- Pelatih Jean-Paul Van Gastel resmi memperpanjang kontrak selama satu musim untuk tetap menangani PSIM Yogyakarta di kompetisi mendatang.
- Keputusan bertahan diambil karena ia merasa nyaman dengan dukungan manajemen, suporter, serta suasana kehidupan di Kota Yogyakarta.
- Van Gastel menargetkan peningkatan performa tim agar lebih kompetitif dan mampu bersaing di papan atas klasemen musim depan.
Suara.com - Pelatih kepala PSIM Yogyakarta, Jean-Paul Van Gastel, memastikan dirinya akan tetap menangani Laskar Mataram untuk satu musim ke depan.
Van Gastel mengaku merasa nyaman dengan atmosfer klub maupun kehidupan di Yogyakarta selama menjalani musim pertamanya bersama PSIM.
“Saya pikir klub ini memiliki jiwa,” kata Van Gastel.
Pelatih asal Belanda tersebut menilai PSIM memiliki ekosistem yang baik, mulai dari dukungan suporter hingga manajemen klub. Selain itu, suasana Kota Yogyakarta juga membuatnya semakin yakin untuk bertahan.
“Yogyakarta benar-benar kota indah untuk ditinggali, semua paket lengkap ini membuat saya ingin bertahan setidaknya satu tahun lagi,” ujarnya.
Van Gastel juga mengonfirmasi bahwa dirinya telah menandatangani kontrak baru bersama manajemen PSIM pada hari ini.
Setelah berhasil memenuhi target musim ini dengan membawa PSIM menjauh dari zona degradasi, Van Gastel kini ingin membawa tim tampil lebih kompetitif pada musim depan.
“Musim depan, saya ingin tim tampil lebih kompetitif dengan menyusun komposisi pemain terbaik agar mampu bersaing di papan atas klasemen,” katanya.
Ia juga berharap dukungan penuh suporter tetap hadir di setiap pertandingan karena menurutnya atmosfer stadion menjadi energi tambahan bagi para pemain.
Baca Juga: Gelandang Manchester City Kasih Selamat Eliano Reijnders Bawa Persib Bandung Juara Super League
“Saya menikmati pengalaman musim ini, sehingga saya memiliki kebahagiaan dan energi yang sama seperti musim lalu, saya sangat penuh harapan,” ujar Van Gastel.
Menurut dia, pencapaian musim ini bisa menjadi fondasi penting untuk membawa PSIM berkembang lebih jauh pada kompetisi berikutnya.
(Antara)
Berita Terkait
-
Gelandang Manchester City Kasih Selamat Eliano Reijnders Bawa Persib Bandung Juara Super League
-
Imran Nahumarury Bertekad Bawa Semen Padang Kembali ke Super League
-
Persib Bandung Raih Bonus Rp1 Miliar Usai Cetak Hattrick Juara Super League
-
Persib Bandung Kampium, Konvoi Kemenangan Mengular Bandung Membiru Rayakan Sejarah
-
Dari Kejurnas ke Super League, Mengintip 10 Gelar Juara Persib Sepanjang Sejarah!
Terpopuler
- 5 Serum untuk Mengecilkan Pori-pori, Bikin Kulit Mulus Sesuai Review Pembeli
- Mulai Besok Kendaraan Nunggak Pajak Dilarang Isi BBM Bersubsidi
- 3 Rekomendasi Air Cooler 50 Watt yang Dingin Maksimal dan Suaranya Senyap
- 3 Sepatu Running Brodo Terlaris di Shopee, Lengkap Review dan Harganya
- Durian Musang King dan Black Thorn Jadi Komoditas Baru Andalan Sulsel
Pilihan
-
Resmi! Muktamar NU ke-35 akan Digelar di Ponpes Bahrul Ulum Jombang
-
Babak Belur Emiten Kaesang: Hanya Mampu Bayar Buruh Harian dan Operasikan Satu Pabrik
-
Roy Suryo Menang Praperadilan! Hakim Nyatakan Penangkapan dan Penahanan Tidak Sah
-
Dokumen Kunker Menteri PU ke New York Bocor, Ajak Istri dan Anak Jelang Final Piala Dunia?
-
PHK 1.250 Karyawan Tokopedia Berujung Aksi Buruh ke Kantor TikTok
Terkini
-
FIFA Selidiki Dugaan Rasial Terhadap IShowSpeed di Piala Dunia 2026, Laga Argentina Jadi Sorotan
-
Persija Tawar Kontrak Fantastis Eks Bek Liga Champions Radovan Pankov, Klub Polandia Tak Berkutik
-
Kylian Mbappe Dijuluki 'Mobut' di Timnas Prancis, Apa Artinya?
-
Daftar Pemain Timnas Indonesia untuk Piala AFF 2026, Persija dan Persib Sumbang Paling Banyak
-
Wasit Argentina Pimpin Perancis vs Maroko, Les Bleus Tak Gentar Lawan Keputusan FIFA
-
Wasit Final Piala Dunia 2022 Bongkar Kesalahan VAR Anulir Gol Mesir ke Gawang Argentina
-
FIFA Disorot! Seluruh Ofisial Laga Prancis vs Maroko Berasal dari Argentina
-
Granit Xhaka Tak Takut Hadapi Lionel Messi, Swiss Siap Ukir Sejarah Kontra Argentina
-
Kasusnya Viral, Senator Paraguay Ancam Penjarakan Kylian Mbappe
-
Mesir Tuduh Piala Dunia Diseting untuk Argentina: Dunia Memang Tak Adil, Kenapa di Olahraga Juga?