Suara.com - Mantan pelatih Timnas Indonesia, Alfred Riedl, tidak kaget mengetahui bahwa virus corona yang kini menjadi pandemi dunia berasal dari China atau benua Asia lebih luasnya.
Alfred Riedl merasa seperti itu karena pengalamannya ketika berada di Indonesia, Vietnam, dan Laos. Ketika di tiga negara tersebut, ia melihat kondisi pasar yang terkesan jorok.
"Ketika Anda melihat apa yang terjadi di pasar-pasar di sana, apa yang dilakukan orang-orang di sana dengan hewan-hewan dan bagaimana mereka dilemparkan bersama, seharusnya tak mengejutkan jika sesuatu mungkin ditransfer dari hewan ke manusia," kata Alfred Riedl dilansir dari Weltfussball.
Pernyataan pelatih asal Austria itu sendiri merujuk dari asal usul virus corona tersebut, yang mana penyebab awalnya dikarenakan hewan yang diperdagangkan di Pasar Seafood Huanan, Wuhan, China.
Kini virus corona telah merambah ke Eropa, termasuk Austria negara Alfred Riedl tinggal. Mantan pelatih Timnas Vietnam ini sangat was-was dengan virus tersebut,
Alfred Riedl mengaku tidak akan keluar rumah jika kondisinya tidak benar-benar mendesak. Sebab, ia sadar bahwa usianya yang sudah 70 tahun lebih rentan terhadap virus corona.
"Saya tidak keluar sendiri, itu resiko yang terlalu besar bagi saya. Kadang istri saya yang usianya lebih muda yang berbelanja bersama putra saya," tegas mantan pemain Timnas Austria itu.
Alfred Riedl pernah melatih Timnas Indonesia selama tiga periode, yakni di Piala AFF 2010, 2014, dan 2016. Dari tiga kesempatan itu, ia dua kali membawa skuat Garuda ke partai final.
Baca Juga: Saran Capello pada Lautaro Martinez: Tolak Barcelona, Bertahan di Inter
Berita Terkait
-
5 Pemain Terbaik Timnas Indonesia dalam 2 Dekade Terakhir
-
PSSI Ultah ke-90, Mimpi Para Legenda Timnas Diharapkan Segera Terwujud
-
Makna Mendalam di Balik Desain Jersey Baru Timnas Indonesia
-
Mills Luncurkan Jersey Terbaru Timnas Indonesia, Keren Maksimal!
-
Jersey Timnas Indonesia Milik Rezaldi Hehanusa Terlelang Rp 11,2 Juta
Terpopuler
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- 4 Genset Mini Portable Praktis dan Senyap, Solusi Saat Mati Listrik
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- Ikuti Jejak Hotel Sultan, Otto Hasibuan Diminta Ikhlas Lepas Lapangan Golf Ottolima ke Negara
- 4 Bohlam Lampu Emergency LED Terbaik Otomatis Nyala saat Mati Listrik, Lebih Aman Tanpa Lilin
Pilihan
-
Program Ayah Ambil Rapor Tuai Dilema, Anak Yatim hingga Buruh Harian Punya Cerita Berbeda
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
Terkini
-
Duka Mendalam Klub Juara Liga Champions untuk Korban Gempa Venezuela
-
Strategi Keliru Hong Myung-Bo, Korea Selatan Terancam Angkat Koper Lebih Cepat dari Piala Dunia 2026
-
Mourinho Minta Real Madrid Bajak Fernandez, Los Blancos Tak Sanggup Bayar
-
Bukan Sekadar Taktik Pochettino! AI Kunci Sukses Timnas AS di Piala Dunia 2026
-
Kegocek Wagub Jabar! Dirumorkan ke Persib, Jese Perpanjang Kontrak di Las Palmas
-
Socceroos Hadapi Paraguay Tanpa Bek Kanan Murni, Jacob Italiano Cedera
-
Tak Takut dengan Rudal Israel, Warga Lebanon Pesta Kembang Api Rayakan Kemenangan Brasil
-
Arsenal Mengintai, Tottenham Menawar, MU Bajak Sandro Tonali dengan Mahar Rp1,7 T
-
Iman Islam Jadi Alasan Djed Spence Tolak Jabat Tangan Terduga Pemerkosa Thomas Partey
-
Deretan Rekor Tercipta usai Meksiko Lolos 'Sempurna' ke Fase Gugur Piala Dunia 2026