Suara.com - Mantan Pelatih Arsenal, Arsene Wenger mengatakan ingin melatih Tim Nasional pada pagelaran Piala Dunia 2022 di Qatar. Menurutnya bermain di final Piala Dunia merupakan capaian terbesar dari seorang pemain bola, bahkan pelatih sepak bola sekalipun.
Pelatih asal Prancis ini mengundurkan diri sebagai manajer Meriam London pada 2018 lalu. Selama 22 tahun menukangi Arsenal, mantan pelatih 69 tahun tersebut sudah mengemas tiga trofi Liga Primer Inggris dan tujuh Piala FA.
Meski sudah memutuskan hengkang dari kursi manajerial, Wenger kerap dikaitkan dengan klub-klub di Inggris untuk menjadi pelatih, salah satunya Newcastle United. Usai kepergian Rafael Benitez ke klub asal China, Dalian Yifang, Wenger disebut sebagai pengganti yang cocok untuk The Magpies. Namun Newcastle United lebih memilih Steve Bruce sebagai pelatih anyar klub.
Dikutip dari Skysports, Rabu (4/9/2019), Wenger lebih memilih menjadi pelatih daripada duduk di bangku penonton jika ada kesempatan datang kepadanya. Namun pilihannya menjadi juru taktik kali ini bukan untuk klub, melainkan untuk Timnas Prancis.
"Saya memilih untuk bekerja bersama tim. Saya memiliki cukup waktu dan jarak dengan pekerjaan saya. Saya harus akui bahwa saya ingin mencapai final Piala Dunia. Sebab saya merasa pekerjaan sebagai pelatih di tempat tersebut merupakan capaian terbesar pemain sepak bola dunia," ungkapnya.
"Harapannya, Anda akan melihat saya berada di Qatar dalam tiga tahun ke depan," imbuhnya.
Lebih lanjut, Wenger mengaku selalu mendapat tawaran bagus untuk dirinya. Kendati demikian, mantan pelatih Nagoya Grampus tersebut belum siap mengambil kesempatan tersebut.
"Ada tawaran bagus, namun saya belum siap. Tetapi Anda akan melihat saya berada di ruang ganti suatu saat nanti, saya tak tahu persis hal itu kapan terjadi. Saya ingin membagikan apa yang saya ketahui dan apa yang pernah saya pelajari di dalam pertandingan. Saya ingin mengalami satu kali lagi intensitas kompetisi di sepak bola," pungkasnya.
Baca Juga: Arsenal vs Tottenham Hotspur: Derby London Utara Berakhir Sama Kuat
Berita Terkait
Terpopuler
- Mengapa Pertalite Mau Dihapus?
- Apa Itu Sepatu Hybrid? Ini 5 Rekomendasi Buatan Lokal Terbaik dan Serbaguna
- Soal TNI-Komcad Dikerahkan di Demo Mahasiswa, Ini Reaksi Komisi I DPR
- Neymar Dipastikan Absen di Piala Dunia 2026, Kesalahan Pertama Ancelotti
- Motor Mirip Harley-Davidson Harga Rasa Matic: Mending Morbidelli C252V atau QJ Motor SRV250?
Pilihan
-
Aksi di DPR Memanas! Peserta Demo Cipayung Menggugat Ngaku Dianiaya Polisi usai Ditangkap
-
Wasit Liga Indonesia 'Berulah', FIFA Investigasi Kemenangan Timnas Jerman vs Curacao
-
Mahasiswa Gelar Demo di DPR, Tagih Janji 19 Juta Lapangan Kerja dan Desak Hentikan MBG
-
Mau Aksi di Patung Kuda, Mahasiswa UBK Sempat Dihadang di Tugu Tani
-
Anggaran Kunjungan Luar Negeri Prabowo Tembus Rp1,1 T! Lebih Besar dari TKD Satu Kabupaten di NTB
Terkini
-
Sabri Lamouchi dan 2 Pelatih yang Dipecat di Tengah Piala Dunia
-
FIFA Didesak Pecat Shaun Evans Usai Tunjukkan Gestur Supremasi Kulit Putih
-
Kalah 5-1, Tunisia Pecat Pelatih Sabri Lamouchi di Tengah Piala Dunia 2026
-
Amunisi Baru PSIS Semarang, Syahrian Abimanyu Resmi Berseragam Laskar Mahesa Jenar
-
Persis Solo Resmi Tunjuk Ricky Neslon Sebagai Pelatih Kepala
-
Kondisi Terkini Lamine Yamal Jelang Timnas Spanyol Hadapi Cape Verde
-
Aksi Suporter Timnas Jepang di Piala Dunia 2026 Ini Bikin Salut
-
Piers Morgan: Cuma Negara Ini yang Mampu Hentikan Timnas Inggris Jadi Juara Piala Dunia 2026
-
Jurnalis Belanda Kritik Sepak Bola Indonesia, Sebut Skuad Garuda Jadi Alat Politik Penguasa
-
3 Edisi Selalu Tepat, Matematikawan Jerman Prediksi Belanda Juara Piala Dunia 2026