Suara.com - Pelatih timnas Indonesia U-22, Indra Sjafri sebelumnya telah menyarankan agar bertanya langsung terkait tidak adanya Todd Rivaldo Ferre kepada dokter timnas, Syarif Alwi. Sang dokter pun memberikan jawaban soal itu.
Syarif mengatakan bahwa pemain milik Persipura Jayapura itu sesungguhnya sudah datang di hari pertama pemusatan latihan Timnas Indonesia U-22 Jakarta. Namun, saat bergabung Todd Rivaldo mengalami cedera engkel.
Tim berniat mengecek kondisi sang pemain melalui tes MRI (Magnetic Resonance Imaging). Namun, justru sang pemain malah meninggalkan pemusatan latihan tanpa seizin tim kepelatihan.
"Jadi gini, waktu dia latihan bersama Timnas Indonesia U-22 di Lapangan G Senayan, tiba-tiba dia cedera pada engkelnya. Kami ambil kesimpulan, semua pemain yang mengalami cedera, baik itu engkel harus di MRI. Soalnya dia mengeluh sakit," kata Syarif Alwi, Kamis (31/10/2019).
"Jadi pas mau di MRI, dia minta pulang. Dan kebetulan dia tidak kasih tahu tim pelatih. Dia pulang sendiri, tidak ada tim pelatih yang tahu," ia menambahkan.
Secara tidak langsung Todd Rivaldo melanggar aturan alias indisipliner. Hal itu yang membuat Pelatih Indra Sjafri tidak mau memanggilnya kembali.
"Sekarang gini, kami kalau ada keluhan ya kami mau MRI ke rumah sakit dan harus dipastikan. Kami cuma takut saja karena kalau memang cedera Todd Rivaldo Ferre harus dibantu dengan keterangan diagnosa buat kami berikan penjelasan ke panitia SEA Games," pungkasnya.
Sebagaimana diketahui, timnas Indonesia U-22 sedang disiapkan untuk SEA Games 2019. Di ajang tersebut, Egy Maulana Vikri Cs akan melawan Vietnam, Thailand, Laos, dan Brunei Darussalam yang tergabung di Grup B.
Baca Juga: Serdy Hepyfano, Senjata Baru Timnas Indonesia U-19
Berita Terkait
-
Dirumorkan ke Super League, Mauro Zijlstra Justru Jadi Pahlawan Kemenangan FC Volendam
-
Hal-hal yang Membuktikan Timnas Indonesia Berada di Level Berbeda Sepanjang 2025
-
Kisah Striker Thailand: Pulang Abroad dari Liga Jerman Demi Jadi Biksu
-
Gagal Total di SEA Games, Timnas Indonesia U-22 Kini Terancam Sanksi dari Kemenpora
-
Gelar Evaluasi, Kemenpora akan 'Hukum' Cabor yang Gagal Penuhi Target SEA Games 2025
Terpopuler
- Profil dan Pekerjaan Jhon LBF, Siap Bantu Ruben Onsu Bayar Kerugian Rp3,5 M
- 3 Shio yang Menarik Keberuntungan Sepanjang September 2026, Hoki Sebulan Penuh
- Cara Membersihkan Bunga Es Tanpa Mematikan Kulkas, Aman dan Mudah Dilakukan
- 4 Tips Merebus Telur agar Mudah Dikupas, Hasil Mulus Sempurna
- 3 HP Infinix Mirip iPhone 17 Pro Max, Tampil Mewah ala Flagship
Pilihan
-
Terbuang dari Klub Orang Indonesia, Emil Audero Selangkah Lagi ke Rayo Vallecano
-
Sempat Serukan Serang Hercules! Admin Akun Pemukiman Setan Ditangkap Polisi karena Molotov
-
Pidato Pertama Sebagai Ketua Umum PBNU, Gus Kikin Berseloroh: Baru Dua Jam Saja
-
Jalani Ritual di Danau Sunter, WNA Aljazair Dievakuasi Setelah Dirayu 3 Jam
-
Diseret dari Gang ke Jalan! Kronologi Pedagang Cermin Tewas Dikeroyok Saat Demo Ricuh
Terkini
-
Sengketa Lahan Bertahun-tahun, Warga Banjarsari Bermalam di Kantor Bupati Lahat
-
Babakan Cileungsi Mencekam, Pemilik Rumah Pingsan Menyaksikan Tempat Tinggalnya Ludes Terbakar
-
Pengadaan Smartboard Disdik Bogor Diusut KPK
-
Depok Buka Kuota Gratis Kerjaan Sopir di Jepang untuk 1.000 Warga
-
Gunung Gede Pangrango Tutup Pendakian Sampai Waktu yang Belum Ditentukan
-
Gandeng Konsultan ITB Tangani Banjir, Bupati Serang Minta Langkah Ini Diduplikasi
-
Wakil Ketua DPRD Jabar Iwan Suryawan Dorong Efisiensi BTT APBD untuk AI Karhutla
-
Keracunan Massal Santri Usai Santap MBG Jadi Perhatian Khusus Bupati Sidoarjo
-
Aktor Utama di Luar Negeri, Bareskrim Endus Pola Canggih Penyelundupan Narkoba Jalur Laut
-
Jonatan Christie Kejar Poin di China Masters, Tiket World Tour Finals Jadi Target