Suara.com - Timnas Thailand akan menghadapi tuan rumah Timnas Indonesia pada laga kedua Grup G Kualifikasi Piala Dunia 2022 di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Selasa (10/9/2019). Menjelang laga ini, Tanaboon Kesarat sebagai gelandang Thailand, membagikan kisahnya tentang Indonesia dan SUGBK.
Tanaboon merupakan salah satu pemain Thailand yang berpengalaman untuk menghadapi Indonesia. Setidaknya, gelandang 25 tahun itu pernah tiga kali melawan skuat Garuda di kandang maupun di SUGBK pada Piala AFF 2016.
Ketika menyambangi SUGBK, salah satu momen yang diingat Tanaboon adalah atmosfer dari para suporter Timnas Indonesia. Sebab, mereka begitu agresif dan membuat para pemain seperti terintimidasi.
"Secara pribadi, saya pernah ke Indonesia. Saya merasa bahwa atmosfer para penggemar sepak bola di sini cukup agresif. Akan ada beberapa penggemar sepak bola menunggu untuk mencoba mengintimidasi kami," kata Tanaboon di laman resmi FA Thailand.
Bahkan, menurut gelandang bertahan Port FC itu, atmosfer suporter Indonesia lebih menakutkan dibandingkan suporter Malaysia. Namun, ia tidak terlalu mempermasalahkan karena suporter adalah bagian dari sepak bola.
"Suporter di Malaysia itu menakutkan, tetapi saya merasa bahwa Indonesia bahkan lebih menakutkan (tersenyum). Namun, ini akan baik-baik saja karena itu dianggap sebagai bagian dari sepak bola," imbuhnya.
Lebih lanjut, Tanaboon menilai pertandingan melawan Timnas Indonesia tidak akan mudah. Meki demikian, ia tetap optimis bisa pulang ke Thailand dengan membawa tiga poin berharga dari kandang Garuda.
"Kita semua tahu bahwa mengunjungi Indonesia bukanlah pertandingan yang mudah. Apalagi mereka habis kalah, sehingga membuat mereka lebih ngotot untuk menang. Jadi, saya pikir itu akan menjadi pertandingan yang menyenangkan dan kami pasti melakukan yang terbaik untuk meraih tiga poin," tegas eks pemain Muangthong United itu.
Baca Juga: Beri Jatah 3000 Tiket, PSSI Yakin Suporter Thailand akan Sesaki SUGBK
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- 11 Merek Sepatu Lari Buatan Indonesia yang Populer, Kualitas Lokal Tak Bisa Diremehkan
- Penjelasan Polda Sulsel Terkait Kabar Penangkapan Basri Kajang
- Bagaimana Dody Hanggodo Memanfaatkan Kekuasaannya sebagai Menteri di Kementerian PU
- 5 HP Murah Kamera Bagus Sesuai Review untuk Foto dan Video, Mulai Rp1 Jutaan
- 3 Parfum Mykonos Paling Wangi dengan Aroma Clean dan Tahan Lama Menurut Review Pembeli
Pilihan
-
Banggar DPR Dorong Sinkronisasi Belanja Pusat dan Daerah untuk Percepat Pembangunan Jawa Timur
-
Isu Mutasi Besar-besaran di Kementerian PU Buntut Dokumen Menteri Dody Tersebar
-
Gianni Infantino Resmi Digugat! Hubungan Gelap dengan Donald Trump Dibongkar
-
Niat Hindari Ribut dengan Alasan Beli Kuota, Pria Palembang Malah Dikejar dan Ditembak
-
Kejagung Akhirnya Buka Suara Soal Temuan 74 Kg Emas di Rumah Febrie Adriansyah: Kami Tak Tahu
Terkini
-
Dilema Pencari Kerja: Mengapa Mencari Upah Layak Dianggap Pilih-pilih?
-
Di Balik Krisis Pertalite dan Solar: Saat Kenaikan Pertamax Memicu Efek Domino
-
Sudirman Said Mengaku Tak Dicecar soal Riza Chalid dalam Pemeriksaan Kasus Petral
-
Porprov Jateng 2026 Terapkan Sistem Real-Time, Hasil Pertandingan hingga Prestasi Dipantau Langsung
-
Langkah Isuzu di GIIAS 2026 Jadi Ujian Konsistensi di Tengah Ketatnya Pasar Kendaraan Niaga
-
Dituding Singgung Hubungan Rizky Nazar, Anjasmara Akhirnya Minta Maaf: Saya Tidak Sebut Nama
-
Indonesia Jadi Pasar Strategis Acerpure, Generasi Muda Jadi Target Utama
-
Mati Listrik saat Bikin Roti? Ini 5 Cara Selamatkan Adonan!
-
PHK Meningkat, DPR Minta KP2MI Genjot Penempatan Pekerja ke Luar Negeri
-
Koordinat Lokasi hingga Data Keluarga Bocor, Dosen UGM Diteror usai Kritik Dugaan Mutasi ASN