Suara.com - Manchester United diyakini membidik satu penyerang tengah murni untuk didatangkan sebelum penutupan bursa transfer musim panas 2019 di Inggris.
Yang teranyar, Setan Merah dikaitkan dengan eks bomber Tottenham Hotspur, Fernando Llorente, yang kini berstatus free agent.
Seperti diketahui, Romelu Lukaku dipercaya tinggal menghitung hari menjadi bagian skuat Man United sebelum dilego ke Juventus atau Inter Milan.
Karena itu, wajar jika pelatih Man United, Ole Gunnar Solskjaer menginginkan penyerang tengah baru untuk menggantikan posisi Lukaku.
Belum lama ini, Man United disebut-sebut mengungkapkan ketertarikan mereka pada striker kawakan Juventus, Mauro Mandzukic, dalam proses negosiasi kedua klub terkait wacana barter Lukaku dengan Paulo Dybala.
Sayang, swap deal ini dipercaya batal setelah Dybala disebut-sebut masih berat untuk merapat ke Man United, meski di sisi lain Lukaku sebenarnya sudah oke untuk berkostum Juventus. Efek lainnya, Mandzukic pun diyakini sulit untuk hijrah ke Man United.
Yang terbaru, seperti diklaim ahli transfer yang bekerja untuk Sky Sport Italia, Gianluca Di Marzio, Man United kini mengalihkan bidikan mereka pada striker gaek asal Spanyol, Fernando Llorente.
Llorente sendiri bisa didapatkan secara gratis lantaran penyerang berusia 34 tahun itu kini berstatus free agent alias tanpa klub. Itu setelah kontrak Llorente dengan Tottenham Hotspur expired di musim panas 2019 ini.
Meski telah digerogoti usia, pamor Llorente sendiri rupanya masih oke, sebagaimana pemilik 24 caps bersama Timnas Spanyol itu dikabarkan diminati sejumlah klub Liga Spanyol dan Liga Inggris, termasuk Man United.
Baca Juga: Pochettino Turun Langsung, Tottenham Kini Favorit Dapatkan Coutinho
Di musim 2018/2019 lalu, meski hanya berstatus striker back-up bagi Harry Kane, Llorente tetap punya andil cukup besar dalam membawa Tottenham lolos ke final Liga Champions dan finis di peringkat keempat klasemen Liga Inggris.
Sepanjang kariernya, Llorente yang merupakan pemain jebolan akademi Athletic Bilbao, pernah memperkuat klub-klub top macam Juventus, Sevilla, Spurs, dan tentunya Bilbao.
Berita Terkait
-
Chelsea vs AC Milan di GBK, Erick Thohir Nantikan Duel Man United Kontra Persija, PSG Lawan Persib
-
Seru! Fabrizio Romano vs Florian Plettenberg Saling Serang Gegara Yan Diomande
-
Manchester United Dekati Tchouameni, Madrid Siap Jual 68 Juta Poundsterling
-
Jose Mourinho Dikabarkan Ngamuk Usai Aurelien Tchouameni Menuju Manchester United
-
Tinggalkan Eropa, Casemiro Resmi Gabung Inter Miami dan Siap Main Bareng Lionel Messi
Terpopuler
- Profil Norman Joesoef, Pengusaha Muda yang Disebut-sebut Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
- Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
- 4 HP Murah Baterai 7000 mAh, Tahan hingga 2 Hari dengan Performa Kencang
- 6 HP Samsung Rp2 Jutaan Terbaik: Kamera Tajam, NFC hingga Koneksi 5G
- Rumah Lansia 82 Tahun Dieksekusi PN Jakbar Meski Masih Sengketa
Pilihan
-
100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI
-
Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar
-
Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
-
Aktris Sali Irsalina Dianiaya Pacar di Fatmawati, Mata Lebam Hingga Diselamatkan Polantas
-
Dipilih Lewat Seleksi Ketat, Bank Dunia Kembali Tunjuk Sri Mulyani Duduki Jabatan Strategis
Terkini
-
Jejak Sang Maestro di Piala Presiden, Ketika Pemimpin Meletakkan Tongkat Estafet
-
Lahir dari DNA Meradelima, Kembang Goeyang Hadirkan Konsep Tempo Dulu di Sarinah
-
Mengenal Pendidikan Profesi Arsitek, Bekal Sebelum Terjun ke Dunia Praktik
-
IPEKA RUN 2026 Jadikan Olahraga sebagai Bagian dari Pengalaman Belajar Langsung
-
5 Conditioner untuk Rambut Kering, Bebas Kusut dan Lembut Berkilau
-
Deretan Mobil Keluarga dengan Kabin Lapang yang Melantai di GIIAS 2026
-
Kredit Macet Hantui Industri Pinjol
-
Lestarikan Kuliner Nusantara, Pertamina Bright Gas Cooking Competition Tegal Lahirkan Juara Baru
-
Gebrakan Bentor Nazaruddin: Misi 50 Kursi PRI dan Sinyal Barometer Lampung
-
Saat Jas Putih Diuji: Selelah-lelahnya Tenaga Kesehatan, Tetap Lebih Melelahkan Jadi Pasien