Suara.com - Persebaya Surabaya menelan kekalahan mengejutkan saat menghadapi Persib Bandung dalam lanjutan Liga 1 2019 di Stadion I Wayan Dipta, Bali, Jumat (19/10/2019). Tim Bajol Ijo dicukur dengan skor 1-4.
Gol kemenangan Persib disumbangkan oleh Febri Haryadi pada menit ke-31 dan 84', Ahmad Jufrianto (40'), dan Kevin van Kippersluis (60'). Satu gol balasan Persebaya dilesakkan oleh Diogo Campos.
Atas kekalahan tersebut, Wolfgang Pikal selaku arsitek Persebaya berdalih bahwa timnya tidak bermain full team. Jika turun dengan kekuatan terbaik, Persebaya diklaim bisa meraih kemenangan.
Sebagai informasi, Persebaya tidak menurunkan Otavio Dutra dan Ruben Karel Sanadi dalam laga tersebut. Kemudian, Bajol Ijo juga tidak bisa menurunkan Misbakus Solikin, Irfan Jaya, Osvaldo Haay, Moch. Supriadi, dan Rachmat Irianto.
"Kami punya masalah karena tidak bisa full team. Ada tujuh pemain yang absen pada laga tadi. Ada yang demam, cedera, akumulasi kartu, dan masih membela timnas Indonesia U-23 maupun U-19. Kalau kami full team, mungkin hasil bisa berbeda," kata Pikal di laman resmi Persebaya.
Namun, mantan asisten pelatih Timnas Indonesia itu enggan berlarut dalam kekalahan tersebut. Ia langsung mengalihkan fokus pada pertandingan selanjutnya melawan Persela Lamongan, Rabu (23/10/2019).
"Kami segera mempersiapkan tim melawan Persela. Dan semoga pemain-pemain yang cedera bisa pulih tepat waktu," tegas Pikal.
Kekalahan atas Persib bandung menjadi warning bagi Persebaya. Mereka belum meraih kemenangan lagi dalam empat laga terakhir Liga 1 2019.
Baca Juga: Terpaut 8 Poin dari Liverpool, Gundogan: Manchester City Tak Lihat Klasemen
Berita Terkait
-
Rahmad Darmawan Akui Bhayangkara FC Besutan Munster Berbahaya
-
Bhayangkara FC Hadapi Tira-Persikabo, Indra: Pertandingan Kakak Adik
-
Prediksi Derby Aparat, Tira-Persikabo Vs Bhayangkara FC
-
Bhayangkara FC Siap Ladeni Tira-Persikabo, Munster Bidik Tiga Poin
-
Ngamuk, Borneo FC Bantai Bali United Enam Gol Tanpa Balas
Terpopuler
- Cara Menata Isi Dompet yang Baik Menurut Feng Shui agar Rezeki Lebih Lancar
- Amplop Raja Juli Menyusut SGD2.000, KPK Buka Peluang Periksa Ajudan hingga Kapolres Kuansing
- Masuk Desil 10 Padahal Penghasilan Pas-pasan? Jangan Panik, Ini Arti dan Penjelasan Resminya
- Contoh Teks Sambutan Ketua RT Malam Tirakatan 17 Agustus yang Singkat, dan Penuh Makna
- 4 Rice Cooker Mini Murah yang Cepat Matang dan Hemat Listrik Sesuai Review Pembeli
Pilihan
-
Prabowo: Ojol Sekarang Dapat 92 Persen Hasil Kerja, Pendapatannya Naik 3 Kali Lipat
-
Hadiri Sidang Tahunan, Intip Gaya Prabowo dan Gibran saat Tiba di Gedung Parlemen Senayan
-
Kampung Bahari Memanas! Massa Lawan BNN dan Brimob Pakai Petasan saat Gerebek Narkoba
-
Sudah Dibangun Sejak 2023, Sejauh Mana Bibit Sriwijaya Kemampo Pulihkan Hutan Sumsel?
-
Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
Terkini
-
Local Media Community Gandeng Google Dukung Penguatan Ekosistem Media Lokal
-
Tegas! Menkeu Purbaya Ungkap Tak Ada Kenaikan Gaji Guru di 2027
-
Renjana Perca, Saat Fashion Indonesia Bertemu Ekonomi Sirkular
-
Modal Foto AI Berseragam Polisi, Pria di Bandung Tipu Korban dan Bawa Lari Uang
-
Insentif Guru Ngaji di Bogor Jadi Rp1,2 Juta per Tahun
-
Jaga Gajah Sumatera, Pertamina Kilang Plaju Perkuat Upaya Melestarikan Warisan Alam Sumsel
-
Temukan 1.500 Warga Terjebak Grup LGBT Daring, Pemkab Serang Siapkan Langkah Pembinaan
-
Bank Sumsel Babel dan Unsri Bersinergi Menyiapkan Generasi Pemimpin Masa Depan
-
Havaianas Debut Kitten Heel di Copenhagen Fashion Week
-
Perombakan Buku Sekolah, Solusi Literasi atau Cuma Proyek Bisnis Baru?