Suara.com - Serdy Hepyfano jadi satu-satunya 'nama baru' yang menghiasi skuat akhir Timnas Indonesia U-19 untuk gelaran Kualifikasi Piala Asia U-19 2020.
Datang sebagai pemain seleksi, Serdy menyingkirkan Saddam Emiruddin Gaffar yang sebelumnya masuk dalam daftar pemain pilihan pelatih Fakhri Husaini untuk Piala AFF U-18 2019 lalu.
Serdy yang berasal dari PPLP Maluku datang tidak sendiri untuk seleksi. Ada enam pemain lain yang coba peruntungan untuk bisa mendapat kepercayaan dari Fakhri Husaini selaku pelatih kepala Timnas Indonesia U-19.
Mereka adalah Andre Oktaviansyah (Tira-Persikabo), Fatur Alamsyah (Perseru Badak Lampung FC), Fadilah Nur Rahman (Diklat Ragunan), Jarson Armandi (PPLP Papua), Taufiq Alif Hidayat (PPLP Sumatera Barat), dan Ikhwal Ali Tanamal (PPLP Bogor).
Namun, enam nama tersebut telah dipulangkan karena kalah bersaing dengan pemain -pemain lainnya.
Sementara Serdy bersama dengan 22 pemain lainnya dipastikan menghiasi skuat akhir Timnas Indonesia U-19 untuk Kualifikasi Piala Asia U-19 2020 yang akan dihelat mulai 6 November 2019 mendatang.
Jadi satu-satunya pemain yang lolos, Serdy mengaku sangat bersyukur. Ia pun berkaul untuk membalas kepercayaan yang telah diberikan Fakhri Husaini.
"Puji Tuhan bisa dapat kesempatan, tentu sangat bangga lah. Senang diberi kesempatan untuk sama-sama membela timnas ini," kata Serdy.
"Pasti (saya) ingin tunjukkan yang terbaik di Kualifikasi Piala Asia. Saya akan tunjukkan kalau saya layak ada di sini skuat," ia menambahkan.
Baca Juga: Catat! Ini Jadwal Lengkap Timnas Indonesia U-19 di Kualifikasi Piala Asia
Di lini depan Timnas Indonesia U-19 sendiri, Serdy harus bersaing dengan Sutan Zico untuk memperebutkan tempat di starting XI. Namun demikian, Serdy rupanya tidak merasa ada persaingan di skuat.
"Mudah-mudahan bisa memberikan yang terbaik buat tim. Percaya saja sama proses dari kerja keras di latihan, pasti bisa," tukas Serdy.
Di Kualifikasi Piala Asia U-19 2020, skuat Garuda Nusantara --julukan Timnas Indonesia U-19-- tergabung di Grup K bersama Timor Leste, Hong Kong, dan Korea Utara.
Berita Terkait
-
Dulu Bintang, Beberapa Pemain Timnas Indonesia U-19 Era Evan Dimas Kini Jauh dari Sepak Bola
-
Meski Sekarang Asing Sentris, Ternyata Ada 5 Pelatih Lokal yang Sukses Tukangi Timnas Indonesia
-
Jalani Karier di Liga Kamboja, Sulthan Zaky Ikuti Jejak Bintang Timnas Indonesia U-19
-
Posisi Baru Eliano Reijnders di PEC Zwolle Jadi Sorotan, Siap Beri Kejutan?
-
2 Pelatih Lokal Sebelum Nova Arianto yang Bawa Timnas Indonesia Gacor di Piala Asia U-17
Terpopuler
- Pentagon Gelar Karpet Merah, Sjafrie Sjamsoeddin Dituding Bawa Agenda Akses Bebas di Langit RI
- 6 Sabun Cuci Muka yang Bagus untuk Memutihkan Wajah dan Harganya
- AS Blokade Semua Pelabuhan Iran Senin Hari Ini, Harga BBM Langsung Naik
- 7 HP Murah di Bawah Rp1 Juta Paling Layak Beli di 2026, Performa Oke Buat Harian
- 7 HP Samsung Seri A yang Sudah Kamera OIS, Video Lebih Stabil
Pilihan
-
Warga Sambeng Borobudur Terancam Kehilangan Mata Air, Sendang Ngudal Dikepung Tambang
-
Rivera Park Tebo Terancam Lagi, Tambang Ilegal Kembali Beroperasi Saat Wisatawan Membludak
-
Bukan Merger, Willy Aditya Ungkap Rencana NasDem-Gerindra Bentuk 'Political Block'
-
Habis Kesabaran, Rossa Ancam Lapor Polisi Difitnah Korban Operasi Plastik Gagal
-
Konflik Geopolitik Tak Pernah Belanja di Warung, Tapi Pelaku UMKM Semarang Dipaksa Akrobat
Terkini
-
Raphinha Sebut Barcelona Dirampok Wasit usai Tersingkir dari Liga Champions
-
Statistik Mewah Tak Cukup Bantu Liverpool Kalahkan PSG
-
Timnas Indonesia Masih Bisa Lolos Piala Dunia 2026? FIFA Dikabarkan Gelar Play-off Tambahan
-
Tak Gentar Polemik Paspoortgate, Striker Subur Ini Tetap Impikan Bela Timnas Indonesia
-
Jens Raven Menangis Haru Saat Dapat Panggilan Perdana Timnas Indonesia Senior
-
Persib Bandung di Puncak, Federico Barba Tekankan Pentingnya Jaga Momentum
-
Persija Jakarta Kembali Menang, Allano Lima Makin Percaya Diri Hadapi Sisa Musim
-
Siap Tikung Persib, Borneo FC Nyatakan 7 Laga Sisa sebagai Partai Final
-
Vincent Kompany Salut Ada Pelatih Perempuan di Bundesliga, Pertama dalam Sejarah
-
Manuel Neuer Masih Bingung, Perpanjang Kontrak atau Gantung Sepatu