Rully Fauzi
Kamis, 20 Februari 2020 | 11:39 WIB
Ekspresi pelatih RB Leipzig, Julian Nagelsmann sebelum laga Liga Champions 2019/2020 kontra Tottenham Hotspur di Tottenham Hotspur Stadium, London, Kamis (20/2/2020) dini hari WIB. [Glyn KIRK / IKIMAGES / AFP]

Suara.com - Pelatih RB Leipzig, Julian Nagelsmann sukses membawa timnya meraih hasil impresif pada laga leg pertama babak 16 besar Liga Champions 2019/2020.

Melawat ke London untuk menantang tuan rumah Tottenham Hotspur di Tottenham Hotspur Stadium, Kamis (20/2/2020) dini hari WIB, RB Leipzig-nya Nagelsmann menang 1-0 berkat penalti Timo Werner pada pertengahan babak kedua.

Nagelsmann sendiri memang bak menjadi spotlight di laga ini.

Usianya masih sangat muda untuk ukuran seorang pelatih, yakni 32 tahun, Nagelsmann sudah digadang-gadang sebagai salah satu pelatih terbaik di Eropa saat ini, bukan hanya di Jerman.

Setelah 3,5 musim yang sukses bersama Hoffenheim, Nagelsmann didapuk menjadi pelatih RB Leipzig mulai musim 2019/2020.

Nagelsmann, yang harus pensiun dini sebagai pemain karena cedera lutut akut, pun membuktikan jika dirinya bukan pelatih 'kaleng-kaleng'.

RB Leipzig dibawanya bersaing ketat dalam perebutan gelar juara Bundesliga Jerman musim ini.

Sampai spieltag ke-22, RB Leipzig bercokol di peringkat kedua klasemen, hanya terpaut satu poin dari Bayern Munich yang berada di puncak. 

Tak hanya cemerlang di kancah domestik, Nagelsmann juga berhasil membawa RB Leipzig juara grup di babak penyisihan Liga Champions musim ini dan lolos ke 16 besar.

Di fase gugur ini, RB Leipzig pun bertemu dengan Tottenham yang diarsiteki Jose Mourinho.

Pelatih Tottenham Hotspur, Jose Mourinho (kiri) memeluk pelatih RB Leipzig, Julian Nagelsmann sebelum laga Liga Champions 2019/2020 di Tottenham Hotspur Stadium, London, Kamis (20/2/2020) dini hari WIB. [Adrian Dennis / AFP]

Kebetulan, Nagelsmann kerap dibanding-bandingkan dengan pelatih top asal Portugal itu, bahkan sempat dijuluki 'Baby Mourinho'.

Tak ayal, Nagelsmann semringah bisa head-to-head dan adu taktik melawan Mourinho, terlebih RB Leipzig bisa menang atas Tottenham.

"Tentu sebuah kehormatan besar bisa menghadapi pelatih top macam Jose Mourinho. Tapi ini bukan hanya soal adu taktik saya dengan dia, tapi ini soal para pemain yang bertanding di stadion yang luar biasa," tutur Nagelsmann mengutip Sportskeeda.

"Yang terpenting adalan meraih kemenangan sebagai modal kami untuk leg kedua. Kami tentu ingin lolos ke perempatfinal," sambung sang juru taktik.

"Atmosfer stadion luar biasa, terutama di babak pertama. Pada akhirnya, ini menyenangkan untuk menjadi bagian dari pertandingan ini dan saya senang kami bisa menang," ujar Nagelsmann.

"Penting bagi kami untuk tidak kebobolan. Dan kami juga membawa pulang gol tandang, jadi ini benar-benar performa yang memuaskan," celotehnya.

"Di leg kedua, kami akan melakukan yang terbaik demi lolos. Saya janji kami akan tetap bermain dengan cara yang sama," pungkas Nagelsmann.

Statistik laga sendiri menunjukkan bahwa RB Leipzig unggul jauh dalam aspek ball possession, bahkan juga dalam jumlah percobaan tembakan meski sejatinya bermain di markas lawan.

Untuk leg kedua, RB Leipzig akan gantian menjadi tuan rumah di Red Bull Arena pada 11 Maret mendatang.

Read more...