Suara.com - Niko Kovac selaku pelatih Bayern Munchen, baru-baru ini mengungkapkan alasannya tak pernah memainkan Philippe Coutinho dan Thomas Muller secara bersamaan dalam satu pertandingan. Menurutnya, semua itu demi keseimbangan permainan.
Bayern Munchen sendiri tampil cukup impresif di awal Bundesliga musim 2019/2020. Pekan lalu saja, Die Rotten sukses membungkam FC Koln dengan skor 4-0 di Allianz Arena.
Pada laga tersebut, Niko Kovac lagi-lagi tak memainkan Coutinho dan Muller secara bersamaan. Coutinho dipercaya sebagai starter, sementara Muller baru masuk pada menit ke-71 menggantikan Robert Lewandowski.
''Kedua pemain memiliki kualitas mereka masing-masing saat merangsek maju, tapi kami butuh keseimbangan yang bagus. Saya tak mengesampingkan Muller, tapi saat ini itu bukan pilihan,'' ujar Niko Kovac, seperti dikutip dari laman resmi klub.
Kendati demikian, Niko Kovac tak menampik bahwa Coutinho merupakan pemain yang pintar. Bahkan, ia tak segan-segan memuji penampilan pemain asal Brasil itu.
''Coutinho menunjukkan apa yang dia bisa ketika menguasai bola. Dia mampu menyadari situasi permainan dan kemampuannya dengan bola begitu luar biasa,'' tuturnya menambahkan.
Bayern Munchen di bawah asuhan Niko Kovac memang lebih sering tampil dengan formasi 4-2-3-1. Di lini depan, Lewandowski diplot sebagai penyerang tunggal, kemudian didampingi Kingsley Coman dan Serge Gnabry pada posisi penyerang sayap.
Kemudian posisi playmaker diisi Coutinho atau Muller. Jadi apabila mereka dimainkan secara bersamaan, dikhawatirkan lini depan menggendut dan mengesampingkan pos lainnya.
Baca Juga: Coutinho Tampil Mengesankan, Pelatih Bayern Munchen: Ia Sangat cerdas
Berita Terkait
Terpopuler
- Mulai Tahun Ini Warga RI Mulai Frustasi Hadapi Kondisi Ekonomi, Mengapa Itu Bisa Terjadi?
- Apakah Habis Pakai Cushion Perlu Pakai Bedak? Ini 5 Rekomendasi Cushion SPF 50
- 34 Kode Redeem FC Mobile Terbaru 20 Januari: Sikat TOTY 115-117 dan 20.000 Gems
- Deretan Mobil Bekas 80 Jutaan Punya Mesin Awet dan Bandel untuk Pemakaian Lama
- Jadwal M7 Mobile Legends Knockout Terbaru: AE di Upper, ONIC Cuma Punya 1 Nyawa
Pilihan
-
Rumor Panas Eks AC Milan ke Persib, Bobotoh Bersuara: Bojan Lebih Tahu Kebutuhan Tim
-
Ekonomi Tak Jelas, Gaji Rendah, Warga Jogja Berjuang untuk Hidup
-
Rebut Hadiah Berlimpah! Tabungan Pesirah Bank Sumsel Babel Jadi Penggerak Potensi Daerah
-
ASEAN Para Games 2025: Nurfendi Persembahkan Emas Pertama untuk Indonesia
-
Perbedaan Jaring-jaring Kubus dan Balok, Lengkap dengan Gambar
Terkini
-
Cerita Legenda Liverpool Jatuh Miskin, Investasi Kopi Berujung Utang Rp30 Miliar
-
Persija Belum Tentu Mainkan Dua Pemain Asing Baru? Ini Kata Mauricio Souza
-
Kecintaan Calon Bek AC Milan Juwensley Onstein kepada Sang Kakek yang Kelahiran Medan
-
Ribuan Fans Manchester United Siap Turun ke Jalan, Tuntut Sir Jim Ratcliffe Angkat Kaki
-
Marcel Desailly Peringatkan Chelsea, Cole Palmer Bisa Hengkang Jika Ambisi Tak Sejalan
-
Eks Bomber Chelsea Diego Costa Sindir Antonio Conte, Puji Setinggi Langit Jose Mourinho
-
Statistik Calon Bek AC Milan Juwensley Onstein Pemain Keturunan Indonesia
-
Prancis Tolak Wacana Boikot Piala Dunia 2026, Sepak Bola Pemersatu Bukan Arena Konflik Politik
-
Mandul di Premier League, Anthony Gordon Pecahkan Rekor 23 Tahun Alan Shearer di Liga Champions
-
Gagal Dapatkan Manuel Ugarte, Ajax Alihkan Bidikan ke Gelandang Arsenal Christian Norgaard