Suara.com - Umat Hindu saat ini tengah merayakan Hari Raya Nyepi. Alih-alih momen tersebut dimanfaatkan untuk pulang kampung, Muhammad Taufiq yang merupakan pemain Bali United justru memilih tak bepergian.
Ya, Taufiq yang sejatinya pemain kelahiran Tarakan, Kalimantan Utara, memutuskan tetap berada di Bali. Ia mengaku Pulau Dewata sudah seperti rumahnya sendiri lantaran sudah tiga musim memperkuat Serdadu Tridatu.
''Untuk tahun ini kami sekeluarga Nyepi di Bali, seperti tahun-tahun sebelumnya. Saya dan keluarga memang sudah merasa Bali seperti rumah sendiri,'' ungkap Taufiq, seperti dilansir dari laman resmi klub.
''Anak-anak saya juga tumbuh besar dan sekolah di Bali. Selain itu kami juga sudah tiga tahun terakhir Nyepi di Bali,'' imbuh pemain jebolan Akademi Persebaya Surabaya itu.
Taufiq menambahkan, keputusannya untuk tak pergi juga berkaitan dengan penanggulangan penyebaran virus corona yang kini tengah mewabah. Oleh sebab itu, ia memilih tetap di rumah untuk latihan ringan demi menjaga kondisi kebugaran tubuh.
''Waktu libur latihan yang diberikan tim pelatih membuat banyak waktu dengan keluarga di rumah. Tapi saya juga setiap hari latihan sendiri untuk jaga kondisi. Pastinya saya mau kondisi tetap fit selama libur kali ini," kata Taufiq.
Taufiq sendiri memang sudah bergabung dengan Bali United sejak awal tahun 2017 lalu. Maka tidak heran bila Pulau Dewata sudah sangat akrab dengan sosok pemain 33 tahun tersebut.
Berita Terkait
-
Viral 3 Turis Diduga IDF Diusir dari Gym, Media Israel: Bali Tak Lagi Ramah!
-
Begini Cara Warga Israel Masuk Indonesia hingga Bisa Pelesir ke Bali hingga Toraja
-
Viral 3 Turis Diduga IDF Diusir dari Gym, Media Israel Sebut Bali Tak Lagi Ramah
-
Bursa Kripto CFX Perkuat Komitmen Keberlanjutan Melalui Aksi Pelestarian Laut di Bali
-
Viral WNA Diduga Tentara IDF di Bali, Arya Wedakarna Malah Jadi Pengikut PM Israel
Terpopuler
- Menteri Agama RI Nasaruddin Umar Disebut Mengundurkan Diri
- Partai Kaesang Tutup Pintu Rapat untuk Ketum Projo: Tempat Budi Arie Bukan di PSI
- Dilaporkan ke Bareskrim Polri, Gus Lilur Tantang 4 Tokoh NU Ngaji Kitab Kuning Saat Muktamar
- Desil Tak Akurat Bisa Bikin Warga Kehilangan Hak Bansos!
- AMPB Pulang Usai Audiensi DPR, Relawan Ojol Curiga Ada Kesepakatan Transaksional
Pilihan
-
Diseret dari Gang ke Jalan! Kronologi Pedagang Cermin Tewas Dikeroyok Saat Demo Ricuh
-
Senayan Kondusif: Tol Dalam Kota Normal dan Blokade Jalan Dibuka Pasca Bentrok 27 Agustus
-
Ada Isu Aksi Demo Lanjutan, BEI Minta Investor Tak Panik
-
Admin Medsos dan Pengkritik Jadi Target Penangkapan Jelang Demo Agustus
-
3 Pesawat Tempur F16 'Rally' di Langit Jakarta Jumat Pagi, Ini Klarifikasi TNI AU
Terkini
-
Bank Mandiri Jadi Sorotan Lagi! Nasabah Dihina Kampungan oleh Pegawai, Minta Maaf Setelah Viral
-
Pemain Timnas Indonesia Pernah Dipantau Como 1907, Tak Ada yang Lolos Standar Cesc Fabregas
-
Jalan Pintas Penuhi Target PLTS 30 GW, Andalkan Kawasan Industri
-
Harga Mercedes-Benz 300 SLR Uhlenhaut Coup Jadi Standar Kemewahan yang Tak Masuk Akal
-
Profil Raja Harald V, Raja Eropa Paling Bersejarah Bawa Norwegia ke Era Modern
-
Hair Dryer vs Air-Dry: Cara Mana yang Lebih Aman untuk Rambut?
-
Cerita Siswa MA Pejompongan Dianiaya Kelompok Ngaku Intel, Dipukul Pakai Besi di Depan Rumah
-
Lebih Murah! Yamaha R2 Resmi Mengaspal, Usung Mesin DOHC: Intip Bedanya dengan R15
-
Anak Penerima Pekerja Upah Masih Ditanggung JKN, Begini Syaratnya
-
Polisi Disebut Berhasil Tangkal 'Angsa Hitam' di Demo 27 Agustus, Begini Analisanya