Suara.com - Cristiano Ronaldo meyakinkan suporter Juventus dan penggemarnya di seluruh dunia jika pemain asal Portugal itu belum ingin gantung sepatu meski kini sudah berusia 34 tahun.
"Usia hanyalah angka. Itu tidak berarti bahwa pada usia 34, 35, 36, anda berada di penghujung karier Anda," kata Ronaldo dalam jumpa pers menjelang pertandingan Liga Champions antara Juventus melawan Lokomotiv Moscow pada Rabu (22/10/2019) dini hari WIB.
"Saya bisa menunjukkan itu dengan penampilan saya, bagaimana saya bermain, cara saya bermain, cara saya masih merasa baik, tajam, memikirkan permainan, lebih dewasa. Ini membuat perbedaan."
Ronaldo memicu kekhawatiran para penggemarnya ketika dalam sebuah wawancara ia mengaku mulai menikmati aktivitas di luar sepak bola. "Jadi siapa tahu apa yang akan terjadi dalam satu atau dua tahun ke depan?" kata Ronaldo saat itu.
Pemain yang diikat kontrak empat tahun oleh Juventus itu baru-baru ini mencetak gol profesionalnya yang ke-700 saat bermain untuk timnas Portugal dan masuk nominasi untuk penghargaan Ballon d'Or.
Ronaldo sendiri saat ini sudah lima kali memenangi trofi Ballon d'Or. Sama seperti megabintang Barcelona Lionel Messi.
Ditanya ihwal peluangnya menjuarai Ballon d'Or, Ronaldo mengaku lebih tertarik memenangkan treble bersama Juventus.
"Kami ingin memenangkan Serie A, kami ingin memenangkan Piala Italia, Liga Champions," katanya yang dilansir Sky Sports pada Selasa (22/10/2019).
"Juventus harus berpikir besar. Kami akan berusaha memenangkan semua trofi, kami tahu ini akan sulit, terutama Serie A dan Liga Champions, tetapi saya rasa itu mungkin. Segalanya mungkin."
Baca Juga: Istrinya Pernah Ditaksir, Luis Figo Sudah Maafkan Ronaldo
"Terkait penghargaan individu, saya tidak bisa mengatakan apa-apa karena ini adalah individu. Itu bukan hal yang paling penting," tambah Ronaldo.
"Yang terpenting adalah penghargaan kolektif. Bila Anda memenangkan penghargaan secara kolektif, peluang untuk memenangkan penghargaan individu lebih besar. Ballon d'Or bagi saya adalah prioritas kedua."
Berita Terkait
-
2026 Tahun Terakhir Melihat Messi dan Ronaldo di Piala Dunia: Akhir dari Sebuah Era?
-
Vitinha Berani Garansi! Final Piala Dunia 2026 Messi vs Ronaldo Jadi Kenyataan
-
Dukung Portugal demi Ronaldo, Fadi Alaydrus Malah Jagokan Negara Ini Juara Piala Dunia 2026
-
Cristiano Ronaldo: Portugal Bukan Favorit Juara Piala Dunia 2026
-
Aston Villa Bidik Kiper Timnas Jepang untuk Gantikan Emil Martinez
Terpopuler
- Mengapa Pertalite Mau Dihapus?
- Apa Itu Sepatu Hybrid? Ini 5 Rekomendasi Buatan Lokal Terbaik dan Serbaguna
- Soal TNI-Komcad Dikerahkan di Demo Mahasiswa, Ini Reaksi Komisi I DPR
- Neymar Dipastikan Absen di Piala Dunia 2026, Kesalahan Pertama Ancelotti
- Motor Mirip Harley-Davidson Harga Rasa Matic: Mending Morbidelli C252V atau QJ Motor SRV250?
Pilihan
-
Aksi di DPR Memanas! Peserta Demo Cipayung Menggugat Ngaku Dianiaya Polisi usai Ditangkap
-
Wasit Liga Indonesia 'Berulah', FIFA Investigasi Kemenangan Timnas Jerman vs Curacao
-
Mahasiswa Gelar Demo di DPR, Tagih Janji 19 Juta Lapangan Kerja dan Desak Hentikan MBG
-
Mau Aksi di Patung Kuda, Mahasiswa UBK Sempat Dihadang di Tugu Tani
-
Anggaran Kunjungan Luar Negeri Prabowo Tembus Rp1,1 T! Lebih Besar dari APBD Satu Kabupaten di NTB
Terkini
-
Thomas Tuchel dan 'Misi Mustahil' Timnas Inggris di Piala Dunia 2026
-
Prediksi Skor Irak vs Norwegia di Piala Dunia 2026: Head to Head, Susunan Pemain dan Fakta Menarik
-
Kondisi Terkini Christian Pulisic, Lini Serang Amerika Serikat Berpikir Keras Jelang Lawan Australia
-
Piala Dunia 2026: Ramin Rezaeian Ungkap Arti Selebrasi Golnya Saat Iran Tahan Selandia Baru
-
Menanti Debut Erling Haaland dan Odegaard di Piala Dunia 2026, Norwegia Bidik Tiga Poin Lawan Irak
-
Arti Spesial Bela Timnas Indonesia Bagi Luke Vickery: Nenek Saya Lahir di Sana!
-
Kenapa Sepatu Pink Mendominasi Piala Dunia 2026? Ternyata Bukan Sekadar Tren
-
Ancaman Penyakit Menular di Piala Dunia 2026: Dari Campak hingga Ebola
-
Lebih dari 14 Asprov Dipimpin Plt, Tata Kelola PSSI Jadi Sorotan
-
Belanda Gagal Menang di Laga Perdana Piala Dunia 2026, Virgil van Dijk Kritik Aturan Baru FIFA