Suara.com - Kejutan terjadi di Grup A Liga Champions. Kamis (19/9/2019), Real Madrid dibantai Paris Saint-Germain (PSG) di Parc des Princess dengan skor telak 3-0.
Dalam pertandingan tersebut, PSG tampil tanpa sejumlah pemain kunci. Termasuk Edinson Cavani dan Kylian Mbappe. Akan tetapi tim besutan Thomas Tuchel mampu mendominasi jalannya pertandingan dan membuat Madrid tak berkutik.
Tiga gol kemenangan Madrid dalam pertandingan itu dicetak oleh Angel Di Maria di menit 14 dan 33, serta gol Thomas Meunier di menit 90. Madrid sendiri sempat memperkecil kedudukan di menit 35 lewat sepakan Gareth Bale, namu gol tersebut dianulir wasit karena bola lebih dulu menyentuh tangan winger asal Wales tersebut.
Kalah telak di pertandingan pertama, memang terasa menyakitkan. Salah satu pemain Madrid, Casemiro, mengakui dominasi PSG dalam laga tersebut dan tidak ada alasan bagi timnya untuk mencari kambing hitam menyusul kekalahan itu.
"Kami mendapat peluang untuk mencetak gol, dan gol kami dianulir. Tapi itu bukan alasan (untuk membela diri)," ujar Casemiro usai pertandingan.
"Kami sadari sejak awal jika pertandingan tersebut akan sulit. Faktanya, mereka (PSG) lebih agresif dari kami. Itu menentukan hasil pertandingan," sambungnya seperti dikutip Football Espana.
"Hasil pertandingan ini menunjukkan seberapa jauh perkembangan kami. PSG mendikte pertandingan dan kami gagal bermain dengan baik."
"Tapi kami akan menjadi lebih baik, karena kami memiliki banyak waktu untuk itu."
Sebelumnya, pelatih Real Madrid Zinedine Zidane juga mengakui kehebatan PSG di laga tersebut. Dengan jiwa besar, meski kecewa, Zidane mengaku PSG lebih superior dan pantas menang.
Baca Juga: Zidane Tanggapi Kekalahan Memalukan Real Madrid di Paris
"Tentu saja saya dan kami semua kecewa atas kekalahan ini. Kami tak memiliki level intensitas yang pantas. Kami kalah di banyak duel satu lawan satu, dan itu membuat segala sesuatunya jadi rumit ketika Anda bertemu tim macam PSG," buka Zidane, disadur dari laman resmi UEFA.
"PSG tim yang sangat bagus, mereka menciptakan banyak peluang. Harus diakui jika mereka memang lebih superior hari ini, mereka pantas menang," sambung pelatih berusia 47 tahun itu.
"Saya khawatir tim saya tak tampil di level yang dituntut oleh kompetisi ini dan rival macam PSG. Mereka superior atas kami di semua hal yang mereka lakukan, serta dalam intensitas. Hal ini yang paling membuat saya kesal," ketusnya.
Berita Terkait
-
Rekor Bursa Transfer LaLiga 2026 Ditutup: Siapa Raja Belanja Musim Ini?
-
Kapan Debut Emil Audero di Rayo Vallecano? Lawan Racing Santander atau Real Madrid
-
Tinggalkan Como, Emil Audero Ucapkan Selamat Tinggal untuk Liga Champions
-
Real Madrid Foundation Bagi Ilmu, Pelatih Indonesia Belajar Pembinaan Usia Muda
-
Skenario Real Madrid di Liga Champions 2026/2027: Arsenal dan Inter Milan Ujian Berat
Terpopuler
- Gus Kikin Pimpin PBNU, Antara Satire 'Salah Dalil' hingga Guyon 'PWNU Jatim Cabang Jakarta'
- Persib Bandung vs Seoul FC dan Melbourne Victory, Mariano Peralta Kirim Psywar
- 8 Sepatu Jalan untuk Komuter KRL dan MRT yang Empuk dan Awet
- 9 Pilihan HP Infinix RAM 8GB Kelas Entry Level Harga Rp1-3 Jutaan
- Kulkas Merek Apa yang Tidak Ada Bunga Es? Ini Pilihan dan Tips agar Tak Salah Beli
Pilihan
-
Sudah dari 2023, 'Nyelang' Jadi Napas Warga Pesisir Cilincing Demi Dapatkan Air Bersih
-
Dikepung Asap Karhutla, Pesawat Menhut Raja Juli Antoni Gagal Mendarat di Pontianak
-
Santap Siang Bareng di Rusia, Prabowo Minta Maaf ke Putin Karena Hal Ini
-
Dua Bus Transjakarta Tubrukan di Pancoran, Benarkah Sopir Mengantuk karena Cuti Duka Ditolak?
-
Bikin Cemas! Pesawat Garuda Indonesia Pecah Ban Angkut 156 Penumpang
Terkini
-
Bukan Hanya Pangan dan Tempat Tinggal, Ini Kebutuhan Utama Warga Terdampak Gempa NTT
-
Pertama Kali Donor Darah? Simak Panduan dan Persiapannya dari Aksi Indodana Finance-KSDD
-
Karhutla Masuk Area Konsesi, Lebih dari 10 Perusahaan Perkebunan Sumsel Diminta Klarifikasi
-
FT Timnas Indonesia U-20 vs Laos: Zahaby Gholy Cetak Brace, Garuda Muda Puncak Klasemen
-
Donald Trump Bantah Rencana Ganti Nama Selat Hormuz dengan Namanya Sendiri
-
Kebakaran Renggut Nyawa 3 Pekerja, PT Evyap Beri Bantuan dan Evaluasi Operasional
-
Karhutla Sumsel Terus Berulang, Ketimpangan Agraria Kembali Dipertanyakan
-
Dari 566 Korban Keracunan Massal Sidoarjo, Tersisa 34 Santri Masih Dirawat di RS
-
Kali Bekasi Hitam Pekat dan Berbau
-
Polisi Bongkar Jaringan Merkuri Ilegal 1 Ton Senilai Rp2,8 Miliar, Pasok Tambang Emas di 3 Wilayah