Suara.com - Bek sayap (wing-back) Borneo FC Wildansyah menyibukkan dirinya dengan latihan memanah dalam mengisi waktu jeda kompetisi akibat pandemi virus corona COVID-19.
"Saya belajar olahraga panahan tahun 2017, saya ikut di salah satu klub panahan di Bandung," kata Wildansyah seperti dilansir laman resmi klub, Jumat (10/4/2020).
Wildansyah saat ini tengah berada di kampung halamannya di Bandung setelah manajemen meliburkan seluruh aktivitas klub hingga batas waktu yang belum ditentukan. Meski tak ada aktivitas bersama tim, ia tetap dituntut untuk menjaga kebugarannya.
Menurutnya, olahraga panahan mengajarkan dia untuk fokus dan berkonsentrasi tinggi. Hal ini penting baginya selain mempertahankan kebugaran fisik.
"Kenapa saya memilih panahan, karena olahraga ini menjadi salah satu yang disunnahkan Rasul, Nabi Muhammad Sallalahu a'laihi wassalam kita. Lalu, panahan ini mengajarkan kita untuk fokus dan konsentrasi yang tinggi," kata dia.
Hal positif lain yang bisa diambil saat kompetisi dihentikan yakni memiliki banyak waktu luang bersama keluarga. Ia pun memaksimalkan kesempatan itu untuk mendampingi anak-anaknya belajar di rumah.
"Kegiatan selama kompetisi dihentikan selain latihan sendiri menjaga kondisi, waktu bersama keluarga makin bertambah. Saya ditugaskan mendampingi anak-anak saya belajar dari sekolahnya," ujarnya seperti dimuat Antara.
Ia berharap pandemi corona segera berakhir dan kegiatan kembali berjalan normal. Wildan pun mengajak seluruh masyarakat untuk tenang dan mengikuti seluruh instruksi pencegahan penularan.
"Karena yang terdampak bukan hanya sepak bola saja tetapi semua pekerjaan. Jadi saya berharap semua kembali berjalan normal agar sepak bola di dunia dan Indonesia bisa berjalan lagi," pungkasnya.
Baca Juga: Perpecahan di Barcelona Santer, Rousaud: Saya Dikhianati Presiden Klub
Berita Terkait
-
Mariano Peralta Dirumorkan ke Persija Jakarta, Pemilik Borneo FC Buka Suara
-
Gagal Juara Usai Kalah Head to Head dengan Persib, Kiper Borneo FC Tetap Bangga
-
Thom Haye Sindir Pelatih Borneo FC Usai Keluhkan Aruran Head to Head
-
Borneo FC Gagal Juara, Fabio Lefundes Tetap Bangga Pecahkan Rekor Super League
-
Persib Bandung Beri Hormat pada Borneo hingga Persija Usai Drama Sengit di Super League 2025/2026
Terpopuler
- 3 Sepatu New Balance Tanpa Tali, Bantalan Nyaman untuk Jalan Kaki Jauh
- Warga Kayumanis Bogor Tolak PSEL
- 5 Sepatu Adidas Tanpa Tali yang Serbaguna, Anti Pegal Dipakai Jalan Seharian
- Deretan Tokoh Top Bakal Turun Gunung ke UGM Besok, Bahas Nasib Bangsa Lewat Konferensi Republik
- 5 HP Baru 2026 Memori Besar dan Baterai Badak untuk Multitasking, Harga Rp2 Jutaan
Pilihan
-
Strategi Berani John Herdman: Mengapa Piala AFF 2026 Jadi Panggung Khusus Pemain Domestik?
-
Insiden Noni Madueke Tanpa Penalti, Eks Wasit Liga Inggris Buka Suara
-
Drama Final Liga Champions: Sakitnya Arsenal, PSG Back to Back Juara
-
Kesehatan Donald Trump Bermasalah? Gedung Putih Dituding Tutupi Hasil Medical Check-up
-
Kebakaran RSUD Syekh Yusuf Gowa, Begini Kondisi Terkini Pasien
Terkini
-
Rayakan Juara, Suporter PSG Malah Bentrok dengan Polisi, 426 Orang Ditangkap
-
Arsenal Gagal Juara Liga Champions, Mikel Arteta Didesak Tendang Pemain Ini
-
Liverpool Pecat Arne Slot, Andoni Iraola Jadi Kandidat Terkuat Pengganti
-
Arsenal Kalah Adu Penalti dari PSG, Declan Rice: Ini Seperti Seperti Lotere
-
Model OnlyFans Janjikan Malam Panas untuk Kiper PSG, Istri Langsung Pasang Badan
-
PSG Back to Back Juara, Luis Enrique: Lawan Arsenal Jauh Lebih Melelahkan!
-
Strategi Berani John Herdman: Mengapa Piala AFF 2026 Jadi Panggung Khusus Pemain Domestik?
-
Berapa UCL PSG usai Menang Lawan Arsenal? Ini Sepak Terjang di Champions League
-
Puja-puji Mikel Arteta untuk PSG Usai Juarai Liga Champions
-
Insiden Noni Madueke Tanpa Penalti, Eks Wasit Liga Inggris Buka Suara