PBI Tiba-Tiba Nonaktif di 2026? Cek Cara Memperbarui Data Desil DTSEN untuk Reaktivasi
Pilihan
-
Hanya Bergantung Nama Jokowi, Posisi Gibran Dinilai Rentan Terdepak dari Bursa Cawapres Prabowo 2029
-
Bocah-bocah di Sarang Polisi: Asal Tangkap Perkara Aksi Agustus
-
Selamat Jalan 'Babeh' Romi Jahat: Ikon Rock N Roll Kotor Indonesia Tutup Usia
-
Sidang Adat Pandji Pragiwaksono di Toraja Dijaga Ketat
-
Ziarah Telepon Selular: HP Sultan Motorola Aura Sampai Nokia Bunglon
Terkini
-
Bomber Haus Gol Keturunan Indonesia: Umur 23 Tahun, 19 Laga 15 Gol, Siapa Dia?
-
Pergi Saat Lagi Sayang-sayangnya, Ryo Matsumura Tulis Perpisahan Mengharukan untuk Persija
-
Sayang PSSI Sementara Stop Naturalisasi, Padahal Bek PSV Ini Bisa Bela Timnas Indonesia
-
5 Fakta Tim The Sugar Boyz Lawan Pertama Timnas Indonesia di FIFA Series 2026
-
Nasib Orang Dzalim ke Emil Audero Sungguh Tragis
-
Badai Cedera Hantui Debut John Herdman di FIFA Series 2026
-
Mengupas St Kitts and Nevis, Lawan Perdana Timnas Indonesia di FIFA Series 2026
-
Alasan PSSI, Naturalisasi Mustahil Dilakukan Jelang FIFA Series 2026 Maret Mendatang
-
FIFA Series 2026: Timnas Indonesia Tanpa Diperkuat Pemain Naturalisasi Baru
-
Di Tengah Penangguhan Sanksi FIFA, Klub Malaysia Datangkan Pemain Naturalisasi Harimau Malaya