Suara.com - Timnas Indonesia U-18 akhirnya harus tumbang di tangan Malaysia dalam laga semifinal Piala AFF U-18 2019, Sabtu (17/8), tepat di peringatan Hari Kemerdekaan RI. Dalam laga yang berlangsung di stadion dalam kondisi berlumpur di Vietnam itu, Garuda Nusantara harus menyerah dengan skor 3-4 melalui babak perpanjangan waktu.
Berita mengenai kekalahan itu pun segera menyebar di kalangan netizen Indonesia, baik yang menonton langsung pertandingannya maupun yang tidak. Namun bagi mereka yang menyaksikan laga, tampaknya ada satu aspek dalam pertandingan ini yang jadi sumber kekecewaan sekaligus kekesalan.
Aspek yang jadi sorotan itu adalah kepemimpinan wasit. Tepatnya, banyak yang merasa bahwa Xaypaseuth Phongsanit, wasit asal Laos yang memimpin pertandingan ini, tidak benar dalam beberapa keputusannya dan banyak merugikan Indonesia. Salah satunya adalah ketika memberikan tendangan bebas di sisi kotak penalti Indonesia yang berujung pada gol ke-4 Malaysia.
Kekesalan yang sebagian bahkan berisi umpatan terhadap wasit itu antara lain bisa ditemukan di jejaring media sosial Twitter. Sejumlah netizen Indonesia bahkan sampai menyatakan perlu ramai-ramai mencari akun medsos sang wasit, sedangkan sebagian lain hanya menyatakan kesal atau kecewa.
"Getet gemes sama wasitnya ihh. Si bapak knp si pak bikin emosi dr babak pertama sampai akhir laga. Belum lagi pemain lawan yg warawiri mbegal supriyadi duh duh," tuklis akun @Hailomilo di Twitter.
"Berbondong-bondong nyari ig wasit hahaha yoksi pendukung timnas," cuit akun @yeuuanjir pula, sambil menambahkan tanda pagar #timnasday.
"Respect!! Angkat topi!! Wasitnya coba tolong dicari tau ig, twitter atau rumahnya kalo perlu, a** kau sat," cuit akun @anakkecill98 dengan nada umpatan.
"Tolong wasit ini suruh jd wasit liga 2 indonesia," tulis netizen lainnya dengan akun @SatrioDamarSeti.
"Terimakasih VVasit vayaran," cuit akun @Larasaivon dengan nada menyindir.
Baca Juga: Indonesia Disingkirkan Malaysia di Piala AFF U-18, Ini Dalih Fakhri Husaini
"Ga suka sama wasitnya, gemes pengen nampol," tulis @adknsaputri pula.
"Semoga VAR segera rilis di asean," tambah akun @Enngggz pula, merujuk pada dibutuhkannya peninjauan kembali putusan wasit lewat teknologi video rekaman.
"Pengen nampol wasit ih #TIMNASDAY," tulis akun @Zizasaaa pula.
"Wasitnya butuh diceritain nabi-nabi sama netizen +62," cuiit akun @nemar106 pula di bagian lainnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Profil Norman Joesoef, Pengusaha Muda yang Disebut-sebut Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
- 4 Shio yang Menarik Keberuntungan Hari Ini 5 Agustus 2026: Segalanya Berjalan Lancar
- 4 HP Redmi Memori 256 GB dan Kamera Jernih Harga Rp1 Jutaan, Cocok untuk Multitasking
- Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
- Jalan Santai Cocoknya Pakai Sepatu Apa? Ini 6 Produk Lokal yang Nyaman Buat 17 Agustusan
Pilihan
-
100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI
-
Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar
-
Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
-
Aktris Sali Irsalina Dianiaya Pacar di Fatmawati, Mata Lebam Hingga Diselamatkan Polantas
-
Dipilih Lewat Seleksi Ketat, Bank Dunia Kembali Tunjuk Sri Mulyani Duduki Jabatan Strategis
Terkini
-
Ingatkan Warga NU, Maruf Amin: Jangan Rebutan Tambang, Hati-hati Terjerat
-
Kick Off Pembangunan Kantor Imigrasi, Upaya Imigrasi Sumut Dekatkan Layanan Publik
-
4 Color Correcting Sunscreen SPF 50 Atasi Redness & Dark Spot saat Outdoor!
-
Mobil Keluarga 7 Seater Murah Paling Nyaman Apa Saja? Ini Opsinya, Anti Mabuk Darat!
-
Daftar Zodiak yang Dikenal Paling Red Flag dalam Percintaan, Kamu Termasuk?
-
Persib Bandung Matangkan Persiapan di Bali, Igor Tolic Jadikan Dua Laga Uji Coba sebagai Tolok Ukur
-
Gubsu Bobby Nasution Siapkan Rumah Produksi Kelapa di Nias Utara
-
IHSG Melonjak 2,78% Sepekan, Transaksi Saham Tembus 39,95 Miliar Lembar
-
Ketok Palu Perubahan KUA-PPAS Rp7,99 Triliun: Menilik Peta Jalan Lampung Sejahtera di 2026
-
Soroti Era SBY dan Jokowi, Purbaya Sebut Mesin Ekonomi Indonesia Pincang Selama 20 Tahun