-
Eusébio adalah legenda terbesar Portugal yang menjadi top skor Piala Dunia 1966 dengan catatan sembilan gol yang spektakuler.
-
Perjalanan kariernya dimulai dari Mozambik hingga menjadi pilar utama klub Benfica dan membawa Portugal disegani di kancah internasional.
-
Warisan Eusébio tetap hidup melalui inspirasi yang ia berikan kepada generasi pesepak bola modern Portugal hingga saat ini.
Suara.com - Eusebio da Silva Ferreira merupakan sosok fenomenal yang dikenal sebagai salah satu pemain sepak bola terbaik sepanjang masa milik tim nasional Portugal.
Pemain yang dijuluki "The Black Panther" ini mencatatkan namanya dengan tinta emas berkat kecepatan luar biasa dan tendangan kaki kanan yang sangat mematikan.
Kehadiran Eusébio di atas lapangan hijau selalu menjadi ancaman serius bagi lini pertahanan lawan manapun dalam sejarah sepak bola internasional.
Lahir di Mozambik saat wilayah tersebut masih menjadi koloni Portugal, Eusébio tumbuh dalam kondisi ekonomi yang serba terbatas namun penuh bakat.
Perjuangannya menuju puncak karier dimulai saat ia memutuskan merantau ke Lisbon untuk bergabung dengan klub raksasa Benfica pada usia remaja.
Di tengah tantangan adaptasi dan tekanan besar, ia membuktikan kualitasnya dengan membawa Benfica mendominasi kompetisi domestik maupun level Eropa.
Ketangguhannya di level klub kemudian membawanya menjadi pilar utama tim nasional Portugal yang mulai diperhitungkan di kancah dunia.
Keajaiban Melawan Korea Utara
Momen paling ikonik dalam karier Eusébio terjadi pada babak perempat final Piala Dunia 1966 saat Portugal tertinggal 0-3 dari Korea Utara.
Baca Juga: Metode Matematika Prediksi Cristiano Ronaldo Menangis di Final Piala Dunia 2026, Siapa Juaranya?
Secara luar biasa, Eusébio mengambil alih kendali permainan dan mencetak empat gol beruntun untuk membalikkan keadaan menjadi kemenangan 5-3 bagi Portugal.
"Itu adalah pertandingan paling berkesan dalam hidup saya karena kami menunjukkan semangat yang tidak pernah menyerah," kenang Eusebio mengenai laga tersebut.
Top Skor Piala Dunia 1966
Eusébio berhasil mengakhiri turnamen Piala Dunia 1966 di Inggris dengan predikat pencetak gol terbanyak setelah mengoleksi sembilan gol.
Ketajamannya di depan gawang lawan tidak tertandingi oleh pemain bintang lainnya, menjadikannya sebagai predator paling menakutkan sepanjang turnamen.
Keberhasilan meraih Sepatu Emas tersebut mengukuhkan statusnya sebagai penyerang kelas dunia yang diakui secara global oleh para pengamat sepak bola.
Berita Terkait
Terpopuler
- Mengenal Lisda Cancer, Perwira Tinggi Polri yang Pensiun Tak Lama Usai Jadi Brigjen
- Skenario Timnas Indonesia Jika Imbang atau Kalah dari Vietnam di Piala AFF 2026
- Sunscreen Apa yang Bagus untuk Menghilangkan Flek Hitam di Wajah? Ini 3 Rekomendasi sesuai Review
- Fortuna Sittard Ogah Jual Justin Hubner ke Klub Super League
- 4 Shio Beruntung Hari Ini 4 Agustus 2026: Macan hingga Babi Berpeluang Dapat Kabar Baik
Pilihan
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
Terkini
-
Jejak Kasus Haji Halim Ali, Dari Pengusaha Besar hingga Ahli Waris Kembalikan Rp127 Miliar
-
Modus Penimbun Pertalite Terbongkar, Isi BBM Berulang Pakai Barcode Berbeda di SPBU
-
Geger Temuan Mayat Mutilasi dalam Karung Beras di Pancoran Mas Depok
-
Jelang HUT ke-81 RI, Masjid Indonesia Pertama di Kanada Barat Resmi Berdiri
-
Diduga Bawa Kabur Kamera Rp200 Juta, DJ Wanita dan Suaminya Dipolisikan di Bogor
-
5 Perubahan Contact Center di Era Generative AI, Tak Lagi Sekadar Layanan Pengaduan
-
Terungkap Penyebab Kematian Dokter PPDS di RSUD Tengku Rafian Siak
-
Profil Direktur PO ALS yang Jadi Tersangka Kasus Kecelakaan Bus Tewaskan 19 Orang
-
Pertamina Marine Solutions Resmi Jalin Kerjasama dengan Perusahaan China, Ini Rinciannya
-
Tak Cukup Alim, Cak Imin Minta Santri Melek Literasi Keuangan Agar Tak Terjebak Judol dan Pinjol