Suara.com - Pesepakbola asal Kolombia, Miguel Borja, mengaku sekelompok anak muda pengguna narkoba telah memperkosa dan menganiaya sapi miliknya.
Seperti disadur Suara.com dari The Sun, Selasa (14/4/2020), striker berusia 27 tahun tersebut membagikan sebuah rekaman video yang memperlihatkan hewan ternak itu di laman Facebook miliknya.
Borja mengungkap 'serangan' tersebut terjadi saat kondisi lockdown karena pandemi corona alias Covid-19. Dalam video yang diunggahnya, terlihat sapi dalam kondisi lemas, terbaring di tanah.
Terlihat, Borja berupaya memberikan pisang kepada sapi tersebut sambil menyoroti orang-orang yang bertanggung jawab atas peristiwa ini.
"Sejumlah orang memperkosa sapi saya beberapa hari lalu. Mereka menganiaya dan membiarkan dia (sapi--RED) terbaring di tanah," ujar Borja.
Borja melanjutkan, "Saya percaya Tuhan dan mendoakan agar dia sembuh. Saya berharap Tuhan menghukum mereka yang bertanggung jawab."
Di keterangan video, tertulis sapi itu diperkosa dan dianiaya beberapa hari lalu oleh sekelompok anak muda yang mengonsumsi narkoba.
"Mereka berpikir mereka penguasa wilayah ini. Ini harus berubah, mereka perlu bertemu Yesus dan menggunakan waktunya untuk hal yang lebih produktif," tulis Borja.
Di pengujung kalimat, Borja pun memberikan peringatakan kepada publik setempat, "Untuk para orangtua, tolong awasi anak-anakmu."
Baca Juga: Kolombia, Negara Amerika Latin Pertama yang Bisa Uji Virus Corona Wuhan
Borja kekinian berstatus pemain Klub Brasil Palmeiras. Tapi, dia sedang dipinjamkan ke Klub Kolombia, Junior. Borja juga pernah dipercaya membela Timnas Kolombia.
Dia masuk dalam jajaran 23 pemain yang dipanggil memperkuat negaranya di Piala Dunia 2018. Dia merumput sebentar untuk menggantikan Radamel Falcao saat melawan Senegal di penyisihan grup.
Malang, langkah Kolombia terhenti di babak 16 Besar usai keok dari Inggris lewat adu penalti usai keduanya bermain imbang 1-1- hingga babak tambahan.
Total dia sudah melakoni sembilan pertandingan untuk negaranya.
Berita Terkait
-
Kolombia, Negara Amerika Latin Pertama yang Bisa Uji Virus Corona Wuhan
-
Cedera saat Perkuat Kolombia, James Rodriguez Menepi hingga Akhir Tahun
-
Video: Ditabrak Bek Kolombia, Neymar 'Nyungsep' ke Papan Iklan
-
Gol Neymar Selamatkan Brasil dari Kekalahan Lawan Kolombia
-
Kabel Putus Saat Parade, 2 Tentara AU Tewas Terjatuh dari Helikopter
Terpopuler
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- 4 Genset Mini Portable Praktis dan Senyap, Solusi Saat Mati Listrik
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- Ikuti Jejak Hotel Sultan, Otto Hasibuan Diminta Ikhlas Lepas Lapangan Golf Ottolima ke Negara
- Isu Rapat Khusus Berisi Perintah Awasi Gibran, Gerindra Sebut Hanya Mengawasi Harga Sembako
Pilihan
-
Program Ayah Ambil Rapor Tuai Dilema, Anak Yatim hingga Buruh Harian Punya Cerita Berbeda
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
Terkini
-
AFC Ajax Boyong Marc-Andre ter Stegen, Maarten Paes Dibuang?
-
Duka Mendalam Klub Juara Liga Champions untuk Korban Gempa Venezuela
-
Strategi Keliru Hong Myung-Bo, Korea Selatan Terancam Angkat Koper Lebih Cepat dari Piala Dunia 2026
-
Mourinho Minta Real Madrid Bajak Fernandez, Los Blancos Tak Sanggup Bayar
-
Bukan Sekadar Taktik Pochettino! AI Kunci Sukses Timnas AS di Piala Dunia 2026
-
Kegocek Wagub Jabar! Dirumorkan ke Persib, Jese Perpanjang Kontrak di Las Palmas
-
Socceroos Hadapi Paraguay Tanpa Bek Kanan Murni, Jacob Italiano Cedera
-
Tak Takut dengan Rudal Israel, Warga Lebanon Pesta Kembang Api Rayakan Kemenangan Brasil
-
Arsenal Mengintai, Tottenham Menawar, MU Bajak Sandro Tonali dengan Mahar Rp1,7 T
-
Iman Islam Jadi Alasan Djed Spence Tolak Jabat Tangan Terduga Pemerkosa Thomas Partey