Suara.com - Entah serius atau hanya sekadar psywar kepada Manchester United yang merupakan mantan klubnya, manajer Tottenham Hotspur mencoret The Red Devils --julukan Man United-- dari persaingan empat besar Liga Inggris musim ini.
Dalam sebuah wawancara dengan Sky Sports, Mourinho tidak menyebut Man United yang dibesutnya pada 2016-2018 lalu, dalam daftar tim-tim yang bersaing dengan Tottenham untuk posisi top four Liga Inggris 2019/2020.
Pelatih berusia 57 tahun yang kini tampil dengan gaya rambut cepak menjurus plontos itu justru dengan lantang menyebut dua tim kuda hitam, yakni Sheffield United dan Wolves, layak diperhitungkan untuk meraih tiket ke Liga Champions musim depan.
Sebagai informasi, Chelsea saat ini berada di urutan keempat klasemen sementara Liga Inggris 2019/2020, unggul dua poin dari Sheffield asuhan Chris Wilder di peringkat kelima.
Namun, Chelsea baru memainkan 25 pertandingan, sementara Sheffield sudah 26 kali bertanding.
Sementara itu, Tottenham besutan Mourinho ada di posisi keenam. Baru bermain 25 kali, mereka hanya terpaut empat poin dari zona Liga Champions.
Everton (26 pertandingan) berada di urutan ketujuh, terpaut satu poin saja dari Tottenham. Sedangkan Man United dan Wolves yang sama-sama baru bermain 25 kali, juga sama-sama berjarak enam poin dari zona empat besar saat ini.
"Empat besar? Kami tentu membidik itu, itu menjadi target kami di akhir musim nanti," tegas Mourinho kepada Sky Sports.
"Chelsea ada dalam persaingan juga, sudah pasti. Sheffield United dan Wolves juga sedang bersaing untuk empat besar," sambung pelatih yang juga pernah menukangi Chelsea, Real Madrid dan Inter Milan itu.
Baca Juga: Jose Mourinho Sekarang Botak, Alasannya Konyol!
"Mereka (manajer Sheffield dan Wolves) mungkin mengaku tidak masuk dalam persaingan (empat besar Liga Inggris 2019/2020), dan saya mengerti bila mereka mengatakan itu. Tetapi kenyataannya tidak demikian," celotehnya.
"Bukan hanya karena posisi mereka di klasemen, tetapi karena kekuatan dan kualitas skuat yang mereka miliki," imbuh Mourinho.
"Wolves membeli pemain penting pada (bursa transfer) Januari (2020) untuk mencoba memperbaiki situasi mereka. Demikian juga Sheffield yang membeli pemain penting, mereka memecahkan rekor mereka di bursa transfer untuk mencoba meningkatkan tim," paparnya.
"Jadi ini bukan hanya tentang Tottenham, Chelsea, Everton, ini bukan hanya tentang kita. Ini juga tentang dua klub yang harus saya akui fantastis (Sheffield dan Wolves," tandas pelatih berjuluk The Special One itu.
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Pelembap Viva Cosmetics untuk Mencerahkan Wajah dan Hilangkan Flek Hitam, Dijamin Ampuh
- Siapa Saja Tokoh Indonesia di Epstein Files? Ini 6 Nama yang Tertera dalam Dokumen
- 24 Nama Tokoh Besar yang Muncul di Epstein Files, Ada Figur dari Indonesia
- 5 Smart TV 43 Inci Full HD Paling Murah, Watt Rendah Nyaman Buat Nonton
- Adu Tajam! Persija Punya Mauro Zijlstra, Persib Ada Sergio Castel, Siapa Bomber Haus Gol?
Pilihan
-
Kisah Petani Gurem, Dihantui Pangan Murah Rendah Gizi
-
Ketika Hujan Tak Selalu Berkah, Dilema Petani Sukoharjo Menjaga Dapur Tetap Ngebul
-
KPK Cecar Eks Menteri BUMN Rini Soemarno Soal Holding Minyak dan Gas
-
Diduga Nikah Lagi Padahal Masih Bersuami, Kakak Ipar Nakula Sadewa Dipolisikan
-
Lebih dari 150 Ribu Warga Jogja Dinonaktifkan dari PBI JK, Warga Kaget dan Bingung Nasib Pengobatan
Terkini
-
Eks Pemain Ajax Doakan Timnas Indonesia Juara Piala Asia Futsal 2026
-
Cetak Gol ke Gawang Malut United, Saddi Ramdani Tetap Merendah
-
Kalahkan Malut United, Bojan Akui di Babak Pertama Persib Kesulitan
-
Hossein Tayyebi Raja Gol Iran yang Jadi Ancaman Serius Indonesia di Final Piala Asia Futsal 2026
-
Jadwal dan Link Streaming Final Piala Asia Futsal 2026: Timnas Indonesia Cetak Sejarah
-
Final Piala Asia Futsal 2026: Kegilaan Iran Bakal Dihentikan Timnas Futsal Indonesia
-
Tangan Dingin Hector Souto Bawa Timnas Futsal Indonesia Juara Asia Futsal 2026?
-
Final Piala Asia Futsal 2025: 3 Pilar Penting Timnas Futsal Indonesia untuk Jungkalkan Iran
-
Derbi Mataram PSIM vs Persis Tanpa Pemenang, Milo Puas Laskar Sambernyawa Curi Poin
-
Optimis Lawan Iran, Brian Ick: Kami Tak Ingin Kalah di Rumah Sendiri