Suara.com - Runner-up klasemen sementara Liga Inggris 2019/2020, Leicester City masih dianggap sebagai underdog oleh banyak kalangan dalam perebutan gelar juara musim ini. Padahal, The Foxes --julukan Leicester-- saat ini menjadi penantang terdekat sang pemuncak klasemen, Liverpool.
Perihal stigma underdog ini, manajer Leicester Brendan Rodgers rupanya menikmatinya. Mantan pelatih Liverpool itu juga menyebut, Leicester memang terbiasa diabaikan oleh banyak pihak dalam perburuan gelar juara Liga Inggris.
"Saya kira tidak ada orang yang menyangka kita berada di dekat puncak klasemen saat ini. Sejujurnya, adalah hal yang normal jika Leicester dianggap sebagai underdog," buka Rodgers seperti dilansir Sky Sports.
"Label underdog ini justru akan membuat kami jauh dari sorotan, bisa lebih lepas, dan membuat lawan-lawan akan menganggap enteng kami. Itu justru bagus, karena kami akan tetap fokus pada level permainan kami," celoteh pelatih asal Irlandia Utara itu.
Leicester sukses meraih delapan kemenangan beruntun di pentas Liga Inggris 2019/2020 setelah mengalahkan tuan rumah Aston Villa 4-1, Minggu (9/12/2019) malam WIB, sekaligus mencatatkan rentetan kemenangan terpanjang di top-flight sepanjang sejarah klub.
Leicester pun tetap berjarak delapan poin dari Liverpool di klasemen sementara Liga Inggris 2019/2020, sedangkan juara bertahan Manchester City berada di urutan ketiga dan terpaut 14 poin dari Liverpool.
Meski begitu, Rodgers sekali lagi memaklumi jika Leicester, yang merupakan kampiun Liga Inggris musim 2015/2016, tidak difavoritkan menjadi juara musim ini.
"Manchester City dan Liverpool adalah tim yang luar biasa di liga dan telah menunjukkan tahun lalu betapa bagusnya mereka," tutur Rodgers.
"Kami tahu bahwa kami terus berusaha menjadi lebih baik dan berusaha menutup celah. Kami tim yang berada di urutan kesembilan selama dua musim terakhir, namun kami pastinya selalu berusaha keras untuk bisa lebih baik," tandasnya.
Baca Juga: 5 Fakta Menarik Usai Leicester Hantam Aston Villa, Vardy Jadi Perhatian
Berita Terkait
-
Arsenal Mengintai, Tottenham Menawar, MU Bajak Sandro Tonali dengan Mahar Rp1,7 T
-
Sadio Mane Ungkap Pernah Sepakat Gabung Manchester United, Kini Buka Peluang Kembali ke Liga Inggris
-
Real Madrid Jadikan Enzo Fernandez Target Utama, Chelsea Pasang Harga Selangit
-
Elkan Baggott Dirumorkan Masuk Radar Bidikan Peminjaman dari Bolton Wanderers
-
Kata-kata Elkan Baggott Usai Kieran McKenna Putuskan Mundur dari Ipswich Town
Terpopuler
- 5 Shio yang Menarik Keberuntungan 28 Juni 2026, Hari Penuh Hoki dan Kesempatan
- 4 Sepatu Kanky Terlaris di Shopee, Nyaman Dipakai Seharian Sesuai Review Pembeli
- HBL Mantiri Dikukuhkan jadi Ketua BPP PPAD Gantikan Try Sutrisno
- 5 Motor Teririt untuk Buruh dan Pelajar, Dompet Tetap Aman Meski Pakai Pertamax
- 10 Promo Sepatu Lari di Sports Station: Adidas, Reebok, dan New Balance Mulai Rp299 Ribuan
Pilihan
-
Takut PHK, Prabowo Putuskan Harga LNG untuk Industri USD 13/MMBTU
-
Sejarah! Timnas Voli Indonesia Kalahkan Korsel dan Juara AVC Mens Volleyball Cup 2026
-
Bumi Berguncang! Gempa 6,2 M Hantam Afghanistan, Getaran Terasa Hingga India
-
Perang Meletus Lagi! Iran Hantam Basis AS di Teluk, Gencatan Senjata Runtuh
-
Pelatih Timnas Iran Desak Infantino Tegas Terhadap AS: Perlakuan Mereka Buruk!
Terkini
-
Isu Diaspora dan Loyalitas Warnai Duel Maroko vs Belanda di 32 Besar Piala Dunia 2026
-
Ancelotti Waspadai Kejutan Jepang, Anggap 32 Besar Piala Dunia 2026 Bak Final
-
Portugal Dituding Sengaja Hindari Kemenangan demi Jalur Mudah di Piala Dunia 2026
-
Tak Gentar dengan Lionel Messi, Cape Verde Siap Buktikan Bisa Permalukan Argentina
-
Persija Selangkah Lagi Dapatkan Gelandang Timnas Bosnia, Nilai Transfer Tembus Rp5,1 Miliar
-
Ogah Pandang Remeh, Cape Verde Bikin Pelatih Timnas Argentina Waspada Tingkat Tinggi
-
4 Fakta Menarik Jelang Jerman vs Paraguay, La Albirroja Ambisi Hapus Kutukan Buruk Tiap Lawan Eropa
-
Timnas Brasil Mengabaikan Psywar Jepang, Tak Takut Striker Muda Samurai Biru
-
Timnas Inggris Dihantam Kritik Jelang Hadapi Kongo, Para Pemain Dianggap Arogan
-
Hajime Moriyasu Siapkan Algojo Penalti Jepang Jelang Laga Hidup Mati Kontra Brasil