Suara.com - Inter Milan kembali meraih kemenangan kelima secara beruntun di ajang Liga Italia Serie A. Menjamu Lazio di Stadion Guiseppe Meazza, Kamis (26/9/2019) dini hari WIB, Nerazzurri menang tipis 1-0 yang dicetak Danilo D'Ambrosio di menit ke-23.
Dengan kemenangan ini, Inter kembali menggusur Juventus dari puncak klasemen sementara Serie A yang sehari sebelumnya menang 2-1 di kandang Brescia. Inter berada di puncak dengan 15 poin dari lima kemenangan beruntun.
Sementara Lazio kini berada di posisi ke 8 Serie A dengan raihan 7 poin.
Jalannya pertandingan
Memulai babak pertama, kedua kesebelasan tampak berhati-hati. Permainan bola lebih banyak berkutat di lini tengah. Nyaris tak ada peluang maupun pergerakan berarti dari kedua tim hingga memasuki menit ke-20.
Fans Inter yang memadati Stadion Guiseppe Meazza langsung bergemuruh kala memasuki menit ke-23. Berawal dari aliran bola di sisi kiri flang Inter Milan, pemain baru yang didatangkan dari Fiorentina, Cristiano Biraghi melepas umpan jauh ke sisi kiri pertahanan Lazio. Danilo D'Ambrosio yang nyaris tanpa pengawalan langsung menyambut datangnya bola dengan sundulan mematikan, gol! 1-0 untuk Inter Milan.
Tak sampai satu menit, Lazio langsung merespon, menerima umpan sodoran dari Caicedo, Joaquin Correa langsung melepas tendangan placing ke sisi kiri gawang Inter yang dijaga Handanovic. Beruntung, kapten Inter Milan langsung terbang dan berhasil menepis bola yang andai tak terjangkau 99 persen masuk.
Memasuki menit ke-30 pertahanan Inter benar-benar diuji. Pergerakan Joaquin Correa benar-benar licin, kali ini sang striker kembali menebar ancaman yang lagi-lagi nyaris berbuah gol.
Mendapat bola crossing mendatang dari sisi kanan pertahanan Inter, dengan sedikit gocekan, Correa langsung melepas tembakan datar mematikan. Super save! Handanovic kembali sukses menepis bola yang menyasar sisi kanan gawangnya.
Baca Juga: Liga Italia: Kalahkan Brescia 2-1, Juventus Gusur Inter di Puncak Klasemen
Menit ke-35 giliran pemain belakang Lazio, Bastos yang membuat pendukung Inter menahan nafas. Mencoba ikut merangsek ke jantung pertahanan Inter, menerima sodoran manis Caicedo dan posisi sedikit bebas, Bastos langsung melepas tembakan akurat mendatar. Namun kali ini Handanovic benar-benar menunjukkan kelasnya, bola yang dikira bakal masuk berhasil ditepisnya.
Jelang menit akhir babak pertama, Inter Milan mendapat peluang emas dua kali beruntun. Nicola Barella berhasil memenangkan duel bola dari kejaran Bastos, gelandang anyar Inter itu langsung berhadapan satu lawan satu dengan kiper Strakosha, sayang bola tembakannya masih bisa ditahan. Bola muntah langsung disambar Politano, namun lagi-lagi bola kembali bisa ditahan Strakosha. Skor 1-0 menyudahi jalannya babak pertama.
Memasuki babak kedua Lazio langsung mengambil inisiatif serangan. Para pemain belakang Inter yang dikomandoi Diego Godin dibuat kalang kabut karena pergerakan licin striker Lazio itu. Namun Handanovic tak kalah cemerlang, sejumlah penyelamatan penting sukses dibuatnya.
Memasuki menit ke-60, Inter mencoba balik keluar menyerang. Lukaku! tembakan kaki kiri striker berharga Rp 1 triliun lebih itu masih melayang tipis di atas mistar gawang Lazio.
Menjelang menit ke-80 sejumlah pergantian dilakukan oleh kedua tim. Alexis Sanchez diberi waktu bermain untuk menggantikan Lukaku. Demikian juga striker muda Lautaro Martinez menggantikan Politano.
Memasuki 10 menit babak kedua berakhir, Inter Milan lebih memegang jalannya permainan. Lautaro Martinez!, pemain bernomor punggung 10 itu berhasil merebut bola di area kotak penalti Lazio, sayang sekali tembakannya masih meleset tipis di samping tiang gawang.
Berita Terkait
-
5 Berita Hits: Faktor Kebangkitan Juventus, Riedl Urung Latih Persebaya
-
Pakai 4-3-1-2 Lawan Brescia, Maurizio Sarri: Bukti Fleksibilitas Juventus
-
Video: Rayakan Gol Bersama Lukaku, Antonio Conte Malah Terpelanting
-
Mainkan Aaron Ramsey sebagai Trequartista, Ini Komentar Sarri
-
Prediksi Inter Milan vs Lazio: Performa Apik Nerazzurri Diuji
Terpopuler
- 5 Rekomendasi Serum Malam untuk Hempas Flek Hitam Usia 50 Tahun ke Atas
- Kecil tapi Lega: Hatchback Bermesin Avanza Kini Cuma 50 Jutaan, Makin Layak Dilirik?
- Promo JCO Mei 2026, Paket Hemat Donat dan Kopi yang Sayang Dilewatkan
- Work to Run: 5 Sepatu Lari Hitam Polos yang Tetap Rapi di Kantor dan Nyaman Dipakai Lari
- 5 HP Redmi RAM 8 GB Memori 256 GB Termurah di Bawah Rp1,5 Juta, Spek Juara
Pilihan
-
10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi
-
Serangan Mematikan Rusia Jelang Gencatan Senjata, 26 Warga Ukraina Tewas
-
Bejatnya Kiai Cabul Ashari di Pati: Ngaku Keturunan Nabi hingga Istri Orang Bebas Dicium
-
Mengungkap Jejak Pelarian Kiai Cabul Pati: Terendus Ritual di Kudus, Kini Raib Bak Ditelan Bumi
-
Diterpa Kontroversi dan Dilaporkan ke Bareskrim Terkait Ceramah JK, Ade Armando Mundur dari PSI
Terkini
-
Diego Simeone Terima Atletico Tersingkir di Liga Champions: Nggak Ada Alasan
-
Mark Viduka Sang Mesin Gol: Tolak Naturalisasi Krosia, Pilih Setia Antarkan Australia ke Piala Dunia
-
Kata-kata Mikel Arteta, Bukayo Saka Menjadi Pahlawan Emirates Stadium
-
Rustu Recber Legenda Turki: Kisah Kiper Eksentrik dengan Cat Hitam di Mata Viral di Piala Dunia 2002
-
Paul Van Himst, 'The White Pele' dari Belgia yang Mengukir Keabadian
-
Profil Eduardo Barbosa: Eks Portugal U-15 yang Tinggalkan PSBS Biak Lebih Cepat Akibat Krisis Gaji
-
Eusebio Sang Black Panther Portugal: Ketajaman Abadi di Panggung Piala Dunia 1966
-
Gaji 4 Bulan Belum Dibayar, Pemain PSBS Biak Ancam Mogok Lawan Dewa United
-
Didier Drogba Legenda Pantai Gading: Predator Paling Mematikan dalam Sejarah Piala Dunia
-
Pemain PSBS Biak Tinggalkan Klub Lebih Awal Sambil Bawa Kantong Kresek Merah, Ada Apa?