Suara.com - Polresta Yogyakarta mengamankan tiga tersangka insiden kerusuhan laga Liga 2 2019 antara PSIM Yogyakarta vs Persis Solo yang digelar Senin 21/10/2019) kemarin.
NCS (18), FR (16) dan HKC (15) disinyalir melakukan perusakan kendaraan milik kepolisian di area parkir Stadion Mandala Krida, Yogyakarta.
Ketiga pelaku sudah masuk tahap penyidikan saat ini. Khusus untuk FR dan HKC, pemeriksaan tetap mengusung Undang Undang Perlindungan Anak.
Selain ketiga pelaku, sebanyak 51 remaja juga ikut diamankan. Dari 51 remaja, 18 diantaranya sudah diamankan sebelum pertandingan karena terindikasi akan membuat kericuhan, sementara 30 lainnya diamankan usai laga.
"Langkah hukum akan tetap berjalan," ujar Kabid Humas Polda Daerah Istimewa Yogyakarta, Kombes Pol Yulianto di Mapolresta Yogyakarta, Selasa (22/10/2019).
Menurut Yulianto, pihak kepolisian sejatinya sudah melakukan upaya preventif sebelum pertandingan dimulai. Sebanyak tujuh molotov diamankan di sekitar Stadion Mandala Krida.
Berdekatan dengan lokasi molotov, sebanyak 18 suporter kemudian turut diamankan ke Mapolresta Yogyakarta.
Sedangkan sebanyak 30 suporter diamankan di kawasan Wirobrajan untuk mengantisipasi kericuhan selama perjalanan pulang. Tindakan dilakukan karena mereka cenderung melawan perintah polisi.
"Rombongan kami arahkan melalui jalur yang tidak berpotensi ricuh saat pulang, namun mereka malah melawan. Alhasil seluruhnya diamankan ke Mapolresta," terang Yulianto.
Baca Juga: Buntut Ricuh PSIM vs Persis Solo, Hisyam Tolle Trending di Twitter
Kontributor : Putu Ayu Palupi
Berita Terkait
-
Milomir Seslija Diberi Target 6 Poin dalam 2 Laga, Gagal Dipecat?
-
Bangkit dari Tiga Kekalahan, Bali United Bidik Tiga Poin Kontra PSIM Yogyakarta
-
PSIM Yogyakarta Hampir Full Team Lawan Bali United, Donny Warmerdam Siap dari Bangku Cadangan
-
PSIM Yogyakarta Makin Lengkap, Pemain Keturunan Belanda Disiapkan Lawan Bali United
-
Persis Solo Imbang Lagi dan Makin Terbenam, Milomir Seslija Salahkan Hal Ini
Terpopuler
- Pemerintah Tutup Ruang Pembentukan Provinsi Luwu Raya, Kemendagri: Ikuti Moratorium!
- Warga Sambeng Borobudur Pasang 200 Spanduk, Menolak Penambangan Tanah Urug
- Cerita Eks Real Madrid Masuk Islam di Ramadan 2026, Langsung Bersimpuh ke Baitullah
- Sosok Arya Iwantoro Suami Dwi Sasetyaningtyas, Alumni LPDP Diduga Langgar Aturan Pengabdian
- Menkop Ferry Minta Alfamart dan Indomaret Stop Ekspansi Karena Mengancam Koperasi Merah Putih
Pilihan
-
SBY Sentil Doktrin Perang RI: Kalau Serangan Udara Hancurkan Jakarta, Bagaimana Hayo?
-
Kasus Pembakaran Tenda Polda DIY: Perdana Arie Divonis 5 Bulan, Hakim Perintahkan Bebas
-
Bikin APBD Loyo! Anak Buah Purbaya Minta Pemerintah Daerah Stop Kenaikan TPP ASN
-
22 Tanya Jawab Penjelasan Pemerintah soal Deal Dagang RI-AS: Tarif, Baju Bekas, hingga Miras
-
Zinedine Zidane Comeback! Sepakat Latih Timnas Prancis Usai Piala Dunia 2026
Terkini
-
Jordi Amat Bidik 3 Poin di Ternate, Persija Siap Manfaatkan Kekalahan Borneo FC
-
Milomir Seslija Diberi Target 6 Poin dalam 2 Laga, Gagal Dipecat?
-
PSV Eindhoven Jadi Klub Paling Cocok untuk Mees Hilgers Musim Depan
-
Alasan Hokky Caraka Jadi Kiper Dadakan, Ternyata Bukan karena Skill
-
Update Kondisi Pemain Persib Jelang Hadapi Madura United, Marc Klok Comeback?
-
Comeback Fenomenal Pemain Keturunan Indonesia, Tampil Impresif Usai Pulih dari Cedera ACL
-
Prediksi Inter Milan vs Bodo/Glimt: Misi Comeback Nerazzurri di San Siro
-
Prediksi Atletico Madrid vs Club Brugge: Duel Hidup-Mati di Metropolitano, Siapa Lolos ke 16 Besar?
-
Erick Thohir Waspadai Kekuatan Tersembunyi St Kitts and Nevis
-
St. Kitts and Nevis Disebut Bisa Bikin Timnas Indonesia Naik Level