Suara.com - Siwo PWI Pusat bersama dengan PSSI Pers menggelar diskusi untuk Calon Ketua Umum (Caketum) PSSI periode 2019-2023 dengan tema 'Mencari Ketua PSSI yang Ideal' di Wisma Menpora, Rabu (30/10/2019). Sembilan dari 11 caketum hadir dalam acara diskusi tersebut.
Salah satu caketum yang hadir adalah Arif Putra Wicaksono. Dalam kesempatan itu, Arif menyampaikan visi dan misi jika dirinya terpilih menjadi orang nomor satu di PSSI.
Salah satu program andalannya adalah mengubah fans klub yang ada saat ini menjadi sebuah koperasi. Tujuan utamanya adalah memupuk rasa memiliki suporter terhadap klub.
"Mengubah fans klub menjadi unit bisnis dengan koperasi seperti koperasi Persib, Persija dan lainnya. Saat ini fans itu perlu ditingkatkan rasa kepemilikannya," kata Arif saat menyampaikan visi dan misi.
"Nantinya, setiap bulan mereka bakal mendapat intensif. Namun jika mereka lalai di pertandingan, mereka juga wajib membayar denda. Ini tentu mengedukasi suporter," ia menambahkan.
Program andalan berikutnya yaitu membuat PSSI lebih modern. Yaitu dengan meningkatkan kerja sama antara tim lokal dengan klub luar negeri khususnya Eropa.
Untuk program ini, Arif mengaku bisa merangkul beberapa klub Eropa. Seperti Ajax, Barcelona, AC Milan, Liverpool, West Ham United, Manchester City, Arsenal, Totenham Hotspurs, PSG, Porto, Benfica, Lyon, PSV, Atletico Madrid, Galatasaray, hingga Inter Milan bisa diajak kerja sama.
"Lalu pengetahuan sepak bola modern masih minim. Kita tidak bisa paksa mereka modern kalau belum modern. Karena itu kita butuh asistensi, saya sudah dapat 'link' bantuan dari 25 klub Eropa. Jika saya bisa pakai lisensi PSSI, bisa lebih banyak lagi," ungkapnya.
Program terakhir yang ia sebutkan adalah pemberantasan mafia sepak bola. Terkait masalah ini, Arif bakal menggunakan Video Assistant Referee (VAR).
Baca Juga: Menuju PSSI I, Sarman Tak Akan Boyong Luis Milla Jika Terpilih
"VAR sangat dibutuhkan di Indonesia karena sekarang banyak tertangkapnya mafia sepak bola dari sana," pungkasnya.
Berita Terkait
-
Sepak Terjang 4 Calon Ketua Umum PSSI, Karier Mentereng Bukan Orang Sembarangan
-
Jika Terpilih Jadi Ketum PSSI Arif Putra Wicaksono Siap Dongkrak Level Sepak Bola Indonesia, Setara Jepang Dalam 3 Tahun
-
Update Komite Pemilihan PSSI: Berkas Calon Ketum Lengkap, 4 Calon Waketum Tak Perlu Dikonfirmasi Lagi
-
Arif Putra Wicaksono: Masalah Sepak Bola Indonesia Itu Kesejahteraan
-
Siap Bersaing Menuju PSSI 1, Arif Putra Wicaksono: Yang Penting Dapat Kesempatan Bicara Program
Terpopuler
- Promo Superindo 17 Maret 2026, Diskon sampai 50 Persen Buah, Minyak hingga Kue Lebaran
- Timur Tengah Memanas, Rencana Terbangkan Ribuan TNI ke Gaza Resmi Ditangguhkan
- 7 HP Baru 2026 Paling Murah Jelang Lebaran, Spek Gahar Mulai Rp1 Jutaan
- 15 Tulisan Kata-kata Unik Mudik Lebaran, Lucu dan Relate untuk Anak Rantau
- 55 Kode Redeem FF Max Terbaru 18 Maret 2026: Raih Pulsa, Skin Trogon Rose, dan Diamond
Pilihan
-
Kabar Duka! Pemilik Como 1907 Sekaligus Bos Djarum Meninggal Dunia
-
Resmi! Hasil Sidang Isbat Pemerintah Tetapkan Idulfitri 1447 H Jatuh pada Sabtu 21 Maret 2026
-
Hilal Tak Terlihat, Arab Saudi Tetapkan Idul Fitri 2026 Jatuh pada 20 Maret
-
Link Live Streaming Liverpool vs Galatasaray: Pantang Terpeleset The Reds!
-
Israel Klaim Tewaskan Menteri Intelijen Iran Esmaeil Khatib
Terkini
-
Ivan Kolev Sentil Tren Naturalisasi di Timnas Indonesia: Era Saya Pemain Lokal Diutamakan
-
Usul Ditolak FIFA, Timnas Iran Pastikan Tampil di Piala Dunia 2026 tapi...
-
Bos Grup Djarum Michael Bambang Hartono Tutup Usia, Klub Serie A Ucap Belasungkawa
-
Atmosfer Suporter Garuda Bikin Luke Vickery Merinding, Siap Bela Timnas Indonesia
-
Luke Vickery Blak-blakan! Tinggal Tunggu Here We Go Bela Timnas Indonesia
-
Semakin Canggih, Ranking FIFA akan Diperbarui Real Time Mulai Maret 2026
-
Seleksi Lebih dari 170 Orang, 10 Pemain Ini Wakili Indonesia di Ajang Piala Dunia Anak Jalanan 2026
-
Bomber Timnas Bulgaria Sudah Gatal Ingin Injak Rumput Stadion GBK
-
Kabar Duka! Pemilik Como 1907 Sekaligus Bos Djarum Meninggal Dunia
-
Demi Tiket Piala Dunia 2026, Bek Persib Bandung Rela Korbankan Kepentingan Pribadi