- Gelandang asal Portugal, Eduardo Barbosa, meninggalkan PSBS Biak akibat masalah tunggakan gaji selama hampir tiga bulan.
- Pemain jebolan Sporting CP tersebut memutuskan pulang ke Portugal pada 3 Mei 2026 sebelum kontraknya berakhir.
- Nasib tragis Barbosa terjadi saat PSBS Biak mengalami keterpurukan finansial serta dipastikan terdegradasi dari Super League.
Suara.com - Kisah pilu datang dari gelandang asing asal Portugal, Eduardo Barbosa. Momen kepulangannya yang hanya membawa sebuah kantong kresek merah menjadi gambaran tragis dari nasibnya setelah gajinya diduga ditunggak oleh manajemen PSBS Biak.
Pemandangan kontras ini menjadi sorotan tajam di tengah keterpurukan PSBS Biak, yang baru saja dipastikan terdegradasi dari Super League 2025/2026.
Lantas, siapa sebenarnya Eduardo Barbosa pemain yang datang jauh-jauh dari Portugal namun harus mengalami nasib nahas di Indonesia?
Eks Portugal U-15 & Jebolan Sporting CP
Eduardo Barbosa bukanlah pemain sembarangan. Ia adalah mantan penggawa tim nasional Portugal U-15 yang masih berusia 23 tahun.
Berposisi sebagai gelandang tengah, pemain dengan nilai pasar mencapai Rp2,61 miliar ini merupakan jebolan dari akademi klub ternama Portugal, Sporting CP, tempat ia menimba ilmu sejak 2016 hingga menembus level U-19.
Sebelum memutuskan merantau, ia sempat membela beberapa klub di Portugal seperti Falaicao dan Vilaverdense.
Kepindahannya ke Indonesia bersama PSBS Biak pada Juli 2025 menjadi pengalaman pertamanya berkarier di luar negeri.
Namun, mimpi untuk meraih sukses di tanah rantau justru berakhir pahit. Masalah finansial yang melanda PSBS Biak berujung pada tunggakan gaji selama hampir tiga bulan.
Pelatih kepala Marian Mihail bahkan mengakui bahwa situasi ini telah menghancurkan mental dan semangat tim.
Baca Juga: CEO Semen Padang FC Minta Maaf, Siapkan Rencana Bangkit Pasca Degradasi ke Liga 2
"Wajar jika pemain memperjuangkan hak-hak mereka karena mereka datang ke sini untuk menghidupi keluarga. Semangat tim saat ini sangat rendah. Bahkan saya dan staf pelatih juga berada dalam situasi sulit yang sama," ungkap Marian Mihail.
Di tengah kondisi klub yang sudah dipastikan turun kasta dan masalah gaji yang tak kunjung usai, Eduardo Barbosa akhirnya memilih untuk menyerah.
Pada Minggu (3/5/2026), ia memutuskan untuk kembali ke negara asalnya sebelum kontraknya berakhir, meninggalkan kisah pilu tentang seorang talenta muda yang datang dengan harapan besar namun harus pulang dengan kekecewaan mendalam.
Selama berseragam tim berjuluk Badai Pasifik, Eduardo Barbosa mencatatkan 27 pertandingan dengan koleksi dua gol serta satu assist.
Berita Terkait
-
Gaji 4 Bulan Belum Dibayar, Pemain PSBS Biak Ancam Mogok Lawan Dewa United
-
Pemain PSBS Biak Tinggalkan Klub Lebih Awal Sambil Bawa Kantong Kresek Merah, Ada Apa?
-
Metode Matematika Prediksi Cristiano Ronaldo Menangis di Final Piala Dunia 2026, Siapa Juaranya?
-
Persija Jakarta Dihantam Sanksi Jelang Hadapi Persib Bandung
-
Hasil BRI Super League: Taklukkan Bali United, MU Menjauh dari Zona Merah
Terpopuler
- Mengenal Lisda Cancer, Perwira Tinggi Polri yang Pensiun Tak Lama Usai Jadi Brigjen
- Pelatih FC Twente Usir Mees Hilgers: Saya Tak Berharap Dia Kembali ke Klub!
- PIP Termin II 2026 Kapan Cair? Ini Jadwal Lengkap dan Cara Ceknya agar Dana Tidak Hangus!
- Skenario Timnas Indonesia Jika Imbang atau Kalah dari Vietnam di Piala AFF 2026
- Sunscreen Apa yang Bagus untuk Menghilangkan Flek Hitam di Wajah? Ini 3 Rekomendasi sesuai Review
Pilihan
-
Aktris Sali Irsalina Dianiaya Pacar di Fatmawati, Mata Lebam Hingga Diselamatkan Polantas
-
Dipilih Lewat Seleksi Ketat, Bank Dunia Kembali Tunjuk Sri Mulyani Duduki Jabatan Strategis
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
Terkini
-
Menyoal PHK 178 Buruh Garmen di Cimahi, Dedi Mulyadi Minta Pekerja Fleksibel Ikuti Peta Industri
-
Kronologi Misteri Jasad Mutilasi dalam Karung di Pancoran Mas Depok
-
Final Piala Presiden 2026 Antara Persib vs Persebaya Digelar Tanpa Penonton, Ini Alasannya
-
Potongan Kaki Masih Dicari, Polisi Buru Motif Pelaku Mutilasi Pria Tanpa Identitas di Depok
-
Lawan Kejagung dan Polri, Sidang Perdana Praperadilan Febrie Digelar Usai HUT RI
-
Waktu Istirahat Minim Jelang Final, Pelatih Persib: Mari Kita Lihat Siapa yang Bisa Bertahan
-
Gubernur Andra Soni Sebut Gedung Baru DPD RI Rp4,1 M Kebutuhan Daerah, Bukan Senator
-
Pelaku Mutilasi Depok Semula Korban? Polisi Diminta Uji Klaim Percobaan Pelecehan
-
Soroti Kasus 46 Juta Obat Ilegal di Tangsel, DPR: Bongkar Mata Rantai Distribusi Sampai ke Akar!
-
BRI Perkuat Sinergi dengan Ditjenpas DIY Melalui Optimalisasi Layanan Pemasyarakatan