Suara.com - Chelsea benar-benar harus segera move on setelah memulai kampanye mereka di musim 2019/2020 dengan amat buruk.
Chelsea menelan kekalahan memalukan 0-4 saat bertandang ke markas Manchester United pada laga pekan pembuka Liga Inggris 2019/2020, Minggu (11/8/2019) malam WIB lalu.
Namun, pasukan The Blues harus segera bangkit. Sebagai juara Liga Europa musim lalu, mereka sudah ditunggu juara bertahan Liga Champions, Liverpool pada laga Piala Super Eropa 2019.
Liverpool vs Chelsea akan dihelat di Vodafone Arena, Istanbul, Turki pada Kamis (15/8/2019) pukul 02.00 dini hari WIB.
Jelang partai ini, legenda Chelsea yang kini menjadi pelatih kepala klub, Frank Lampard, berbagi pengalaman pahitnya yang gagal meraih trofi Piala Super Eropa dalam dua kesempatan, saat masih aktif sebagai pemain The Blues.
Seperti diketahui, gelandang andalan Chelsea periode 2001-2014 itu membawa klubnya juara Liga Champions pada 2012, yang diikuti juara Liga Europa setahun berselang.
Sayang, dalam dua laga Piala Super Eropa kontra Atletico Madrid dan juga Bayern Munich, Lampard bersama Chelsea selalu gagal jadi kampiun dan gagal mengangkat trofi bergensi tersebut.
"(Setelah Chelsea juara Liga Champions (musim 2011/2012), kami merasa seperti orang-orang hebat. Kami jemawa dan lengah, dan kami akhirnya kalah telak (1-4) dari Atletico (pada Piala Super Eropa 2012). Kami sepenuhnya terkejut dan kaget, itu laga yang benar-benar buruk bagi kami," ujar Lampard berkisah, seperti dimuat laman resmi UEFA.
"Lawan Bayern (seri 2-2 pada Piala Super Eropa 2013) berbeda, sepenuhnya berbeda. Kami menampilkan performa yang sangat bagus, dapat saja memenangi pertandingan. Sayang, Bayern mencetak gol di momen terakhir, dan kemudian kami kalah di adu penalti," celotehnya.
Baca Juga: Chelsea Hancur Lebur di Old Trafford, Azpilicueta: Kami Belajar Banyak
"Jadi, saya punya dua contoh hebat dari laga-laga yang sangat penting yang tidak Anda menangi dalam dua cara berbeda. Itu jelas dua momen pahit dalam karier saya. Tentu ini menjadikan Anda semakin bernafsu memenanginya. Akan sangat spesial, terlebih saya kini menjadi pelatih Chelsea," ucap Lampard.
Menghadapi Liverpool, Lampard pun berharap para pemain Chelsea bisa tampil dengan seluruh kemampuan terbaik yang dimiliki.
"Kami harus sepenuhnya siap. Piala Super Eropa ini adalah trofi yang sangat ingin dimenangi klub. Saya tak pernah memenanginya, banyak pemain yang belum pernah memenanginya. Jadi kami harus mengerahkan segalanya," tutur Lampard.
"Melawan tim dengan kualitas seperti Liverpool bakal setegang laga final. Laga-laga final selalu sangat sulit, tapi apa yang tak boleh Anda lakukan adalah berasumsi bahwa kami tidak siap, atau kami tidak lapar atau punya hasrat untuk memenangi laga sebesar ini," lanjutnya.
"Ini akan menjadi satu dari laga-laga kompetitif pertama saya sebagai manajer klub ini. Setiap pemain harus sadar akan pentingnya laga untuk untuk klub ini dan kami harus mengerahkan segalanya, karena ini akan sulit," tandas pelatih berusia 41 tahun itu.
Berita Terkait
-
Dibuang Xabi Alonso, Alejandro Garnacho Resmi Dipinjamkan Chelsea ke Aston Villa
-
Chelsea Tikung Arsenal, Rekrut Morgan Rogers dengan Harga Fantastis!
-
Aston Villa Dikabarkan Jajaki Transfer Alejandro Garnacho dari Chelsea
-
Andoni Iraola Tebar Janji untuk Liverpool: Main Menyerangn dengan Intensitas Tinggi
-
Xabi Alonso Minta Chelsea Pertahankan Enzo Fernandez, Dipagari Harga Rp2,9 Triliun
Terpopuler
- Apa Sunscreen Terbaik untuk Flek Hitam pada Usia 50 Tahun? Ini 5 Rekomendasi sesuai Review
- John Herdman Coret 27 Pemain Jelang Timnas Indonesia vs Kamboja di Piala AFF 2026
- 10 Simbol Feng Shui di Rumah Old Money yang Dipercaya Membawa Kemakmuran
- Jakarta Siap Pungut Pajak Mobil Listrik Tahun Ini, Kendaraan Mewah Kena hingga 75% PKB
- Dokter Tifa Menang, Sidang Kasus Ijazah Jokowi Resmi Dihentikan
Pilihan
-
Febrie Adriansyah Resmi Ditahan Kejagung, Teriak Kriminalisasi Saat Digiring ke Mobil Tahanan
-
Takut Lumpuh, Hotman Paris Pilih Mundur Jadi Pengacara Febrie Usai Pijit di Bojong Gede Tak Mempan
-
Saraf Terjepit, Hotman Paris Putuskan Mundur Jadi Kuasa Hukum Eks Jampidsus Febrie Adriansyah
-
Dokter Tifa Menang, Sidang Kasus Ijazah Jokowi Resmi Dihentikan
-
Menang Lima Gol, Timnas Putri Indonesia Back to Back Juara AFF Women's Cup 2026
Terkini
-
Istimewa! Eks Jampidsus Febrie Ditahan Tanpa Rompi Pink dan Tangan Tak Diborgol
-
Febrie Adriansyah Resmi Ditahan Kejagung, Teriak Kriminalisasi Saat Digiring ke Mobil Tahanan
-
Merawat Koperasi agar Berdaya Melampaui Dinamika Politik
-
55 Karya Desain Dunia dari SaloneSatellite Permanent Collection Dipamerkan di Indonesia
-
Ribuan Orang di Dunia Jadi Korban Phishing Kratos, Pengelola Dibekuk di Pontianak
-
Usia 35 Tahun Sudah Punya 5 SPBU, Herman Deru Ungkap Kebiasaan yang Mengubah Hidupnya
-
Terkuak! Pengemudi Alphard Arogan ke Satpam di Bundaran HI Ternyata Anggota Polda Jabar
-
Napi Kasus Narkoba Pekanbaru Kabur saat Berobat, Petugas Pengawal ke Mana?
-
Hinca Panjaitan Sebut Perkara Kredit Tak Layak Diproses sebagai Korupsi
-
Mahfud MD Bantah Kejagung soal Febrie: Tak Pernah Ada Pelimpahan Kasus Asabri dari Polisi